Skip to content

WINDEDE.com

Menu
  • Home
  • Esai
  • Kontemplasi
  • Inspirasi
  • Perjalanan
  • Fotografi
  • Budaya
  • Politika
Menu

Buruk Rupa? Ganti Wajah Aja!

Posted on 3 Desember 2005

Ini bukan dongeng. Teknologi telah membuat dunia kedokteran bisa melakukan transplantasi wajah — pertukaran dengan cara mencangkok wajah orang lain ke wajah si pasien. Mirip kisah di film Face Off yang dibintangi Nicholas Cage itu.

Adalah Jean-Michel Dubernard, dokter bedah terkenal di Perancis yang memimpin sebuah operasi besar transplantasi wajah selama 15 jam. Pasiennya seorang wanita berusia 38 tahun yang identitasnya dirahasiakan. Menurut kabar, wajah wanita ini rusak setelah diserang seekor anjing pada pertengahan Mei silam. Bukan itu saja. Ia juga menjadi sulit mengunyah dan bicara.

Operasi ini tentu memicu kontroversi. Tapi Dubernard bersama timnya tetap jalan karena yakin bahwa cangkok wajah adalah memungkinkan, seperti juga selama ini telah lazim operasi cangkok organ tubuh lain semisal ginjal, mata atau jantung. Apalagi, Dubernard sendiri sudah pernah punya pengalaman melakukan operasi cangkok tangan!

Ke mana mencari donor wajah? Itu urusan lain. Yang pasti, tim dokter memperoleh donor dari seorang perempuan yang mengalami mati otak. Seperti halnya pasien, pendonor wajah pun tidak diungkapkan identitasnya. Operasi dilakukan di Amiens Hospital, Lyon hari Minggu kemarin.

“Tidak ada masalah pascaoperasi,” kata Bernard Devauchelle, salah seorang anggota tim dokter saat konferensi pers. “Pasien bangun tepat 24 jam kemudian dan kalimat pertamanya adalah merci (terima kasih).” Operasi dilakukan di bagian wajah, sebagian hidung, bibir, dan dagu.

Tim dokter menyebut kondisi pasien terus membaik. Devauchelle mengaku sangat puas melihat hasil kecocokan warna dan tekstur kulit pendonor dan penerima. “Hasil operasi itu benar-benar melebihi harapan kami.”

Operasi memang sukses. Tapi bukan tanpa risiko. Selain kemungkinan penolakan dari tubuh pasien, dan itu sangat mungkin berakibat fatal, obat pemulihan pun konon bisa memicu kanker.

***

Operasi cangkok wajah yang pertama di Perancis itu tentu dilakukan karena alasan medis yang masuk akal. Si pasien bukan ingin “ganti penampilan” karena kecewa dengan anugerah wajah lahiriahnya. Tetapi karena memang ada kecelakaan yang membuat hidupnya menjadi sulit.

Tetapi sukses operasi pertama pastilah menjadi inspirasi untuk operasi berikutnya. Sekaligus membuka peluang untuk operasi dengan alasan yang non-medis. Misalnya, alasan ganti wajah untuk orang yang merasa dirinya buruk rupa. Selama ini, utak-atik organ penampilan sudah menjadi hal biasa. Sebutlah contoh orang memancungkan hidung, melancipkan dagu atau mengencangkan payudara. Hasilnya bisa baik, bisa juga amburadul samasekali. Sering kita lihat hidung orang yang dioperasi menjadi tidak klop dengan wajahnya. Atau dagu yang dilancipkan malah membuat si empunya wajah menyerupai nenek sihir.

Cangkok wajah mungkin akan berbeda. Setidaknya operasi ini bukan utak-atik atau modifikasi, tetapi memindah sepotong wajah manusia ke wajah manusia yang lain. Kalau wajah pendonor cantik, maka penerima donor akan menjadi cantik. Pasien bakal mewarisi warna kulit dan rona muka yang khas dari pemilik wajah sebelumnya.

Yang sulit dibayangkan adalah ini; pasca operasi, pasien bertemu dengan kawan lama si pemilik wajah. Si kawan tahu bahwa wajah itu adalah milik orang yang sudah tiada. Hmmm… sebuah kesengajaan reinkarnasi lewat kecanggihan teknologi!

Ngomong-ngomong, kalau Anda berminat, wajah siapakah yang ingin Anda tempel untuk mengganti wajah Anda sekarang?

Saya… sementara belum berminat. :p

Like & Share

2 thoughts on “Buruk Rupa? Ganti Wajah Aja!”

  1. gani berkata:
    23 April 2008 pukul 15:06

    saya denganwajah saya sekarang sangat besukur masih bayak wanita yang mau menerima saya apaada’y cz inerbeauty saya yang membantu memperganteng diri saya….

    Balas
  2. irest berkata:
    30 Oktober 2008 pukul 13:37

    Makasih yah berkat adanya ini maka tugas biologi dari sekolah bica terselesaikan x agi makacih yah

    Balas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

About

 

WinDede a.k.a Erwin D. Nugroho.

Anak kampung dari pelosok Kalimantan, bermukim dan beraktivitas di belantara Jakarta. Selain menulis dan memotret, jalan-jalan adalah kegemarannya yang lain.

My Book

My Youtube

https://youtu.be/2vSExaDnOTQ

My Instagram

Sesi foto keluarga, biar ada kenangannya... #eeeaa Sesi foto keluarga, biar ada kenangannya... #eeeaaaa
Si bungsu udah macam anak tunggal... Si bungsu udah macam anak tunggal...
Sesi foto tiga generasi... Sesi foto tiga generasi...
Baru terima nih official photos dari graduation du Baru terima nih official photos dari graduation dua pekan yg lalu. Harus diposting dong yak, hahaha...
Terima kasih Rektor UAI Prof. Dr. Ir. Asep Saefudd Terima kasih Rektor UAI Prof. Dr. Ir. Asep Saefuddin, M.Sc.
Bersama Dekan Fakultas Hukum UAI Dr. Yusup Hidayat Bersama Dekan Fakultas Hukum UAI Dr. Yusup Hidayat, S.Ag., M.H.
Sekali-sekali dapat predikat tertinggi selain ukur Sekali-sekali dapat predikat tertinggi selain ukuran badan hehe 😁
Alumni FH UAI angkatan 2018 👨‍🎓👩‍🎓 Alumni FH UAI angkatan 2018 👨‍🎓👩‍🎓
Alhamdulillah... Alhamdulillah...
Load More Follow on Instagram

Arsip Blog

Posting Terakhir

  • Liburan Tipis-Tipis ke Singapura (2): Semakin Ramah bagi Turis Muslim
  • Liburan Tipis-Tipis ke Singapura (1): Tiket Pesawat Lebih Murah ketimbang Rute Domestik
  • Ogi, Amtenar Aktivis
  • Uji Bebas Covid-19
  • Nyetir Sendiri Keliling Eropa (4): Bebas Ngebut di Jerman, Taat Speed Limit di Prancis dan Belanda
  • Nyetir Sendiri Keliling Eropa (3): Semua Urusan Dikelola Mesin, Bisa Curang Tapi Tetap Patuh
©2026 WINDEDE.com | Design: Newspaperly WordPress Theme