Skip to content

WINDEDE.com

Menu
  • Home
  • Esai
  • Kontemplasi
  • Inspirasi
  • Perjalanan
  • Fotografi
  • Budaya
  • Politika
Menu

Memulai Business Trip ke China

Posted on 19 Mei 2007

 

SETELAH empat tahun, saya akhirnya harus ke China lagi. Berkunjung ke sejumlah kota di Tiongkok, menghirup udara sejuk di penghujung musim dingin, sembari membuka lebar mata menyaksikan betapa majunya negeri berpenduduk 1,3 miliar manusia ini.

Tentu benak dipenuhi rasa penasaran. Kampung saya saja, dalam empat tahun, sudah berubah luar biasa. Daerah yang tadinya sepi sekarang menjadi sentra industri. Pusat kota menyesak, karena kendaraan bertambah saling himpit. Apalagi RRT yang geliat ekonominya demikian dahsyat. Empat tahun pasti telah mengubah banyak hal. 

Saya di Tembok Besar China, empat tahun yang lalu.Trip kali ini bukanlah berwisata, seperti perjalanan ke China sebelumnya. Agendanya lebih spesifik; business trip. Saya memang bergabung dalam rombongan besar; Indonesia China Business Council (ICBC), sebuah organisasi yang didedikasikan untuk jalinan bisnis Indonesia-China. Ada lebih 100 orang ikut, dipimpin bos Maspion Group Alim Markus.

Perjalanan dimulai Senin dini hari, 21 Mei, dari Soekarno-Hatta menuju Xiamen, kota utama di Provinsi Fujian yang terkenal sebagai kawasan industri. Di Xiamen hanya transit sebentar di Gaogi Airport, lantas melanjutkan perjalanan ke Beijing. Dua hari di Beijing tentu cukup untuk keluyuran. Apalagi memang tak ada agenda penting kecuali jalan-jalan!

Baru ada acara resmi di hari ke tiga, karena saya beserta rombongan mesti menuju kota Dalian, di sebelah timur Beijing, untuk sebuah pertemuan dengan pemerintah dan pengusaha setempat. Kabarnya bakal ada semacam penandatangan kerjasama investasi di kota pelabuhan yang padat dan penting ini. Entahlah, saya sendiri, karena sekadar pengikut, belum tahu pasti apa acara resmi itu.

Dari Dalian perjalanan dilanjutkan ke Qingdao, kota di pantai selatan yang juga padat. Sejumlah pertemuan dengan para pebisnis Tiongkok akan dilakukan di kota ini. Kunjungan berikutnya adalah ke Weifan, kota yang bahkan namanya pun masih begitu asing bagi saya. Karena dua kota ini belum pernah saya datangi, maka trip kali ini pastilah menarik.

China sedang menikmati kemajuan, menyongsong masa depan yang semakin tak terduga; termasuk bilakah, pada saatnya, negeri ini akan melampaui kedigdayaan ekonomi Amerika. Banyak yang meramal waktunya tak seberapa lama lagi  — mengingat untuk beberapa hal, China bahkan sudah lebih maju dan jauh meninggalkan, bukan saja ekonomi, tetapi juga kesombongan, Amerika.

Dunia sedang memasang mata ke  Negeri Tirai Bambu. Untuk segala hal. Untuk apapun. Orang-orang berdatangan ke Tiongkok, membelalakkan mata dengan decak yang tak berhenti. Mengagumi sesuatu yang sepatutnya memang dikagumi. Negeri raksasa itu sudah benar-benar meraksasa. Seolah membuktikan sabda; Belajarlah sampai ke Negeri China…

Like & Share

6 thoughts on “Memulai Business Trip ke China”

  1. Seggaf berkata:
    20 Mei 2007 pukul 15:09

    Jangan lupa bawa oleh-oleh yang banyak …

    Balas
  2. dodski berkata:
    25 Mei 2007 pukul 19:31

    china memang mengagumkan! proyek persiapan olimpiade benar-benar bikin mulut menganga penuh kesima. blm lagi keajaiban pembangunan yg gencar ia laksanakan. tingkat pertumbuhan ekonomi yg fantastis pula (saingan berat dgn vietnam). tak pelak lagi… kita perlu belajar hingga ke negri china 🙂

    Balas
  3. devie berkata:
    26 Mei 2007 pukul 20:44

    bawa oleh oleh yang menarik ya om dari china. sisi lain cina yang ndak diungkap media mungkin.

    Balas
  4. ario dipoyono berkata:
    28 Mei 2007 pukul 16:17

    walah enak sekali bisa jalan2 ke China, oleh2 nya dong

    Balas
  5. Yohandromeda S berkata:
    29 Mei 2007 pukul 12:16

    subhanallah…. semoga semua pelajaran yang diperoleh dari negeri China bisa menginspirasi perubahan dan perbaikan gasan Banua………….
    serius amat ya, komentarnya!!!???

    Balas
  6. sasmiadi Harianto berkata:
    8 Juni 2007 pukul 23:46

    Tlong ajari cara menjalankan bisnis dengan baik

    Balas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

About

 

WinDede a.k.a Erwin D. Nugroho.

Anak kampung dari pelosok Kalimantan, bermukim dan beraktivitas di belantara Jakarta. Selain menulis dan memotret, jalan-jalan adalah kegemarannya yang lain.

My Book

My Youtube

https://youtu.be/2vSExaDnOTQ

My Instagram

Sesi foto keluarga, biar ada kenangannya... #eeeaa Sesi foto keluarga, biar ada kenangannya... #eeeaaaa
Si bungsu udah macam anak tunggal... Si bungsu udah macam anak tunggal...
Sesi foto tiga generasi... Sesi foto tiga generasi...
Baru terima nih official photos dari graduation du Baru terima nih official photos dari graduation dua pekan yg lalu. Harus diposting dong yak, hahaha...
Terima kasih Rektor UAI Prof. Dr. Ir. Asep Saefudd Terima kasih Rektor UAI Prof. Dr. Ir. Asep Saefuddin, M.Sc.
Bersama Dekan Fakultas Hukum UAI Dr. Yusup Hidayat Bersama Dekan Fakultas Hukum UAI Dr. Yusup Hidayat, S.Ag., M.H.
Sekali-sekali dapat predikat tertinggi selain ukur Sekali-sekali dapat predikat tertinggi selain ukuran badan hehe 😁
Alumni FH UAI angkatan 2018 👨‍🎓👩‍🎓 Alumni FH UAI angkatan 2018 👨‍🎓👩‍🎓
Alhamdulillah... Alhamdulillah...
Load More Follow on Instagram

Arsip Blog

Posting Terakhir

  • Liburan Tipis-Tipis ke Singapura (2): Semakin Ramah bagi Turis Muslim
  • Liburan Tipis-Tipis ke Singapura (1): Tiket Pesawat Lebih Murah ketimbang Rute Domestik
  • Ogi, Amtenar Aktivis
  • Uji Bebas Covid-19
  • Nyetir Sendiri Keliling Eropa (4): Bebas Ngebut di Jerman, Taat Speed Limit di Prancis dan Belanda
  • Nyetir Sendiri Keliling Eropa (3): Semua Urusan Dikelola Mesin, Bisa Curang Tapi Tetap Patuh
©2026 WINDEDE.com | Design: Newspaperly WordPress Theme