< Browse > Home / General / Blog article: Akhirnya, Buku Saya Terbit

| Mobile | RSS

Akhirnya, Buku Saya Terbit

8 May 2007 | Ada 18 Komentar | General

MIMPI itu akhirnya terwujud sudah. Keinginan menerbitkan buku karya sendiri menjadi kenyataan. Sebelum ini, saya memang ikut menulis di beberapa buku. Tapi karya bersama alias multi author. Email dari Tanah Suci, buku oleh-oleh haji ini, dengan posisi saya sebagai penulis tunggal (ceileee…), sudah diluncurkan hari Minggu kemarin di Banjarmasin.

Email dari Tanah SuciBuku ini tebalnya 224 halaman, berisi 40 artikel yang dibagi dalam enam bab. Diberi judul Email dari Tanah Suci karena isinya memang catatan-catatan yang saya tulis setiap hari selama di Tanah Suci dan kemudian dikirimkan melalui email ke Indonesia untuk dimuat di Radar Banjarmasin dan Grup JPNN lain.

Buku yang diterbitkan Arga Publishing Jakarta ini diapresiasi dua tokoh nasional. Pertama, Ary Ginanjar Agustian, master trainer ESQ (emotional spiritual quotient) yang juga Presdir ESQ Leadership Center Jakarta. Dalam buku ini Pak Ary menuliskan prolog berjudul Ibadah Penyempurna, yang dalam salah satu kutipannya menyebut bahwa banyak sisi human interest dalam perjalanan haji setiap Muslim, yang mungkin terasa remeh-temeh, “Tapi menjadi menarik ketika Erwin menuliskannya dengan deskriptif, khas tulisan jurnalis.”

Kedua, Emha Ainun Nadjib. Budayawan nyentrik yang digelari kiyai mbeling ini secara khusus mengapresiasi buku saya dengan menulis artikel berjudul Jurnalisme Isro’ di bagian epilog buku ini. Dengan gayanya yang khas, Cak Nun –sapaan akrab Emha— memulai tulisannya dengan sebuah doa; “Doa saya: Erwin naik haji lima kali dan minimal lima kali menaikkan haji orang lain.”

Cak Nun menyebut apa yang saya tulis dalam Email dari Tanah Suci adalah refleksi dari seorang yang telah melaksanakan Haji Dauriyah (haji jurnalisme). Itulah sebabnya Cak Nun berdoa supaya saya lima kali naik haji supaya kelak bisa menulis lagi buku catatan haji dengan tingkatan yang lebih tinggi; Haji Fikriyah (intelektual, ilmiah), lantas Haji Ruhaniyah (spiritual, rohaniah), Haji Tsaqafiyah (kultural) dan Haji Kamaliyah (menyeluruh, ”sempurna”).

Selain Ary Ginanjar dan Emha Ainun, buku ini juga direkomendasikan untuk dibaca oleh sejumlah tokoh, yang memberi endorsment di kulit belakang buku. Antara lain pimpinan Wisata Hati Ust. Yusuf Mansur, pelantun shalawat Ust. Haddad Alwy, dan penulis buku-buku Islami yang juga pembimbing haji, Ust. Hamim Thohari. Yusuf Mansur menyebut; ”Membaca buku ini, memunculkan kerinduan akan Tanah Suci. Dan bagi yang belum ke Tanah Suci, masya Allah, siapa tahu menjadi tambahan dorongan untuk bermunajat dan mendekatkan diri kepada Allah, langsung di depan Ka’bahnya.”

Email dari Tanah Suci sudah diluncurkan hari Minggu (6/5) lalu dalam acara Temu Alumni ESQ se-Kalimantan di Banjarmasin, Kalsel. Peluncuran ditandai dengan pidato singkat saya mengenai isi buku itu, di hadapan seribuan undangan. Saya kemudian secara simbolis menyerahkan buku ini kepada Pak Ary, yang hadir dalam acara tersebut.

”Buku ini sangat penting dibaca, baik bagi mereka yang sudah berhaji maupun yang belum,” kata Pak Ary.

Dalam waktu satu-dua pekan ke depan, buku Email dari Tanah Suci sudah bisa diperoleh di toko-toko buku. Sekarang sedang dalam proses distribusi oleh penerbit. Maaf berjuta ampun, hanya beberapa orang yang bisa saya kirimi gratis, karena meskipun sebagai penulis, saya tetap harus membeli buku ini, sebab jatah cuma-cuma dari penerbit untuk penulis 10 biji saja hehehe…

Tulis komentar 1384 views, 2 so far today |

Fatal error: Call to undefined function wp_related_posts() in /home/windede/public_html/wp-content/themes/Digital Statement/single.php on line 35