Skip to content

WINDEDE.com

Menu
  • Home
  • Esai
  • Kontemplasi
  • Inspirasi
  • Perjalanan
  • Fotografi
  • Budaya
  • Politika
Menu

Korupsi Berjamaah Anggota DPRD

Posted on 21 November 2004

Pernahkah Anda merasa benar-benar terwakili oleh wakil rakyat di parlemen? Tidakkah wakil rakyat itu sesungguhnya bekerja untuk kepentingan dirinya sendiri?

Melihat fenomena korupsi di banyak lembaga legislatif daerah akhir-akhir ini, semakin jelaslah bahwa anggota DPRD memang bekerja untuk dirinya sendiri. Kebetulan saja, yang dikerjakan (kadang-kadang, lebih sering tidak) bersinggungan dengan kepentingan orang banyak, dan karena itulah mereka lantas memperoleh gaji di atas rata-rata pegawai atau karyawan.

Menerima gaji dengan pekerjaan yang tak begitu jelas itu saja tidak cukup. Anggota DPRD masih harus korupsi untuk memenuhi raihan rupiahnya. Indonesian Corruption Watch (ICW) mencatat selama 6 bulan pertama tahun 2004 ini saja, kasus korupsi DPRD yang terungkap dan diproses sudah mencapai Rp428,511 miliar! Angka yang tidak sedikit. Asumsinya, kalau yang terungkap dan diproses saja segitu, berapakah yang tak terungkap?

Yang saya tak habis pikir, korupsi di DPRD harus dilakukan secara berjamaah, karena jumlah mereka memang tak sedikit — dan mustahil melakukannya sendiri. Untuk mengambil keputusan “berkorupsi” itu mereka harus bersepakat, kompak, tau sama tau. Sebutlah daerah terkecil dengan 25 anggota, maka 25 orang itu harus “akur” untuk sama-sama korupsi. Setelah akur barulah dicari modusnya seperti apa. Ada yang me-mark up uang tunjangan, menggelembungkan dana asuransi, sampai menganggarkan biaya perjalanan fiktif. Makanya, ketika kasusnya terungkap, mereka harus sama-sama masuk bui. Tengoklah kasus di Sumatera Barat itu.

Ya… sebenarnya, kalo mau bicara lebih baik atau lebih buruk, korupsi berjamaah di DPRD ini relatif masih lebih baik dari sisi pemerataan. Sebab kalau pejabat eksekutif sekelas gubernur, bupati atau walikota melakukan dan menikmati sendiri hasil korupsinya, maka di DPRD duit haram itu dinikmati bersama-sama. Sama-sama enaknya, sama-sama berdosanya.

Saya jadi ingat ucapan seorang ulama: ketika kejahatan dilakukan berkelompok, apalagi dengan jamaah yang berbilang puluhan orang, maka sesungguhnya itu tanda-tanda kembalinya kejayaan zaman jahiliyah. Nauzubillahi mindzalik…

Like & Share

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

About

 

WinDede a.k.a Erwin D. Nugroho.

Anak kampung dari pelosok Kalimantan, bermukim dan beraktivitas di belantara Jakarta. Selain menulis dan memotret, jalan-jalan adalah kegemarannya yang lain.

My Book

My Youtube

https://youtu.be/2vSExaDnOTQ

My Instagram

Sesi foto keluarga, biar ada kenangannya... #eeeaa Sesi foto keluarga, biar ada kenangannya... #eeeaaaa
Si bungsu udah macam anak tunggal... Si bungsu udah macam anak tunggal...
Sesi foto tiga generasi... Sesi foto tiga generasi...
Baru terima nih official photos dari graduation du Baru terima nih official photos dari graduation dua pekan yg lalu. Harus diposting dong yak, hahaha...
Terima kasih Rektor UAI Prof. Dr. Ir. Asep Saefudd Terima kasih Rektor UAI Prof. Dr. Ir. Asep Saefuddin, M.Sc.
Bersama Dekan Fakultas Hukum UAI Dr. Yusup Hidayat Bersama Dekan Fakultas Hukum UAI Dr. Yusup Hidayat, S.Ag., M.H.
Sekali-sekali dapat predikat tertinggi selain ukur Sekali-sekali dapat predikat tertinggi selain ukuran badan hehe 😁
Alumni FH UAI angkatan 2018 👨‍🎓👩‍🎓 Alumni FH UAI angkatan 2018 👨‍🎓👩‍🎓
Alhamdulillah... Alhamdulillah...
Load More Follow on Instagram

Arsip Blog

Posting Terakhir

  • Liburan Tipis-Tipis ke Singapura (2): Semakin Ramah bagi Turis Muslim
  • Liburan Tipis-Tipis ke Singapura (1): Tiket Pesawat Lebih Murah ketimbang Rute Domestik
  • Ogi, Amtenar Aktivis
  • Uji Bebas Covid-19
  • Nyetir Sendiri Keliling Eropa (4): Bebas Ngebut di Jerman, Taat Speed Limit di Prancis dan Belanda
  • Nyetir Sendiri Keliling Eropa (3): Semua Urusan Dikelola Mesin, Bisa Curang Tapi Tetap Patuh
©2026 WINDEDE.com | Design: Newspaperly WordPress Theme