< Browse > Home / Archive by category 'Esai'

| Mobile | RSS

Ritual Bulan Suci

 
RAMADAN tiba. Bulan di mana segala berkah dilimpahkan bersama pintu-pintu surga yang dibuka, pahala dilipatgandakan, kebaikan-kebaikan tercurah dan kejahatan dihalang-halangi. Inilah bulan di mana malaikat-malaikat berdatangan lebih banyak, mendekat di sekeliling kita, mengamini setiap munajat dan doa, menjaminkan ijabah bagi segala nazar dan asa.
Di saat komuni setan-iblis tak berdaya karena terbelenggu dalam kerangkeng, lantas [...]

[ Baca lengkap ] 5 September 2008 | Ada 14 Komentar | Esai |

Parade Miskin

Inilah negeri di mana semua yang serba paradoks menjadi lazim; orang-orang hidup miskin di atas tanah mereka yang kaya.

HARGA BBM bakal naik lagi. “Tak lebih dari 30 persen,” kata petinggi republik. Masih jauh rencana itu. Belum begitu jelas kapan bermula. Tetapi semua sudah panik begitu rupa. Pasar merespon cepat: harga-harga kebutuhan pokok melonjak, seolah [...]

Haruskah Wartawan Ditakuti?

Sekadar Catatan untuk Hari Pers Nasional
Hari sudah mulai gelap ketika di suatu sore yang hangat saya menyudahi perbincangan dengan seorang tokoh, di coffee shop sebuah hotel. Saat bersama-sama menuju tempat parkir, si tokoh berujar; “eh, obrolan kita tadi sampai di sini saja ya. Jangan jadi berita, lho…”
Saya sendiri sedikit pun tak berniat menjadikan obrolan itu [...]

[ Baca lengkap ] 9 February 2008 | Ada 21 Komentar | Esai, General |

Konsisten Melanggar

LANGIT pekat hampir pukul sebelas malam. Pesawat sedang bersiap mendarat. Selain mengingatkan kewajiban memakai sabuk pengaman, menegakkan sandaran kursi dan melipat meja di hadapan, pramugari juga kembali mengumumkan kepada seluruh penumpang soal larangan mengaktifkan telepon genggam, “karena akan mengganggu sistem navigasi pesawat ini.”
Tak sampai setarikan napas setelah pengumuman di ujung penerbangan itu, nada dering sebuah [...]

[ Baca lengkap ] 20 January 2008 | Ada 7 Komentar | Budaya, Esai |

Libur Berjamaah

AKAL manusia semakin banyak saja. Kalau dulu tanggal merah hanya ada pada momen penting, besar, atau bersejarah, sekarang orang bisa mewarnai almanak suka-suka. Kalau hari besar jatuh pas hari Minggu, maka tanggal merah harus digeser sehari ke hari Senin. Alasannya, sayang sekali hari libur kok pas Minggu. Jadi nggak kerasa “libur”-nya.
Betapa kita semakin tidak produktif. [...]

[ Baca lengkap ] 14 January 2008 | Ada 9 Komentar | Esai |

Rebutan Miskin

MENJADI kaya ternyata bukan lagi cita-cita semua orang. Sekarang, semakin banyak yang bukan saja mengidamkan kemiskinan, tetapi juga berjuang sekuat tenaga agar menjadi (atau setidak-tidaknya dianggap) miskin. Bukan lagi pribadi-pribadi. Usaha “memiskinkan diri” bahkan telah pula berlaku jamak sebagai keinginan kolektif. Melembaga sebagai sikap institusi.
Bukan cerita baru kalau di kota-kota di mana asuransi kesehatan bagi [...]

[ Baca lengkap ] 6 January 2008 | Ada 7 Komentar | Esai |

Terompet Tahun Baru

MATAHARI terik. Meski tanah masih basah bekas hujan malam tadi, debu di aspal jalanan tetap berterbangan diseret roda kendaraan. Lelaki paruh baya berkulit legam itu menyeka wajah dengan kain lengan bajunya yang kuyup. Keringat dan debu bercampur. Menyisakan bekas garis-garis hitam di lengan baju itu.
Entah sudah berapa jauh dia melangkahkan kaki. Bukan langkah kosong [...]

[ Baca lengkap ] 31 December 2007 | Ada 6 Komentar | Budaya, Esai |

Hasrat Korupsi

 
SETIAP kita dianugerahi potensi menjadi baik atau buruk, dengan otoritas sepenuhnya pada diri kita sendiri hendak memanfaatkan yang mana; apakah cukup salah satu potensi saja atau malah kombinasi keduanya. Orang bisa tampak baik di hadapan orang lain meski sejatinya ia buruk sekali. Tampil manis di muka umum demi menutup wajah bopeng yang tersembunyi di balik [...]

[ Baca lengkap ] 16 December 2007 | Ada 12 Komentar | Esai |
  • Kotak Pesan

    Nama:
    Web:
    Pesan:
    :) :( :D :p :(( :)) :x


    Kontak pribadi?
    Langsung ke: windede[at]windede[dot]com


Safa @ sen-ciSafa Afif NgebutSafa n AfifAfif n Safa di PIMJuve AlvaroAfif di malSafa CoolRafif BergayaCandleYang Tersisa