Skip to content

WINDEDE.com

Menu
  • Home
  • Esai
  • Kontemplasi
  • Inspirasi
  • Perjalanan
  • Fotografi
  • Budaya
  • Politika
Menu

Heboh Serangan Pari Siang Hari

Posted on 22 Maret 2007

Suasana Pantai Lamaru....

TINGGAL di tempat baru pastilah membutuhkan proses adaptasi. Selain menghangatkan kembali persahabatan lama yang sempat merenggang, berkenalan dengan orang-orang yang samasekali baru, saya juga memulai perjalanan keliling kota, merasakan atmosfer Balikpapan yang beberapa hari ini diguyur hujan. Salah satu perjalanan yang pasti menarik adalah ke tempat wisata.

Itulah kemudian yang membuat saya memilih pergi ke pantai. Di Kota Minyak ini, banyak pantai yang jadi tempat warga berkunjung. Dari sekadar pinggiran laut seperti di Losari, yang di sini dinamai Melawai, hingga pantai-pantai wisata seperti Manggar dan Lamaru.

Saya memilih Lamaru, berkat promosi saudara saya yang menyebut di pantai ini lebih asyik karena tempatnya relatif bersih dan tersedia fasilitas memadai bagi pengunjung. Bersama keluarga saya pergi ke kawasan yang melewati perkampungan nelayan di Timur Balikpapan ini.

Tak ada yang terlalu menarik, karena seperti halnya pantai-pantai yang lain, pastilah heboh dengan bocah-bocah yang bermain pasir, remaja bermain bola sampai pengunjung yang bermain-main di air laut. Safa dan Afif, dua jagoan saya itu, tampak gembira sekali.

Tetapi suasana ceria di Lamaru berubah heboh ketika sekelompok remaja dengan panik membopong rekannya yang meringis kesakitan. Riska, nama gadis yang dibopong itu, tampak sangat lemas dan hanya dibaringkan di pasir tanpa ada bantuan medis berarti. “Dia diserang ikan pari,” kata rekan-rekannya.

Memang tak jelas benar apakah memang ikan pari yang menyerang Riska. Yang pasti, di kaki kirinya terdapat luka yang membuat bagian pergelangan kaki tampak membiru. Kawan-kawannya hanya mengikat kaki gadis ini dengan secarik kain putih. Tak ada seseorang yang bisa dimintai tolong saat itu, termasuk pengelola kawasan wisata ini.

Siang itu, sekira pukul 13.00, Riska dan kawan-kawannya datang ke Lamaru dengan dua unit bus dari Samarinda. Sesampai di pantai yang selalu ramai di akhir pekan ini dia menuju ke laut, bermain-main hingga cukup jauh ke tengah. Tak berapa lama, Riska berteriak kesakitan. Sesuatu menyentuh kaki kirinya.

Riska dibopong ke pinggir pantai. Setelah lebih 15 menit dibaringkan tanpa bantuan medis, dia akhirnya dibawa ke puskesmas terdekat menggunakan sepeda motor. Semua yang menyaksikan saat itu sangat khawatir karena tubuh gadis ini semakin lemas dan kakinya membiru. Saat itu, tak terlihat ada guru atau pembimbing yang mendampingi.

 

Ikan Pari (Dasyatis uarnak) adalah ikan yang memiliki pangkal ekor sangat berbahaya, karena mengandung racun. Di ekor ikan berbentuk pipih ini terdapat taji yang bentuknya bergerigi. Sebagian besar racun di taji ekor ikan ini mengandung racun berupa toksin yang bisa mengakibatkan kesakitan seketika. Dalam kadar tertentu, racun ini akan membuat orang yang terserang menjadi hilang kesadaran dan bahkan bisa mengakibatkan kematian.

Serangan ikan pari paling heboh adalah ketika pemburu buaya terkenal, Steve Irwin, harus bertemu ajal karena sengat maut pari berduri yang menyerang dadanya saat melakukan rekaman bawah laut di perairan Great Barrier Reef, Australia.

Tapi, benarkah yang menyerang Riska di Lamaru itu adalah pari? Masih belum jelas. Yang pasti, dari ciri-cirinya memang seperti itu. “Kalau cuma ubur-ubur nggak sampai seperti ini,” kata seorang pengunjung.

Saya hanya manggut-manggut…

Like & Share

12 thoughts on “Heboh Serangan Pari Siang Hari”

  1. Ersis Warmansyah Abbas berkata:
    23 Maret 2007 pukul 09:14

    Ajak dong kita berwisata om, tapi jauhi dari serangan Pari apalagi Hiu, he … he …

    Balas
  2. IndraPr berkata:
    23 Maret 2007 pukul 17:00

    Sengatan pari cukup berbahaya, Steve Irwin aja meninggal karena sengatan pari. Mudah-mudahan gadis itu tidak apa-apa.

    Balas
  3. ogi fajar nuzuli berkata:
    4 April 2007 pukul 21:33

    heboh juga ya….

    Balas
  4. agam berkata:
    19 Agustus 2007 pukul 18:06

    kalau di kampung gue, aceh singkil , banyak ikan pari. saudara gue pernah bawa ekornya doang ke jambi .katanya buat berantem.emang sih ……ekornya kaya cambuk ….aya – aya wae. agam 081519630789

    Balas
  5. fadhil bsa berkata:
    4 Desember 2007 pukul 11:35

    makax jgn maen tok…..blajar donggggggggg,skrg rasain tu akibatx…….

    Balas
  6. fazeli Rahman berkata:
    18 Januari 2008 pukul 12:08

    Anggaplah itu smua takdir …..kan senang jeee
    so untuk menghabiskan hidup kita jgn terlalu bergembira hingga lupa daratan…setiap langkah harus diberi perhatian

    Balas
  7. joni berkata:
    27 Februari 2008 pukul 15:55

    m.l yu

    Balas
  8. septian berkata:
    18 Juni 2008 pukul 20:43

    kasihan ya,,cakep-cakep diserang pari

    Balas
  9. Sugy Mantouw berkata:
    12 November 2008 pukul 17:04

    hati-2 bermain dilaut semua jenis binatang laut teramat sangat berbisa

    Balas
  10. Surya berkata:
    16 Juni 2009 pukul 14:51

    racun pari tidak akan berbahaya kalau diberikan pengobatan yang memadai, steve irwin meninggal karena duri pari tersebut menembus jantungnya, bukan karena racun di duri tersebut.

    Balas
  11. computer miami berkata:
    7 Juli 2011 pukul 12:03

    It’s hard to find knowledgeable people on this topic, but you sound like you know what you’re talking about! Thanks

    Balas
  12. Ragezzo berkata:
    5 April 2013 pukul 16:25

    Pari itu apaan sih????

    Balas

Tinggalkan Balasan ke ogi fajar nuzuli Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

About

 

WinDede a.k.a Erwin D. Nugroho.

Anak kampung dari pelosok Kalimantan, bermukim dan beraktivitas di belantara Jakarta. Selain menulis dan memotret, jalan-jalan adalah kegemarannya yang lain.

My Book

My Youtube

https://youtu.be/2vSExaDnOTQ

My Instagram

Sesi foto keluarga, biar ada kenangannya... #eeeaa Sesi foto keluarga, biar ada kenangannya... #eeeaaaa
Si bungsu udah macam anak tunggal... Si bungsu udah macam anak tunggal...
Sesi foto tiga generasi... Sesi foto tiga generasi...
Baru terima nih official photos dari graduation du Baru terima nih official photos dari graduation dua pekan yg lalu. Harus diposting dong yak, hahaha...
Terima kasih Rektor UAI Prof. Dr. Ir. Asep Saefudd Terima kasih Rektor UAI Prof. Dr. Ir. Asep Saefuddin, M.Sc.
Bersama Dekan Fakultas Hukum UAI Dr. Yusup Hidayat Bersama Dekan Fakultas Hukum UAI Dr. Yusup Hidayat, S.Ag., M.H.
Sekali-sekali dapat predikat tertinggi selain ukur Sekali-sekali dapat predikat tertinggi selain ukuran badan hehe 😁
Alumni FH UAI angkatan 2018 👨‍🎓👩‍🎓 Alumni FH UAI angkatan 2018 👨‍🎓👩‍🎓
Alhamdulillah... Alhamdulillah...
Load More Follow on Instagram

Arsip Blog

Posting Terakhir

  • Liburan Tipis-Tipis ke Singapura (2): Semakin Ramah bagi Turis Muslim
  • Liburan Tipis-Tipis ke Singapura (1): Tiket Pesawat Lebih Murah ketimbang Rute Domestik
  • Ogi, Amtenar Aktivis
  • Uji Bebas Covid-19
  • Nyetir Sendiri Keliling Eropa (4): Bebas Ngebut di Jerman, Taat Speed Limit di Prancis dan Belanda
  • Nyetir Sendiri Keliling Eropa (3): Semua Urusan Dikelola Mesin, Bisa Curang Tapi Tetap Patuh
©2026 WINDEDE.com | Design: Newspaperly WordPress Theme