Arsip untuk June, 2006
Akhirnya bencana itu datang kembali. Air bah mengalir dari waduk Riam Kanan, menghancurkan keramba-keramba penduduk di sepanjang aliran sungai, menyapu rumah-rumah bertonggak kayu yang rapuh, menghanyutkan beberapa nyawa manusia, merendam belasan kampung dan memaksa ribuan warga mengungsi ke perbukitan.
Saya termasuk yang masih bisa tidur nyenyak beberapa hari terakhir karena tinggal di daerah cukup tinggi. Rintik [...]
Perkembangan industri pers yang demikian dahsyat belakangan ini telah menggeser cara berpikir sebagian besar jurnalis dalam memahami berita. Ketika dulu akurasi menjadi urusan terpenting, sekarang mungkin tidak lagi. Sebab ada yang (ternyata) lebih penting dari itu; apakah sebuah berita layak dijual.
Berita dengan “pendekatan dagangan” macam ini kemudian memunculkan kebiasaan baru dalam menentukan skala prioritas ketika [...]




Komentar Terbaru