Skip to content

WINDEDE.com

Menu
  • Home
  • Esai
  • Kontemplasi
  • Inspirasi
  • Perjalanan
  • Fotografi
  • Budaya
  • Politika
Menu

Setelah Hujan Singkat Itu…

Posted on 4 November 2006

Bulir air di dahan bambu. Segar sekali setelah hujan...

Akhirnya hujan mengguyur kampung kami, sore kemarin. Meski hanya di beberapa titik dan dalam waktu yang singkat sekali. Aroma tanah basah menyeruak menggantikan bau asap yang dua bulan terakhir menemani setiap tarikan napas. Harum, segar…

Pagi ini, langit sedikit cerah. Memang belum biru dan berawan, tapi selimut asap sudah sangat tipis. Jarak pandang membaik, setidaknya sudah cukup untuk memacu kendaraan di atas 80 km/jam. Lalulintas penerbangan beroperasi normal. Tidak seperti dua hari yang lalu, ketika saya harus menunggu 8 jam di Bandara Sepinggan Balikpapan karena Bandara Syamsuddin Noor ditutup akibat asap.

Masalah memang belum selesai. Hujan singkat kemarin boleh jadi hanya menggeser asap ke tempat yang lebih kering. Titik-titik api belumlah padam sempurna. Dengan sedikit terik matahari bisa terbakar lagi. Perlu guyuran hujan beberapa hari untuk membuat titik api benar-benar mati. Syaratnya, jangan hujan lebat berjam-jam; karena itu bisa mengakibatkan banjir!

Demikian. Saya ingin jalan-jalan dulu keluar kantor. Menghirup udara yang sedikit lebih bersahabat.

Salam dari Negeri Asap Banjarbaru…

[foto: windede | kamera: sony dsc f505]

Like & Share

14 thoughts on “Setelah Hujan Singkat Itu…”

  1. IndraPr berkata:
    4 November 2006 pukul 11:13

    Alhamdulillah kalau asapnya sudah semakin berkurang. Di Singapura juga asap sudah jauh semakin berkurang, walaupun belum cerah seperti sedia kala.

    Balas
  2. unai berkata:
    4 November 2006 pukul 13:38

    Akhirnya hujan juga ya pak..Alhamdulillah…semoga bisa menyegarkan…lagi..fotonya keren 🙂

    Balas
  3. Lihan berkata:
    4 November 2006 pukul 16:04

    Setelah lama menghisap asap pekat yang membuat hidung terasa berat menghisap,akhirnya sekarang menjadi plong tak ada asap lagi.Semoga hujan akan terus mengguyur kota kita amien.

    Balas
  4. Luigi berkata:
    5 November 2006 pukul 22:06

    Mudah2an kedepan ini bisa lebih sering huijan biar udara bisa lebih besahabat pada system pernafasan kita 🙂

    Monrovia sedang terik-teriknya sampai bulan Maret ini, kepulan debu pun ramai beterbangan dihempas lalu-lalang-nya taxi2 kuning nan peyot itu, ada baiknya musim panas kali ini di Liberia, paling tidak sedikit jalan-jalan penghubung yang bisa bertahan dan tidak buru2 berubah fungsi jadi kubangan kerbau sehabis disiram hujan.

    Balas
  5. maya berkata:
    6 November 2006 pukul 11:27

    hujan sudah dinantikan juga di semarang mas..sumuk..panaaasss!! menyerang tiap hari.

    kangen bau tanah diguyur hujan, segeeeerrr!!

    Balas
  6. devie berkata:
    6 November 2006 pukul 16:53

    potonya seger.

    moga bisa segera ngatasin bencana asap dan ndak ndatengin bencana baru (banjir, longsor etc). amiiiin

    Balas
  7. phie2t berkata:
    6 November 2006 pukul 17:03

    klo pi2t dah 2 miggu ni 2x ujan n alhamdulillah deres petir menyambar2… tp kmrn panasnya minta ampyun dikirain malemnya ujan eh ternyata ga. mudah2an dengan adanya turun ujan, bisa ngatasin ke2ringan, btw dirmh nya om win aernya lancar ga? coz di sekitar lingkungan rmh pi2t byk bgt yg ke2ringan… hehehe jadi cuhat :p

    Balas
  8. Anang berkata:
    6 November 2006 pukul 23:26

    surabaya masih panas om…

    Balas
  9. BARRY berkata:
    7 November 2006 pukul 01:25

    Photo nya sip banget. Mengikuti jalan cerita tentang kesegaran cuaca!

    Balas
  10. Lazuardi berkata:
    7 November 2006 pukul 18:51

    Photonya tak segar ketika saya mengirimkan email ini sekarang udara penuh kabut, menyakitkan pernafasan. Hhmmm…

    Balas
  11. tito berkata:
    7 November 2006 pukul 21:46

    tetesan airnya bikin haus. Cleguk….Pengen minum..

    Balas
  12. topan berkata:
    8 November 2006 pukul 18:35

    Alhamdulillah, disini semalem hujan deras, tapi sumur2 dah pada kering.Terpaksa harus beli air bersih tuk mandi.Piye jal….?

    Balas
  13. -f berkata:
    9 November 2006 pukul 08:38

    alahmdulillah, selamat tinggal negeri asap.
    sampai jumpa tahun depan! *loh*

    Balas
  14. adeeeeeee berkata:
    19 Desember 2006 pukul 20:55

    foto nya kueeeren abisss

    Balas

Tinggalkan Balasan ke Lazuardi Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

About

 

WinDede a.k.a Erwin D. Nugroho.

Anak kampung dari pelosok Kalimantan, bermukim dan beraktivitas di belantara Jakarta. Selain menulis dan memotret, jalan-jalan adalah kegemarannya yang lain.

My Book

My Youtube

https://youtu.be/2vSExaDnOTQ

My Instagram

Sesi foto keluarga, biar ada kenangannya... #eeeaa Sesi foto keluarga, biar ada kenangannya... #eeeaaaa
Si bungsu udah macam anak tunggal... Si bungsu udah macam anak tunggal...
Sesi foto tiga generasi... Sesi foto tiga generasi...
Baru terima nih official photos dari graduation du Baru terima nih official photos dari graduation dua pekan yg lalu. Harus diposting dong yak, hahaha...
Terima kasih Rektor UAI Prof. Dr. Ir. Asep Saefudd Terima kasih Rektor UAI Prof. Dr. Ir. Asep Saefuddin, M.Sc.
Bersama Dekan Fakultas Hukum UAI Dr. Yusup Hidayat Bersama Dekan Fakultas Hukum UAI Dr. Yusup Hidayat, S.Ag., M.H.
Sekali-sekali dapat predikat tertinggi selain ukur Sekali-sekali dapat predikat tertinggi selain ukuran badan hehe 😁
Alumni FH UAI angkatan 2018 👨‍🎓👩‍🎓 Alumni FH UAI angkatan 2018 👨‍🎓👩‍🎓
Alhamdulillah... Alhamdulillah...
Load More Follow on Instagram

Arsip Blog

Posting Terakhir

  • Liburan Tipis-Tipis ke Singapura (2): Semakin Ramah bagi Turis Muslim
  • Liburan Tipis-Tipis ke Singapura (1): Tiket Pesawat Lebih Murah ketimbang Rute Domestik
  • Ogi, Amtenar Aktivis
  • Uji Bebas Covid-19
  • Nyetir Sendiri Keliling Eropa (4): Bebas Ngebut di Jerman, Taat Speed Limit di Prancis dan Belanda
  • Nyetir Sendiri Keliling Eropa (3): Semua Urusan Dikelola Mesin, Bisa Curang Tapi Tetap Patuh
©2026 WINDEDE.com | Design: Newspaperly WordPress Theme