Arsip untuk September, 2006
Tenang… kesalahan bukan pada layar komputer Anda. Juga bukan karena mata Anda sedang mulai rabun. Foto di atas memang blur, super goyang, dan mestinya tak layak ditampilkan. Lha kok masih dipasang? Ya, lagi pengen pasang aja hehehe…
Hampir setiap hari, pekerjaan membuat saya harus bolak-balik Banjarbaru-Banjarmasin. Dua kota ini sebenarnya berdekatan, tak lebih dari 30 kilometer. [...]
Senja bisa dinikmati di mana saja. Termasuk dari balik jendela pesawat. Ini malah senja yang bebas hambatan, tak terhalang oleh siluet pepohonan seperti senja di darat, atau tonggak kayu perahu cadik di pantai-pantai. Bila mujur dapat jendela yang bersih, kita malah serasa berada di istana warna.
Ya, berada di posisi sekian ribu kaki di atas permukaan [...]
SEMAKIN diperbincangkan, semakin menjadi. Inilah asap yang menyerang kampung saya dua minggu terakhir. Di koran-koran dan televisi ramai orang bicara soal pembakaran lahan hutan dan perkebunan, ancaman penyakit ISPA, juga ketegangan dengan negara tetangga karena ekspor kabut beracun. Toh, asap tetaplah asap… dan saya tetap harus hidup di rumah yang setiap pagi sudah tak ada [...]
Banyak orang menikmati ketidaklaziman, terutama dan biasanya diatasnamakan selera. Demi mempertahankan selera uniknya, ada kawan yang menghabiskan minum lebih dulu sebelum menyantap makanan. Selesai makan, dia tak mau minum lagi. “Kalau habis makan kita minum, habislah semua kelezatan yang kita rasakan. Untuk apa masakan dibuat lezat-lezat kalau begitu…”
Saya termasuk yang khawatir disebut tak lazim. Karena [...]




Komentar Terbaru