Skip to content

WINDEDE.com

Menu
  • Home
  • Esai
  • Kontemplasi
  • Inspirasi
  • Perjalanan
  • Fotografi
  • Budaya
  • Politika
Menu

Thanks Didats… Kamsia Google…

Posted on 23 September 2006

Traffic meledak gara-gara spam 

Yeah, akhirnya, setelah hiatus hampir satu bulan, blog ini bangkit lagi. Hidup dari mati suri yang menyakitkan. Sebuah kombinasi yang lengkap antara kelancangan eksperimen, kesialan dan sikap menganggap enteng. Sejumlah kejadian membuat perjalanan blog ini mungkin bisa dibikin sinetron. Penuh liku dan lucu :p

Ledakan gara-gara spam...Saya bingung harus bercerita dari mana. Yang pasti, suatu hari, setelah lelah dengan blog penuh spam, saya memutuskan pindah mesin dari pMachine ke WordPress. Tak cukup sampai di situ. Saya juga memutuskan pindah hosting dan mutasi domain. Berharap dapat keberuntungan dan nasib yang lebih baik di rumah baru dan mesin baru.

Maka tragedi tak terhindarkan. Pasca ”pindahan rumah” itu, spam rupanya tetap nunut. Bandwith limit tersedot rata-rata di atas 500 MB setiap hari. Saya kebingungan dan saking bingungnya tak bertanya kepada siapa-siapa. Sambil berlogika ala orang awam, saya dengan cueknya menghapus sejumlah file, melakukan uninstall beberapa program di cpanel, mematikan fitur-fitur yang saya curigai diserang spam dan menjadi penyebab meledaknya bandwith, berharap traffic kembali normal. Tindakan sembrono menghapus sejumlah file itu berbuntut masalah. Ternyata, database wordpress di mySQL ikut terhapus pula. Padahal justru di situlah semua posting “bersemayam”. Maka, musnahlah posting selama setahun. Habislah semua catatan.

Dalam pasrah saya hanya bisa tersenyum kecut. Beberapa kawan memvonis bahwa posting-posting itu telah lenyap bersama angin. Karena merasa semua sudah berakhir dan harus dimulai dari nol lagi, maka semua file yang berhubungan dengan blog saya hapus dari server. Termasuk Galeri Foto, yang belakangan, baru saya ketahui, ternyata adalah biang masalah sebagai pintu masuk ribuan spam yang menyedot bandwith.

Beberapa hari kemudian saya hanya memasang ”halaman duka cita” yang disertai sebuah shout box, sambil dengan semangat yang tersisa memulai pembuatan sebuah blog baru. Saya masih dalam suasana hampir putus asa ketika suatu hari kontak dengan Didats, si ”Pujangga CSS” itu. Obrolan di chat Gmail sampai pada ihwal hilangnya posting-posting saya. Surprise, Didats memberi jalan keluar yang tak terbayangkan sebelumnya. ”Apa sudah coba cari di cache google?”

Cache google? Barang apa pula itu? Dengan sedikit bimbingan teknis dari sang ahli, saya memulai petualangan. Luarbiasa, posting-posting saya yang sudah lenyap dari database windede.com ternyata masih tersimpan rapi di server google. Memang tidak semuanya, karena beberapa posting terbaru rupanya belum sempat terekam di cache history Google. Justru semua posting lama bisa diselamatkan. Thank Didats… kamsia Google.

Semangat saya kembali lagi. Meskipun harus disusun manual dengan copy-paste dari google ke server windede.com, toh ini masih lebih baik daripada hilang samasekali. Saya tinggal mengerjakan desain halaman saja, yang memang saya niatkan berubah dari sebelumnya, sekadar untuk ganti suasana dan… mungkin semacam buang sial hehehe…

Begitulah. Welkambek… selamat menikmati Windede dot Com versi baru.

Like & Share

9 thoughts on “Thanks Didats… Kamsia Google…”

  1. medon berkata:
    24 September 2006 pukul 05:10

    Welcome Back bro!

    Balas
  2. atta berkata:
    24 September 2006 pukul 12:08

    yup
    cara serupa juga menyelamatkan arsip postingan saya. Google memang superhero 😉
    btw, terima kasih fotonya. argh senggigi. miss that beach so much 😀

    Balas
  3. Imponk berkata:
    24 September 2006 pukul 17:32

    Didats sang penyelamat! 😀

    Balas
  4. didats berkata:
    24 September 2006 pukul 22:21

    *tersipu sipu*

    kalo nanti aku ke daerahnya mase, aku minta mas jadi guide yak…
    wakakaka… 😀

    halah! kapan coba ke sana…. 🙂

    Balas
  5. YNa berkata:
    25 September 2006 pukul 06:38

    Met ngeblog lagi pak..
    Tetap semangat! 😀

    Salut sama kerja kerasnya, dan bikin blog ini makin ciamik 😉

    Balas
  6. devie berkata:
    25 September 2006 pukul 09:03

    dulu blogkoe juga sempat kolaps, tapi berkat cachenya mbah google bisa kembali beberapa postingan lama. google emang top abis dah!

    welkome bek Om!

    Balas
  7. Qky berkata:
    25 September 2006 pukul 09:09

    Didats emang top abis deh 😉
    Selamat menulis kembali… 🙂

    Balas
  8. frozi berkata:
    25 September 2006 pukul 10:46

    welkambek bro!
    ditunggu postingannya 🙂
    plugins wp-nya install juga win

    Balas
  9. juragan berkata:
    3 Agustus 2007 pukul 12:38

    welcome back, sama kayak saya

    Balas

Tinggalkan Balasan ke YNa Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

About

 

WinDede a.k.a Erwin D. Nugroho.

Anak kampung dari pelosok Kalimantan, bermukim dan beraktivitas di belantara Jakarta. Selain menulis dan memotret, jalan-jalan adalah kegemarannya yang lain.

My Book

My Youtube

https://youtu.be/2vSExaDnOTQ

My Instagram

Sesi foto keluarga, biar ada kenangannya... #eeeaa Sesi foto keluarga, biar ada kenangannya... #eeeaaaa
Si bungsu udah macam anak tunggal... Si bungsu udah macam anak tunggal...
Sesi foto tiga generasi... Sesi foto tiga generasi...
Baru terima nih official photos dari graduation du Baru terima nih official photos dari graduation dua pekan yg lalu. Harus diposting dong yak, hahaha...
Terima kasih Rektor UAI Prof. Dr. Ir. Asep Saefudd Terima kasih Rektor UAI Prof. Dr. Ir. Asep Saefuddin, M.Sc.
Bersama Dekan Fakultas Hukum UAI Dr. Yusup Hidayat Bersama Dekan Fakultas Hukum UAI Dr. Yusup Hidayat, S.Ag., M.H.
Sekali-sekali dapat predikat tertinggi selain ukur Sekali-sekali dapat predikat tertinggi selain ukuran badan hehe 😁
Alumni FH UAI angkatan 2018 👨‍🎓👩‍🎓 Alumni FH UAI angkatan 2018 👨‍🎓👩‍🎓
Alhamdulillah... Alhamdulillah...
Load More Follow on Instagram

Arsip Blog

Posting Terakhir

  • Liburan Tipis-Tipis ke Singapura (2): Semakin Ramah bagi Turis Muslim
  • Liburan Tipis-Tipis ke Singapura (1): Tiket Pesawat Lebih Murah ketimbang Rute Domestik
  • Ogi, Amtenar Aktivis
  • Uji Bebas Covid-19
  • Nyetir Sendiri Keliling Eropa (4): Bebas Ngebut di Jerman, Taat Speed Limit di Prancis dan Belanda
  • Nyetir Sendiri Keliling Eropa (3): Semua Urusan Dikelola Mesin, Bisa Curang Tapi Tetap Patuh
©2026 WINDEDE.com | Design: Newspaperly WordPress Theme