Skip to content

WINDEDE.com

Menu
  • Home
  • Esai
  • Kontemplasi
  • Inspirasi
  • Perjalanan
  • Fotografi
  • Budaya
  • Politika
Menu

Berjumpa Negeri Senja di Senggigi

Posted on 8 November 2005

Negeri Senja mungkin hanya ada di kumpulan cerpen karya Seno Gumira Ajidarma. Tapi, andai saja saya bertemu Seno, saya akan bilang bahwa mimpinya tentang negeri senja yang menjadi buku fiksi laris itu saya temukan (beberapa menit) di Pantai Senggigi, Mataram.

Ya, kemarin, sepulang dari mudik di Pulau Sumbawa, saya bersama keluarga singgah di Mataram untuk melanjutkan perjalanan ke Surabaya dan kembali ke Banjarmasin. Ada waktu setengah hari di Mataram, sehingga sempat berkeliling pusat-pusat keramaian di Pulau Lombok. Setelah makan siang di Suranadi, sore terbaik di Mataram adalah ke pantai.

Senggigi memang adalah negeri senja, meskipun hanya untuk beberapa menit sebelum akhirnya gelap benar-benar menyelimuti malam. Beda dengan Negeri Senja milik Seno yang sepanjang waktu terus-menerus senja – dengan matahari setengah yang tak kunjung tenggelam, senja di Senggigi adalah sunset pinggir pantai yang selalu menarik

Saya memotret banyak frame untuk mengabadikan sunset Senggigi. Dua yang menarik saya tampilkan di posting kali ini. Foto paling atas adalah siluet dua manusia dengan latar belakang langit keemasan. Istri dan adik ipar saya dengan sukarela menjadi modelnya. Foto paling bawah adalah dua perahu cadik “terdampar” di pantai Senggigi setelah semalaman bersama pemiliknya melaut untuk mencari ikan.

Sementara segini dulu, sekadar mengisi waktu, karena saya sedang buru-buru menuju Bandara Selaparang Mataram untuk terbang ke Surabaya.

Salam hangat dari Negeri Senja…

Like & Share

3 thoughts on “Berjumpa Negeri Senja di Senggigi”

  1. Leequisach berkata:
    3 Mei 2007 pukul 21:29

    I wish only the woman captured on that pic..
    i wish

    Balas
  2. Ruby berkata:
    26 Mei 2007 pukul 21:30

    Setuju….. senggigi kota senja
    I used to be there to kissed a romantic moment when sunset at senggigi.Batu bolong 2005 i’m in love..!!

    Balas
  3. ita berkata:
    16 Desember 2008 pukul 09:55

    Aku setuju banget..
    Keindahannya tiada tara..
    Semoga aja, aku diberikan kesempatan lagi untuk berkunjung kesana..
    Menikmati keindahan itu lagi..
    Sampai ketemu lagi pulau kenanganku..
    Sampai bertemu kembali teman-temanku di Masbagik Lombok Timur..
    Salam kenal juga buat semua pecinta pulau Lombok..
    I really really love that pleace…

    Balas

Tinggalkan Balasan ke Ruby Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

About

 

WinDede a.k.a Erwin D. Nugroho.

Anak kampung dari pelosok Kalimantan, bermukim dan beraktivitas di belantara Jakarta. Selain menulis dan memotret, jalan-jalan adalah kegemarannya yang lain.

My Book

My Youtube

https://youtu.be/2vSExaDnOTQ

My Instagram

Sesi foto keluarga, biar ada kenangannya... #eeeaa Sesi foto keluarga, biar ada kenangannya... #eeeaaaa
Si bungsu udah macam anak tunggal... Si bungsu udah macam anak tunggal...
Sesi foto tiga generasi... Sesi foto tiga generasi...
Baru terima nih official photos dari graduation du Baru terima nih official photos dari graduation dua pekan yg lalu. Harus diposting dong yak, hahaha...
Terima kasih Rektor UAI Prof. Dr. Ir. Asep Saefudd Terima kasih Rektor UAI Prof. Dr. Ir. Asep Saefuddin, M.Sc.
Bersama Dekan Fakultas Hukum UAI Dr. Yusup Hidayat Bersama Dekan Fakultas Hukum UAI Dr. Yusup Hidayat, S.Ag., M.H.
Sekali-sekali dapat predikat tertinggi selain ukur Sekali-sekali dapat predikat tertinggi selain ukuran badan hehe 😁
Alumni FH UAI angkatan 2018 👨‍🎓👩‍🎓 Alumni FH UAI angkatan 2018 👨‍🎓👩‍🎓
Alhamdulillah... Alhamdulillah...
Load More Follow on Instagram

Arsip Blog

Posting Terakhir

  • Liburan Tipis-Tipis ke Singapura (2): Semakin Ramah bagi Turis Muslim
  • Liburan Tipis-Tipis ke Singapura (1): Tiket Pesawat Lebih Murah ketimbang Rute Domestik
  • Ogi, Amtenar Aktivis
  • Uji Bebas Covid-19
  • Nyetir Sendiri Keliling Eropa (4): Bebas Ngebut di Jerman, Taat Speed Limit di Prancis dan Belanda
  • Nyetir Sendiri Keliling Eropa (3): Semua Urusan Dikelola Mesin, Bisa Curang Tapi Tetap Patuh
©2026 WINDEDE.com | Design: Newspaperly WordPress Theme