Mengelabui Kecerdikan Laba-Laba

Tak ada penyamaran sehebat yang pernah dilakukan binatang. Naluri hewani ditambah keajaiban dari Tuhan membuat mereka kerap tak tertangkap mata. Banyak sekali cerita mengenai kecerdikan binatang menyelamatkan diri dari pemangsa. Anda bisa menyaksikannya setiap hari di Dicovery Channel atau juga National Geographic.

Namun kali ini kecerdikan seekor laba-laba terkalahkan oleh ketajaman sebuah lensa. Dengan kamera Sony DSC F717 pinjaman, saya iseng hunting binatang-binatang kecil untuk diperbesar dengan macro. Hasilnya tentu lebih baik ketimbang kamera Nikon Coolpix yang sehari-hari saya kantongi.

Dengan batang lensa cukup panjang, F717 bisa menangkap objek kecil secara lebih close up. Sebenarnya tak berbeda jauh dengan coolpix berpiksel di atas 5MP, sepanjang objek mendapat cukup banyak cahaya. Hanya saja, lensa carl zeiss yang include di F717 membuat kemampuannya melakukan focusing bisa lebih baik. Termasuk memberi ketajaman berbeda antara objek utama dengan latar belakang.

Saya melihat makhluk kecil itu bergerak di batang bambu kering. Dari kejauhan nyaris tak terlihat, karena warna tubuh laba-laba ini sama persis dengan dahan bambu. Kesamaan itu bukan saja pada warna, tetapi juga tekstur dan garis-garis di tubuh dan kakinya. Berharap si laba-laba bertahan pada posisinya untuk waktu yang lama adalah mustahil. Karena itu, memang harus gerak cepat, sebelum si monster kecil ini melarikan diri.

Yeah, syukurnya saya sering hoki untuk urusan begini. Entah kenapa, si laba-laba tak bereaksi ketika lensa nyaris menempel di dekat tubuhnya. Sambil menahan napas, satu capture berhasil diambil. Hasilnya buruk. Wah… ternyata setting macro belum dipasang. Syukurlah, setelah beberapa detik men-set mode macro on, laba-laba ini masih ada di tempatnya. Saya sempat memotret beberapa frame sebelum akhirnya dia benar-benar menghilang.

Laba-laba kedua saya temukan di sebuah pokok kayu...Â

Saya bergeser ke tempat lain. Di sebuah potongan kayu lapuk ada laba-laba yang berbeda. Posisinya lebih baik sehingga saya bisa dapat angle yang lebih baik pula; lengkap dengan kaki-kakinya yang bergerak dan latar belakang putih langit. Tetapi, dari dua laba-laba ini, saya tetap lebih surprise dengan laba-laba pertama; dengan usaha penyamaran di warna dahan bambu yang sama dengan warna tubuhnya.

Laba-laba di rumah yang dipotret pakai camdig Nikon Coolpix.Laba-laba ketiga saya temukan di rumah, sedang berjalan cepat di daun pintu, dan saya foto dengan kamera Nikon Coolpix 2100. Maklum, kamera pinjaman sudah dikembalikan. Anda pasti bisa membedakan kualitas foto dari dua kamera yang berbeda kelas ini, terutama dalam hal ketajaman dan kemampuan menangkap cahaya. Meskipun, bagi saya dua-duanya tetap masih bisa menyuguhkan detil objek dengan baik.

Oh iya, jangan bayangkan yang saya foto ini laba-laba besar yang biasa menggantung di sudut-sudut rumah, dengan sarang berbentuk jaring yang mereka tenun sendiri. Sungguh, laba-laba ini tidak lebih besar dari kancing baju kemeja Anda. ***

Foto: Windede | Kamera: Sony DSC F717 & Nikon Coolpix 2100.

Win Dede

Win Dede a.k.a Erwin D. Nugroho. Anak kampung dari pelosok Kalimantan, bermukim dan beraktivitas di belantara Jakarta. Selain menulis dan memotret, jalan-jalan adalah kegemarannya yang lain.

Beri Tanggapan (atau pilih komentar via akun media sosial)

18 tanggapan untuk “Mengelabui Kecerdikan Laba-Laba

  • 7 Oktober 2006 pada 10:43
    Permalink

    ini keren pak !!! selalu saya nemu foto yang bagus di sini.

  • 7 Oktober 2006 pada 12:36
    Permalink

    fotona bagus bagus deh mas..:)

    btw, kalo spiderman bisa dikelabui juga ga mas?..;)

  • 7 Oktober 2006 pada 12:46
    Permalink

    wah hebat. kok bisa ketangkep dengan jelas dan besar pula ya… kameranya canggih tuh

  • 8 Oktober 2006 pada 04:40
    Permalink

    Wah macro mania yah.. bagus.. aku gagal terus ngambil macro gak pernah dpt bagus 🙁

  • 8 Oktober 2006 pada 12:42
    Permalink

    ati-ati ke kegigit..itu bukan laba-laba radioaktif khan?Mana tau dari pergelangan keluar cairan…cruut…cruuut jadilah spider-man

  • 8 Oktober 2006 pada 20:39
    Permalink

    secara obyektif : bagus banget!!
    secara subyektif : laba-laba…!! *pingsan* =p

  • 9 Oktober 2006 pada 09:07
    Permalink

    Dia masih SD kali, jadi ILMU nyamarnya belum sempurna 😀

  • 9 Oktober 2006 pada 12:03
    Permalink

    loom pernah masuk sekolah khusus intelejen kali Om, makanya nyamrnya masih buruk. 😀

  • 9 Oktober 2006 pada 14:18
    Permalink

    Weitss,foto2nya keren tuh Om,hehehe.Mau juga dunks keliling Indonesia tecinta.Mau ngajak ga??hehehe.

  • 9 Oktober 2006 pada 16:15
    Permalink

    canggih euy om windede…

    klo aku boleh difoto ga? *genit mode on*

    halah :p

  • 9 Oktober 2006 pada 17:06
    Permalink

    kamera pinjaman aja bagus ya, apalagi punya sendiri… *gak nyambung yak om?:d*

  • 11 Oktober 2006 pada 08:01
    Permalink

    jadi tambah mupenk gue ama kameranya maz…
    btw,,punya elo yang brapa pixelkah?

  • 5 Desember 2006 pada 09:30
    Permalink

    keren wabizzzz…. Ajarin aku donk!

  • 20 Oktober 2007 pada 09:07
    Permalink

    bagus juga tetapi yang lebih bagus laba – labanya karena aku suka laba -labanya mengerti

  • 18 September 2008 pada 14:30
    Permalink

    laba-laba…menarik…bagaimana dengan laba-laba jadian???lebih seru tuh kalau ketangkap cameranya…

Komentar ditutup.

Loading Facebook Comments ...
Loading Disqus Comments ...

No Trackbacks.