Skip to content

WINDEDE.com

Menu
  • Home
  • Esai
  • Kontemplasi
  • Inspirasi
  • Perjalanan
  • Fotografi
  • Budaya
  • Politika
Menu

Uji Nyali di Sirkuit Balap

Posted on 3 April 2006

Persiapan sebelum start. Saya pakai motor nomor 22, bergaya bak pembalap profesional juga.

Akhir pekan kemarin, atas ajakan seorang kawan, saya menjajal balap motokros di Sirkuit Mandiangin Banjarbaru, salah satu tempat balap dengan lintasan yang diakui para pembalap sebagai sirkuit paling berat. Sebenarnya tak begitu cocok untuk latihan ringan atau sekadar have fun, karena sirkuit ini biasa dipakai untuk pertandingan kelas-kelas profesional.

Tapi, yeah… namanya juga coba-coba, ya hajar saja. Tak ada masalah. Acara dadakan ini hampir tak disengaja. Iseng-iseng saya memenuhi ajakan kawan yang memang gemar balapan. Tadinya hanya berniat nonton. Eh… setelah mendengar suara deru motor yang meraung-raung, adrenalin seperti terbakar, nyali tertantang.

Maka, saya beranikan diri menunggang motor garang itu. Seumur-umur tak pernah ikut balap, dan… setelah 5 tahun terakhir harus pakai mobil, saya nyaris tak pernah lagi mengendarai sepeda motor. Artinya pasti akan ada kegagapan. Apalagi begitu pakai sepeda motor, langsung di sirkuit balap dengan gundukan-gundukan jumping yang lumayan menakutkan.

Pada lap pertama, saya hanya menjalankan motor seperti ojek, berjalan pelan yang penting ke depan. Sekalian adaptasi dan penguasaan medan begitulah… Ternyata, melewati gundukan jumping itu justru tak boleh pelan, karena motor bisa mogok pas di puncak gundukan. Maka, balapan serasa dimulai ketika saya kemudian nekat menancap gas.

Ternyata, nyaman saja. Tak ada masalah. Terbang-terbang dikit beberapa centi di atas tanah justru mengasyikkan. Memain-mainkan gas, menghentak kopling untuk daya kejut yang membuat ban depan terangkat, menikung dengan posisi miring dan yeah… macam-macamlah seakan-akan saya ini jadi pembalap sungguhan.

Saya lupa menghitung sudah berapa kali memutari sirkuit. Saya baru berhenti ketika kawan lain yang satu track dengan saya berhenti. Hmmm… berkeringat juga, mungkin karena bajunya yang agak ketat, maklum pinjaman. Celana jins saya belepotan tanah, yang memang berterbangan dari putaran ban depan dan belakang. Belum lagi cipratan lumpur dari rekan yang menyalip.

Aksi balapan sore itu sungguh membuat saya refresh. Sebuah pengalaman baru yang ternyata mengasyikkan. Tidak mengganggu pengguna jalan lain seperti yang dilakukan orang-orang ini, karena bukan sekadar tidak di jalan raya, sirkuit ini bahkan berada di tengah hutan yang jauh dari rumah penduduk.

Tetapi saya tidak yakin olahraga otomotif ini bakal jadi hobi. Selain mahal, rasanya saya bukan tipe penantang celaka seperti pembalap lain, yang dengan enteng ngomong… “kalo jatuh sih biasa, patah tangan dan luka-luka juga langganan lah…”

Uji nyali kemarin sekadar mencoba, ternyata ada dunia lain yang menarik juga untuk dirasakan.

Like & Share

5 thoughts on “Uji Nyali di Sirkuit Balap”

  1. Ping-balik: soma
  2. Ping-balik: buy adipex p
  3. Ping-balik: ambien cr
  4. TAMBAL BAN berkata:
    11 Juli 2008 pukul 19:43

    wah asyik tuh…kapan kita enjoy bareng nih…kabarin saya yah…saya jg mo nyoba nih…

    Balas
  5. eating disorders berkata:
    16 Mei 2011 pukul 07:16

    It’s a shame you don’t have a donate button! I’d definitely donate to this excellent blog! I guess for now i’ll settle for bookmarking and adding your RSS feed to my Google account. I look forward to new updates and will talk about this blog with my Facebook group. Chat soon!

    Balas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

About

 

WinDede a.k.a Erwin D. Nugroho.

Anak kampung dari pelosok Kalimantan, bermukim dan beraktivitas di belantara Jakarta. Selain menulis dan memotret, jalan-jalan adalah kegemarannya yang lain.

My Book

My Youtube

https://youtu.be/2vSExaDnOTQ

My Instagram

Sesi foto keluarga, biar ada kenangannya... #eeeaa Sesi foto keluarga, biar ada kenangannya... #eeeaaaa
Si bungsu udah macam anak tunggal... Si bungsu udah macam anak tunggal...
Sesi foto tiga generasi... Sesi foto tiga generasi...
Baru terima nih official photos dari graduation du Baru terima nih official photos dari graduation dua pekan yg lalu. Harus diposting dong yak, hahaha...
Terima kasih Rektor UAI Prof. Dr. Ir. Asep Saefudd Terima kasih Rektor UAI Prof. Dr. Ir. Asep Saefuddin, M.Sc.
Bersama Dekan Fakultas Hukum UAI Dr. Yusup Hidayat Bersama Dekan Fakultas Hukum UAI Dr. Yusup Hidayat, S.Ag., M.H.
Sekali-sekali dapat predikat tertinggi selain ukur Sekali-sekali dapat predikat tertinggi selain ukuran badan hehe 😁
Alumni FH UAI angkatan 2018 👨‍🎓👩‍🎓 Alumni FH UAI angkatan 2018 👨‍🎓👩‍🎓
Alhamdulillah... Alhamdulillah...
Load More Follow on Instagram

Arsip Blog

Posting Terakhir

  • Liburan Tipis-Tipis ke Singapura (2): Semakin Ramah bagi Turis Muslim
  • Liburan Tipis-Tipis ke Singapura (1): Tiket Pesawat Lebih Murah ketimbang Rute Domestik
  • Ogi, Amtenar Aktivis
  • Uji Bebas Covid-19
  • Nyetir Sendiri Keliling Eropa (4): Bebas Ngebut di Jerman, Taat Speed Limit di Prancis dan Belanda
  • Nyetir Sendiri Keliling Eropa (3): Semua Urusan Dikelola Mesin, Bisa Curang Tapi Tetap Patuh
©2026 WINDEDE.com | Design: Newspaperly WordPress Theme