Skip to content

WINDEDE.com

Menu
  • Home
  • Esai
  • Kontemplasi
  • Inspirasi
  • Perjalanan
  • Fotografi
  • Budaya
  • Politika
Menu

Hati-Hati, Azhari Belum Mati

Posted on 11 November 2005

“Jangan pergi ke mal dulu. Diduga tiga orang anggota Dr. Azhari sedang berada di tempat-tempat keramaian dengan membawa masing-masing 2 bom di dada. Mereka adalah Rahma Azhari, Sarah Azhari dan Ayu Azhari…”

***
Hehehe. Tentu saja kutipan di atas itu cuma anekdot. Seorang kawan mengirimkannya lewat SMS di penghujung Ramadan lalu. Ogah membalasnya waktu itu karena lagi puasa kok malah ngomongin “bom di dada”. Sekarang, ketika Dr Azhari diklaim mati dalam penyergapan oleh polisi, saya tiba-tiba ingat SMS itu lagi.

Pastilah tak ada hubungan sosiologis, politis, ekonomis apalagi biologis antara keluarga Azhari yang artis dengan Dr. Azhari yang teroris. Kalau soal nama, Dr. Azhari juga kerap ditulis media sebagai Dr. Azahari. Entah mana yang benar [ah, lagi pula, sudah lumrah media suka sembrono menulis nama hehehe]. Sementara Ayu, Sarah dan Rahma, kadang-kadang ditulis Azhari, Azahari atau Ashari.

Posting ini tidak membahas soal latarbelakang kesamaan nama tokoh teroris Dr. Azhari (yang dikabarkan sudah wafat itu) dengan artis-artis seksi Azhari bersaudara (yang sampai sekarang masih hidup, segar bugar dan [maaf] tetap membawa “bom”-nya ke mana-mana). Kebetulan saja SMS itu menyebar beberapa saat setelah bom Bali II meledak, dan tuduhan ditujukan kepada komplotan Dr. Azhari. SMS yang sampai ke saya pastilah sudah SMS ke sekian. Pesan berantai yang memang menjadi mainan bagi orang-orang iseng – sekaligus ladang pendulang uang operator selular.

Dr. Azhari dipastikan mati dalam penyergapan terencana oleh aparat di sebuah vila di Kota Batu, Jatim. (banyak yang menulis Kota Batu, Malang… padahal Batu sekarang adalah kota definitif yang berdiri sendiri di Jatim – dan tak ada hubungan dengan Kota Malang maupun Kabupaten Malang). Semua orang menyambut dengan syukur dan sukacita, seperti halnya pemimpin negara-negara tetangga memberi ucapan selamat atas sukses penumpasan salah seorang gembong teroris yang paling dicari saat ini.

Benarkah Azhari mati? Sebaiknya kita percaya kepada aparat. Sebab, bila tidak, kepada siapa lagi harus percaya? Kabar ini juga setidaknya memberi lebih banyak harapan kepada kita untuk hidup tenteram tanpa ancaman bom. Meskipun ledakan bom sudah nyaris menjadi hal biasa, kita tentu masih tetap berharap agar penghancuran secara keji seperti itu tak terjadi lagi.

Ihwal hidup-mati Azhari memang rahasia Ilahi. Tetapi teknologi memberi jawaban lebih jelas untuk identifikasi jenazah, sehingga kesimpulan yang dibuat oleh polisi (berdasarkan susunan gigi, tes DNA, sidik jari dan sebagainya) itu secara substansial sangat masuk akal untuk dipercaya – dengan asumsi kesimpulan dibuat atas dasar kejujuran. Apalagi, di TKP memang ditemukan cukup banyak barang bukti yang mengarah kepada jaringan perakit bom.

Boleh jadi hanya Azhari yang mati – sementara ideologi penghancur dan peneror yang dibawanya akan terus hidup sepanjang zaman, entah kelak menitis kepada siapa. Apalagi matinya Azhari memang tidak berarti sama dengan musnahnya jaringan teroris. Azhari adalah gembong teroris yang paling dicari, tapi tentu bukan satu-satunya.

Itu artinya hidup belum benar-benar aman – dan memang hidup selalu bersentuhan dengan ancaman. Teror akan terus terjadi selama masih ada penghuni bumi yang merasa hidupnya teraniaya oleh penghuni bumi yang lain. Itu hukum alam. Sunatullah.

Sekarang, kita nikmati saja hidup apa adanya. Sambil sesekali perlu juga menyaksikan penampilan Azhari bersaudara yang, kadang kita sadari kadang tidak, sesungguhnya juga meneror pikiran kita dengan… hmm… dua “bom” yang selalu mereka bawa itu.

Like & Share

16 thoughts on “Hati-Hati, Azhari Belum Mati”

  1. ari3 berkata:
    10 Mei 2007 pukul 16:33

    saya tau klo sarah tu sexy,,

  2. guril gagah berkata:
    12 Mei 2007 pukul 04:10

    aku senang skali melihat kalian dilaya tv soalnya kalian pada cantik-cantik.kalo bisa kasi dong nomer telfonnya

  3. mulyadi berkata:
    16 Mei 2007 pukul 10:14

    gimana ya…hazari itu sebenrnaya..banyak yang menyangka masih hidup..dan tidak akan pernah mati selama, masih ada orang-orang barat yang masih nongol di endonesia..dan itu tujuan hazari..di indonesia..
    tap tjuannya itu..bagus juga biar negara kita tidak di injak-inja sewenang-wenang ama orang barat..
    tp caranya itu kuang bagus..karena yang banyak kenak negatifnya seluruh endonesia..dan yang sengsara juga warga indonesia..
    dan aku minta ama penegak hukum supaya berantasi..semua antek2 hazhari…biar indonesia aman dan tidak tecemar di mata dunia wassalam..

  4. iwan s berkata:
    25 Mei 2007 pukul 00:14

    aku senang pada mereka bertiga, coz akting mereka di tv sangat bagus, tapi ada yang lebih bagus lagi dari mereka yakni 2 gunung kembarnya yang sangat menggiurkan setiap kaum adam. Ouuuuuw BMW( Bahenol, Montok, Wow ceren) hehe…

  5. agus mansu berkata:
    7 Juni 2007 pukul 15:23

    keluarga ashari kaco semua.dasar jablay

  6. agus mansu berkata:
    7 Juni 2007 pukul 15:24

    dasar cewek blangsatan….kawin ma bang yuuukkkkk

  7. Sukmayati Prawiranagara berkata:
    15 Juni 2007 pukul 14:29

    Sadarlah wahai kaum wanita, engkau kaum mulia. jangan suka mengumbar aurat, ingat siksa Alloh sangat pedih.

  8. Sukmayati Prawiranagara berkata:
    15 Juni 2007 pukul 14:34

    Engkau harus segera menyadari bahwa ini adalah dosa besar. Bertaubatlah mumpung pintu tobat masi terbuka.

  9. LEOVARKAS berkata:
    21 Juni 2007 pukul 14:29

    Keindahan tubuh seseorang merupakan augrah Tuhan yang harus kita sukuri, maka nikmati dan sering-seringlah membagi kenikmatan itu dengan orang lain. Maka apa perbedaan tubuh Ayu Azhari dengan daun pepaya ?

  10. Sarah berkata:
    26 Juni 2007 pukul 22:10

    Nama ku Juga Sarah.Aku merasa nama sarah adalah nama yang baik. Bukan berarti aku menganggap sarah yang ini salah atau tidak bagus bahkan jelek.Cuman kurang tepat dan tidak mencerminkan seorang muslim ( dia kan muslim )Sarah adalah ibunda dari Nabi Ismail.Dia sabar dan kuat imannya.Apakah kita sebagai perempuan yang diamanatkan untuk memiliki nama Sarah tidak ingin mencontoh Sarah ibunda Nabi Ismail?

  11. IDRUS berkata:
    30 Juni 2007 pukul 13:30

    RAHMA MAU NGGAK PACARAN AMA AKU?KLO MAU,BOLEH TAU NO HP NYA NGGAK?

  12. danny berkata:
    20 Juli 2007 pukul 10:10

    aku seneng lihat kamu…and aku jga fanz berat kamu,,palagi sarah tampil hot di layar kaca

  13. asmaidi berkata:
    20 Juli 2007 pukul 10:13

    kamu sexy banget, pa blum punya pasangan? to pingin nambah?…………………………………… mau dpet pria yang kuat…….????????

  14. Gaffar berkata:
    28 Juli 2007 pukul 22:41

    Sarah….aku senang banget ama kamu, boleh ngga kenalan ama kamu, soalnya kamu selalu terbayang-bayang dimataku. dn klo kamu mau nolong aku, bisa ngga minta no.hp kamu, boleh kan….

  15. ditya berkata:
    5 Agustus 2007 pukul 17:51

    sarah aku ingin ketemu ma kamu.oya sarah pa kamu dah punya pasangan.klo belum boleh dong aku berkencan denganmu.

  16. andi slank berkata:
    8 Agustus 2007 pukul 21:57

    wah enak nich kalo satu satu tarifnya berapa ?
    boleh nich nyoba satu-satu !!! kwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwwkkw

Comments are closed.

About

 

WinDede a.k.a Erwin D. Nugroho.

Anak kampung dari pelosok Kalimantan, bermukim dan beraktivitas di belantara Jakarta. Selain menulis dan memotret, jalan-jalan adalah kegemarannya yang lain.

My Book

My Youtube

https://youtu.be/2vSExaDnOTQ

My Instagram

Sesi foto keluarga, biar ada kenangannya... #eeeaa Sesi foto keluarga, biar ada kenangannya... #eeeaaaa
Si bungsu udah macam anak tunggal... Si bungsu udah macam anak tunggal...
Sesi foto tiga generasi... Sesi foto tiga generasi...
Baru terima nih official photos dari graduation du Baru terima nih official photos dari graduation dua pekan yg lalu. Harus diposting dong yak, hahaha...
Terima kasih Rektor UAI Prof. Dr. Ir. Asep Saefudd Terima kasih Rektor UAI Prof. Dr. Ir. Asep Saefuddin, M.Sc.
Bersama Dekan Fakultas Hukum UAI Dr. Yusup Hidayat Bersama Dekan Fakultas Hukum UAI Dr. Yusup Hidayat, S.Ag., M.H.
Sekali-sekali dapat predikat tertinggi selain ukur Sekali-sekali dapat predikat tertinggi selain ukuran badan hehe 😁
Alumni FH UAI angkatan 2018 👨‍🎓👩‍🎓 Alumni FH UAI angkatan 2018 👨‍🎓👩‍🎓
Alhamdulillah... Alhamdulillah...
Load More Follow on Instagram

Arsip Blog

Posting Terakhir

  • Liburan Tipis-Tipis ke Singapura (2): Semakin Ramah bagi Turis Muslim
  • Liburan Tipis-Tipis ke Singapura (1): Tiket Pesawat Lebih Murah ketimbang Rute Domestik
  • Ogi, Amtenar Aktivis
  • Uji Bebas Covid-19
  • Nyetir Sendiri Keliling Eropa (4): Bebas Ngebut di Jerman, Taat Speed Limit di Prancis dan Belanda
  • Nyetir Sendiri Keliling Eropa (3): Semua Urusan Dikelola Mesin, Bisa Curang Tapi Tetap Patuh
©2026 WINDEDE.com | Design: Newspaperly WordPress Theme