Dari Negeri yang Lapar

Inilah foto terbaik sejagat tahun ini. Lembaga penyelenggara World Press Photo of the Year menasbihkan jepretan Finbarr O’Reilly, fotografer kantor berita Reuters, sebagai foto terbaik menyisihkan sedikitnya 80 ribu foto karya fotografer profesional lain dari 122 negara.

“Foto ini melukiskan keindahan, kengerian dan keputusasaan sekaligus,” kata ketua dewan juri, James Colton dari Sports Illustrated.

O’Reilly, pria asal Kanada itu, memotret momen ini di sebuah klinik bantuan makanan darurat di Tahoua, Nigeria Barat Laut, 1 Agustus 2005. Negeri di Benua Afrika itu memang sedang dilanda kelaparan. Dalam foto itu seorang anak lelaki, dengan jari-jari tangannya yang mungil, membelai mulut ibunya. Seolah memberi simbol “tutup mulut” untuk derita yang tengah mendera.

Berkat rekaman peristiwa dari negeri yang lapar itu, O’Reilly berhak membawa pulang hadiah 10 ribu euro (lebih kurang Rp120 juta), yang akan diterimanya dalam sebuah launching pameran di Amsterdam, April mendatang. Bersama O’Reilly ada 63 fotografer lain dari berbagai belahan dunia yang juga memperoleh award.

Foto-foto penderitaan dan kehancuran akibat bencana masih mendominasi foto-foto terbaik tahun ini (karena yang dinilai adalah jepretan tahun 2005), selain juga sejumlah foto dari daerah perang dan konflik. Entahlah, apakah dari puluhan foto yang masuk nominasi dan bakal dipamerkan di Amsterdam itu ada foto jepretan fotografer Indonesia, atau setidaknya foto dengan objek berlokasi di Indonesia. Sejauh yang saya tahu, untuk juara, tak tersebut satu foto pun dari Indonesia.

Mungkin fotografer di negeri ini masih harus lebih banyak belajar lagi. Atau sebaliknya, dewan juri yang menentukan World Press Photo of the Year itu yang perlu diberi “pemahaman baru” mengenai cara menjadi juri yang baik hehehe…

Foto-foto saya? Hmmm, jangankan penghargaan dunia, kejuaraan kelas kampung saja rasanya tak masuk hitungan.

Di bawah ini sebagian foto yang menjadi juara sesuai kategori masing-masing. Letakkan kursor Anda di atas foto untuk melihat caption.


Win Dede

Win Dede a.k.a Erwin D. Nugroho. Anak kampung dari pelosok Kalimantan, bermukim dan beraktivitas di belantara Jakarta. Selain menulis dan memotret, jalan-jalan adalah kegemarannya yang lain.

2 tanggapan untuk “Dari Negeri yang Lapar

  • 11 Mei 2007 pada 17:51
    Permalink

    pengambilan gambar yang sesuai dengan kenyataan yang ada di dalam kehidupan membuat photo ini menjadi menarik untuk di simak

    Balas
  • 5 Juli 2008 pada 19:27
    Permalink

    saya suka foto-fot anda….lain dari yang lain….semoga hasil dan konsep foto yang original…tx

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.