Skip to content

WINDEDE.com

Menu
  • Home
  • Esai
  • Kontemplasi
  • Inspirasi
  • Perjalanan
  • Fotografi
  • Budaya
  • Politika
Menu

Blog Mat Kodak, Asli Punya…

Posted on 2 Juni 2008

Bermula dari SMS lucu-lucuan, lalu email cerita kocak, maka lahirlah blog baru dari tokoh yang samasekali bukan baru di dunia tulis-menulis, apalagi potret-memotret. Siapa tak kenal legenda fotografi Indonesia ini, yang popularitas nama aslinya sama dahsyat dengan nama aliasnya: Mat Kodak.

Dialah Ed Zoelverdi, pria nyentrik dengan multi talenta di bidang jurnalistik: penulis hebat, fotografer kawakan, karikaturis, juga editor film. Suatu hari, babeh, begitu saya memanggil beliau sejak menjadi muridnya di Lembaga Pers Dr Soetomo (LPDS) Jakarta tahun 1999, mengirim SMS: “Gue pernah sewa web tapi gak terurus, ilang aja duit 35 dolar, kpn ente sempat ajarin dong bikin blog…”

Saya bilang, itu perkara sangat gampang, dan tak perlu sedia duit dolar karena everything free. Di dunia penuh kemudahan seperti sekarang, bikin blog tak lebih sulit dari bikin email. Makanya heran juga ketika suatu waktu saya ketemu eksekutif sebuah perusahaan, dan saat kami hendak bertukar alamat email, si eksekutif ngaku emailnya sedang off. “Wah sudah lama saya gak buka email, lupa alamatnya…” Hahaha…

Maka, bergeraklah saya memenuhi permintaan babeh. Urusan pertama mencarikan domain name. Tadinya mau bikin matkodak.com, tapi ternyata sudah dipakai orang. Risiko di wilayah kebebasan penguasaan domain. Lagi pula, tak ada paten siapapun untuk nama “mat kodak” baik oleh Ed Zoelverdi maupun “Kodak” sendiri. “Ya udah, edzoelverdi.com pun okelah,” kata babeh akhirnya.

Hari itu, urusan pendaftaran domain, sewa hosting dan sebagainya selesai dalam hitungan menit. Bongkar-pasang theme layout tak memakan waktu lama, maklum serba gratis dari WordPress – lagi pula keahlian saya memang sebatas bongkar-pasang itu saja hahaha. Malamnya, saya bertandang ke rumah babeh di daerah Sumur Batu, Jakarta Pusat. Pertama, untuk silaturahmi karena sudah 4 tahun lebih kami tak berjumpa. Kedua, urusan blog ini perlu ada kursus singkatnya.

Mat Kodak sudah menunggu. Dengan kopi jahe dan brownis kukus made in Mirah Delima kami ngobrol sangat akrab bak kawan lama, padahal dari usia saya lebih cocok jadi cucunya. Babeh dengan antusias bercerita tentang kesibukannya sekarang, buku-bukunya yang sedang disiapkan dan tinggal diterbitkan, jasa bankfoto yang sudah bertahun-tahun dijalankan, aktivitasnya mengajar kelas fotografi di sejumlah perguruan tinggi, juga pandangan-pandangannya mengenai situasi politik terkini.

Keasyikan ngobrol, kursus blog akhirnya tak terjadi. Disepakati pelajaran teknis tentang posting dan lain-lain dilakukan lewat komunikasi email saja. Saya meyakinkan bahwa nge-blog itu gampang. Segampang kirim email di mailing list. Dan babeh tentu saja meyakini hal itu. Semangatnya menggebu-gebu. Saat diskusi menyinggung soal umur, misalnya, beliau bilang usia dalam konteks badaniah boleh saja tua, tetapi kemanfaatan hidup tak diukur dari sudah seberapa lama orang hidup di dunia.

Tanpa diminta, Mat Kodak segera membuktikan hal itu. Dia masuk ke kamar pribadi, mengambil kamera digital Nikon Coolpix warna hitam, kemudian memotret saya beberapa kali. Dia fotografer yang telah melewati pengalaman panjang bersama kamera SLR analog, namun dengan semangat fotografisnya kini menenteng camdig yang kompak sejenis coolpix. Di dinding rumahnya ada beberapa pigura foto-foto hitam-putih karyanya, termasuk salah satunya foto Bung Karno sedang dikerubuti masyarakat. Di sebelah foto Bung Karno itu ada foto hasil olah digital dengan tajuk one million dollar man. Semacam sertifikat yang dipersembahkan Ed Zoelverdi kepada kawan-kawan dekatnya. Saya kebagian satu persembahan duit satu juta dolar dengan kata-kata bijak di sekelilingnya itu.

Sekarang blog Mat Kodak sudah bisa dinikmati. Alamatnya di www.edzoelverdi.com, berisi macam-macam tulisan dari yang terbaru sampai arsip tulisan lama, foto-foto terbaru dan tentu saja foto-foto lama. Saya sendiri, setelah hampir 10 tahun mengenal beliau, baru tahu sejarah Mat Kodak setelah membaca posting beliau di sini.

Selamat datang di blogsphere, beh. Sebagai senior di dunia jurnalistik, tulisan dan foto-foto babeh pasti jadi pelajaran sangat berharga bagi kami yang muda-muda ini. Tapi sebagai junior di dunia blog, babeh jangan pernah sungkan bertanya kepada sesama blogger, mereka ramah-ramah dan baik hati kok…

Like & Share

10 thoughts on “Blog Mat Kodak, Asli Punya…”

  1. paman tyo berkata:
    3 Juni 2008 pukul 15:03

    assikkkkk! mat kodak melihat untuk sejuta mata. mestinya diterbitkan lagi. saya ingat, di zaman pradigital, ketika banyak orang minder pakai kamera saku, mat kodak pakai kamera saku buat jeprat-kepret di gedung dewan pers (lembaga pers dokter soetomo). kamera biasa, di mata orang tak biasa, bisa menghasilkan jepretan bernlai. 😀

    moral cerita mat kodak yang saya ingat: ketika memotret sudah membayangkan desain grafis (layout), termasuk tampang sampul. soal lain? ya kehiarauan dia sebagai pewarta foto terhadap bahasa jurnalistik, untuk mengimbanhi jawanisasi dalam bahasa indonesia. 😀

    salam saya untuk dia. tentu dia tak kenal saya.

    Balas
  2. eddy berkata:
    3 Juni 2008 pukul 22:21

    Ah, jadi penasaran….

    Balas
  3. Yoyo berkata:
    4 Juni 2008 pukul 18:30

    udah berkunjung ke sana, salut lah …. !

    Balas
  4. imcw berkata:
    4 Juni 2008 pukul 19:32

    Jujur saya baru tahu ada tokoh hebat semacam MatKodak.

    Balas
  5. sawali tuhusetya berkata:
    5 Juni 2008 pukul 03:12

    mat kodak? nama yang sudah pernah saya dengar pak windede. salut juga kalau beliau sudah punya blog. kayaknya banyak ilmu yang bisa kita serap dari sana.

    Balas
  6. Narcizmâ„¢ berkata:
    7 Juni 2008 pukul 15:38

    seep2, blogosphare smakin ramai dengan orang2 hebat 😉

    *meluncur*

    Balas
  7. Ersis Warmansyah Abbas berkata:
    8 Juni 2008 pukul 23:23

    Walah … jadi pingin ketemu Uda Ed … terakhir di Banjarmasin beberapa waktu lalu. Tolong salam ya Win … Jangan lupa ajak ke rumahnya bila ulun ke Jakarata (lagi).

    Balas
  8. asri nur aini berkata:
    4 September 2008 pukul 13:44

    wuiih.. dosen saya ternyata…

    Balas
  9. EZEKIEL berkata:
    15 Oktober 2011 pukul 11:51

    @yerrboiJOSEPH I found my victim http://t.co/gK4uFGIz

    Balas
  10. ck. berkata:
    5 Januari 2012 pukul 22:48

    mas, kalau boleh tau kenapa blognya mati? apa karena bang ed baru saja meninggal dunia? atau memang domainnya sudah habis masa berlakunya? adakah domain lain yg bisa dikunjungi? terima kasih.

    Balas

Tinggalkan Balasan ke Yoyo Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

About

 

WinDede a.k.a Erwin D. Nugroho.

Anak kampung dari pelosok Kalimantan, bermukim dan beraktivitas di belantara Jakarta. Selain menulis dan memotret, jalan-jalan adalah kegemarannya yang lain.

My Book

My Youtube

https://youtu.be/2vSExaDnOTQ

My Instagram

Sesi foto keluarga, biar ada kenangannya... #eeeaa Sesi foto keluarga, biar ada kenangannya... #eeeaaaa
Si bungsu udah macam anak tunggal... Si bungsu udah macam anak tunggal...
Sesi foto tiga generasi... Sesi foto tiga generasi...
Baru terima nih official photos dari graduation du Baru terima nih official photos dari graduation dua pekan yg lalu. Harus diposting dong yak, hahaha...
Terima kasih Rektor UAI Prof. Dr. Ir. Asep Saefudd Terima kasih Rektor UAI Prof. Dr. Ir. Asep Saefuddin, M.Sc.
Bersama Dekan Fakultas Hukum UAI Dr. Yusup Hidayat Bersama Dekan Fakultas Hukum UAI Dr. Yusup Hidayat, S.Ag., M.H.
Sekali-sekali dapat predikat tertinggi selain ukur Sekali-sekali dapat predikat tertinggi selain ukuran badan hehe 😁
Alumni FH UAI angkatan 2018 👨‍🎓👩‍🎓 Alumni FH UAI angkatan 2018 👨‍🎓👩‍🎓
Alhamdulillah... Alhamdulillah...
Load More Follow on Instagram

Arsip Blog

Posting Terakhir

  • Liburan Tipis-Tipis ke Singapura (2): Semakin Ramah bagi Turis Muslim
  • Liburan Tipis-Tipis ke Singapura (1): Tiket Pesawat Lebih Murah ketimbang Rute Domestik
  • Ogi, Amtenar Aktivis
  • Uji Bebas Covid-19
  • Nyetir Sendiri Keliling Eropa (4): Bebas Ngebut di Jerman, Taat Speed Limit di Prancis dan Belanda
  • Nyetir Sendiri Keliling Eropa (3): Semua Urusan Dikelola Mesin, Bisa Curang Tapi Tetap Patuh
©2026 WINDEDE.com | Design: Newspaperly WordPress Theme