Skip to content

WINDEDE.com

Menu
  • Home
  • Esai
  • Kontemplasi
  • Inspirasi
  • Perjalanan
  • Fotografi
  • Budaya
  • Politika
Menu

Wakil Rakyat yang Sok Ngurusi

Posted on 29 Juli 2004

Ada berita menarik dari Surabaya. Anggota DPRD periode 2004-2009 di kota itu sudah genap sebulan bekerja. Namun, selama sebulan ini, apa yang sudah mereka kerjakan?

Ternyata, tak ada satu pun yang berhubungan dengan rakyat. Kesibukan mereka antara lain membahas rencana-rencana peningkatan SDM diri mereka sendiri. Ada yang mengusulkan kursus internet, kursus bahasa Inggris, juga keterampilan ini-itu… tentu saja dengan rancangan anggaran belanja yang harus diambil dari uang rakyat. Puluhan anggota dewan tersebut ternyata masih harus dibikin pintar dulu sebelum bekerja. Yang jadi pertanyaan, kenapa untuk belajar internet dan bahasa Inggris, harus jadi anggota dewan dulu? Tidakkah itu semua adalah urusan pribadi. Lantas modal apa yang mereka bawa untuk duduk di parlemen, kecuali sekadar dukungan politik saat pemilu?

Model anggota dewan seperti ini, sesungguhnya, tidak hanya terjadi di Surabaya saja. Hampir di seluruh gedung wakil rakyat di Indonesia ada peristiwa-peristiwa aneh seperti ini. Bahkan juga di gedung parlemen paling besar di Senayan sana. Wakil rakyat kita terkuras waktunya untuk mengurusi diri sendiri, sehingga tak ada cukup waktu lagi mengurusi rakyat. Ah, lagi pula, bukankah “mewakili kepentingan rakyat” itu memang hanya jadi alasan belaka!

Tengoklah kerja rutin anggota dewan; masuk kantor, ambil honor, bersidang, ambil honor, rapat panmus, ambil honor, rapat pansus, ambil honor, rapat paripurna, ambil honor, kunjungan kerja, ambil honor…. bahkan saat reses (cuti) pun mereka masih pula menerima apa yang disebut sebagai “uang reses”. Ketika mengesahkan sesuatu dan palu diketok diikuti koor “setujuuuuu”, ada lagi “uang ketok”. Pendek kata, segala yang dikerjakan wakil rakyat itu urusannya adalah urusan duit.

Lantas, masihkah wakil rakyat diperlukan? Toh untuk memilih presiden pun kita sudah tak perlu diwakili lagi. Biarlah rakyat mengurus dirinya sendiri, ndak perlu wakil yang sok ngurusi padahal tidak ngurusi. Menurut saya wakil rakyat tetap diperlukan. Tetapi tak harus sebanyak sekarang. Mungkin setiap kota jumlahnya cukup 3 sampai 5 orang; sekadar jadi tong sampah untuk uneg-uneg rakyat. Kalau Anda bukan wakil rakyat, saya kok yakin Anda setubuh…., eh, …. setuju…

Like & Share

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

About

 

WinDede a.k.a Erwin D. Nugroho.

Anak kampung dari pelosok Kalimantan, bermukim dan beraktivitas di belantara Jakarta. Selain menulis dan memotret, jalan-jalan adalah kegemarannya yang lain.

My Book

My Youtube

https://youtu.be/2vSExaDnOTQ

My Instagram

Sesi foto keluarga, biar ada kenangannya... #eeeaa Sesi foto keluarga, biar ada kenangannya... #eeeaaaa
Si bungsu udah macam anak tunggal... Si bungsu udah macam anak tunggal...
Sesi foto tiga generasi... Sesi foto tiga generasi...
Baru terima nih official photos dari graduation du Baru terima nih official photos dari graduation dua pekan yg lalu. Harus diposting dong yak, hahaha...
Terima kasih Rektor UAI Prof. Dr. Ir. Asep Saefudd Terima kasih Rektor UAI Prof. Dr. Ir. Asep Saefuddin, M.Sc.
Bersama Dekan Fakultas Hukum UAI Dr. Yusup Hidayat Bersama Dekan Fakultas Hukum UAI Dr. Yusup Hidayat, S.Ag., M.H.
Sekali-sekali dapat predikat tertinggi selain ukur Sekali-sekali dapat predikat tertinggi selain ukuran badan hehe 😁
Alumni FH UAI angkatan 2018 👨‍🎓👩‍🎓 Alumni FH UAI angkatan 2018 👨‍🎓👩‍🎓
Alhamdulillah... Alhamdulillah...
Load More Follow on Instagram

Arsip Blog

Posting Terakhir

  • Liburan Tipis-Tipis ke Singapura (2): Semakin Ramah bagi Turis Muslim
  • Liburan Tipis-Tipis ke Singapura (1): Tiket Pesawat Lebih Murah ketimbang Rute Domestik
  • Ogi, Amtenar Aktivis
  • Uji Bebas Covid-19
  • Nyetir Sendiri Keliling Eropa (4): Bebas Ngebut di Jerman, Taat Speed Limit di Prancis dan Belanda
  • Nyetir Sendiri Keliling Eropa (3): Semua Urusan Dikelola Mesin, Bisa Curang Tapi Tetap Patuh
©2026 WINDEDE.com | Design: Newspaperly WordPress Theme