Setelah Hujan Singkat Itu…

Bulir air di dahan bambu. Segar sekali setelah hujan...

Akhirnya hujan mengguyur kampung kami, sore kemarin. Meski hanya di beberapa titik dan dalam waktu yang singkat sekali. Aroma tanah basah menyeruak menggantikan bau asap yang dua bulan terakhir menemani setiap tarikan napas. Harum, segar…

Pagi ini, langit sedikit cerah. Memang belum biru dan berawan, tapi selimut asap sudah sangat tipis. Jarak pandang membaik, setidaknya sudah cukup untuk memacu kendaraan di atas 80 km/jam. Lalulintas penerbangan beroperasi normal. Tidak seperti dua hari yang lalu, ketika saya harus menunggu 8 jam di Bandara Sepinggan Balikpapan karena Bandara Syamsuddin Noor ditutup akibat asap.

Masalah memang belum selesai. Hujan singkat kemarin boleh jadi hanya menggeser asap ke tempat yang lebih kering. Titik-titik api belumlah padam sempurna. Dengan sedikit terik matahari bisa terbakar lagi. Perlu guyuran hujan beberapa hari untuk membuat titik api benar-benar mati. Syaratnya, jangan hujan lebat berjam-jam; karena itu bisa mengakibatkan banjir!

Demikian. Saya ingin jalan-jalan dulu keluar kantor. Menghirup udara yang sedikit lebih bersahabat.

Salam dari Negeri Asap Banjarbaru…

[foto: windede | kamera: sony dsc f505]

Like & Share

14 Comments on “Setelah Hujan Singkat Itu…”

  1. Alhamdulillah kalau asapnya sudah semakin berkurang. Di Singapura juga asap sudah jauh semakin berkurang, walaupun belum cerah seperti sedia kala.

  2. Setelah lama menghisap asap pekat yang membuat hidung terasa berat menghisap,akhirnya sekarang menjadi plong tak ada asap lagi.Semoga hujan akan terus mengguyur kota kita amien.

  3. Mudah2an kedepan ini bisa lebih sering huijan biar udara bisa lebih besahabat pada system pernafasan kita 🙂

    Monrovia sedang terik-teriknya sampai bulan Maret ini, kepulan debu pun ramai beterbangan dihempas lalu-lalang-nya taxi2 kuning nan peyot itu, ada baiknya musim panas kali ini di Liberia, paling tidak sedikit jalan-jalan penghubung yang bisa bertahan dan tidak buru2 berubah fungsi jadi kubangan kerbau sehabis disiram hujan.

  4. klo pi2t dah 2 miggu ni 2x ujan n alhamdulillah deres petir menyambar2… tp kmrn panasnya minta ampyun dikirain malemnya ujan eh ternyata ga. mudah2an dengan adanya turun ujan, bisa ngatasin ke2ringan, btw dirmh nya om win aernya lancar ga? coz di sekitar lingkungan rmh pi2t byk bgt yg ke2ringan… hehehe jadi cuhat :p

  5. Photonya tak segar ketika saya mengirimkan email ini sekarang udara penuh kabut, menyakitkan pernafasan. Hhmmm…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.