Terompet Tahun Baru

MATAHARI terik. Meski tanah masih basah bekas hujan malam tadi, debu di aspal jalanan tetap berterbangan diseret roda kendaraan. Lelaki paruh baya berkulit legam itu menyeka wajah dengan kain lengan bajunya yang kuyup. Keringat dan debu bercampur. Menyisakan bekas garis-garis hitam di lengan baju itu.

Entah sudah berapa jauh dia melangkahkan kaki. Bukan langkah kosong sebab di pundaknya terpanggul sepotong bambu yang menyangga tumpukan terompet, topi kuncup dari kertas warna-warni, dan topeng aneka rupa. “Sudah laku beberapa. Tapi belum memenuhi target,” katanya.

Lelaki itu datang dari kota-kota di Jawa. Menyeberang dengan kapal laut ke Kalimantan di awal Desember lalu, membawa dagangan khas yang sulit dijumpai pada bulan-bulan lain sepanjang tahun; terompet dan asesori pesta tahun baru. Ia tentu tidak sendiri. “Rombongan saya saja dua puluhan orang.”

Mereka dimodali tiket perjalanan, sedikit sangu, kemudian barang dagangan yang harus laku dalam jumlah tertentu. “Kalau nggak laku ya dapat capeknya saja.”

Sesampai di tanah rantau, ia dan kawan-kawannya menyebar. Menjaja benda yang umur jualnya hanya sampai di akhir tahun. Setelah itu, dagangan mereka menjadi kertas biasa. Tunggu hingga berjumpa Desember lagi untuk membuatnya kembali berharga.

Pedagang-pedagang terompet, yang hari-hari terakhir ini kita jumpai di sudut-sudut pasar, di ruang-ruang publik, juga taman kota, adalah wakil dari pesta raya bernama tahun baru. Peradaban manusia terlanjur menganggap istimewa pergantian tahun, sebuah hitung-hitungan waktu yang didasari ketekunan bumi mengitari matahari sembari terus berputar di porosnya sendiri.

Padahal pergantian tahun, kalau mau disederhanakan, hanyalah pergantian lembaran almanak yang telah kusam setelah 365 hari mengawal hidup kita. Semacam penanda bahwa masa telah berganti dan segeralah beli kalender baru; ketika hari ini telah menjelma jadi silam, dan esok berubah menjadi sekarang. Tiga yang selalu saja berpotensi menikmati keistimewaan tahun baru adalah mereka: pedagang terompet, pembuat almanak, juga pemilik tempat hiburan di mana pesta-pesta dilaksanakan.

***

Begitu banyak orang yang memaknai tahun baru sebagai pesta atas anugerah kepanjangumuran, dan untuk itu perlu ada perayaan meski sekadar membakar jagung atau ikan di halaman rumah, sambil menunggu jarum jam bergeser melewati pukul 00.00, dan setelah itu kehidupan baru dimulakan.

Ada lebih banyak lagi yang menjejalkan diri dalam kemacetan tak terhingga di jalan-jalan dari pinggiran hingga pusat kota, adu nyaring klakson kendaraan, saling sahut suara mercon dan pesta kembang api, larut dalam tawa riang seakan-akan inilah memang ritual terbaik menyambut tahun baru.

Sedikit yang ingat dan berkesadaran melakukan perenungan-perenungan, sudahkah hidup setahun lalu membawa faedah? Apa saja di masa kemarin yang perlu menjadi pelajaran, apa pula rencana-rencana esok demi hidup yang lebih baik di masa depan? Meski refleksi dan evaluasi mestinya tak menunggu tahun berganti, paling tidak inilah seharusnya yang membudaya di setiap akhir tahun. Bukan saja di masyarakat, tetapi juga lembaga-lembaga layanan publik.

Kita, misalnya, patut berharap wakil rakyat kita menggelar sidang paripurna dengan tajuk, katakanlah, refleksi akhir tahun, demi merenungi apa saja yang telah diperbuat untuk rakyat selama 365 hari yang telah lewat. Sudahkah puluhan miliar rupiah dana APBD yang tersedot di gedung legislatif sebanding dengan kerja dan pengabdian mereka?

Kita rindu sekali melihat pejabat-pejabat eksekutif duduk dalam sebuah rapat kerja membahas kinerja setahun berselang, bukan saja untuk evaluasi, tetapi juga menyusun rencana-rencana strategis tahun depan.

Di atas itu semua, kita sebenarnya mengharapkan juga ada pelibatan publik yang lebih maksimal, dalam refleksi dan evaluasi itu. Misalnya, ada upaya menjaring pendapat umum dari masyarakat, apakah penyelenggaraan pemerintahan selama setahun ini dianggap baik belaka. Semacam survei tingkat kepuasan publik begitulah, di mana dari hasil survey itu kelak diperoleh jawaban apa saja yang masih kurang dan perlu diperbaiki.

Faktanya? Hari-hari di ujung tahun begini, wakil rakyat kita banyak tak berada di tempat. Pejabat-pejabat eksekutif meliburkan diri bersama kebijakan nasional libur panjang akhir tahun. Organisasi-organisasi masyarakat dan pemuda sibuk menyusun proposal untuk mendapat bantuan sosial tahun depan. Partai-partai politik menghabiskan konsentrasi pada urusan usung-mengusung calon pilkada. Seperti sebelum-sebelumnya juga, pergantian tahun akhirnya tak lebih dari sekadar pesta memacetkan jalan.

***

Adakah makna yang lebih penting dari tahun baru kecuali kenyataan bahwa kita semakin tua dan terus saja menua? Kenanglah tahun baru 10 tahun yang lalu. Kemudian bayangkan tahun baru 10 tahun yang akan datang. Waktu sungguh tak bisa dibendung. Jangankan membuat kita serasa awet muda, menahan laju perjalanannya sendiri pun waktu tak bisa.

Itulah yang membuat tahun baru, seperti juga ulang tahun kelahiran, sering dianggap tak lebih dari pergantian angka dan susunan hari, sehingga bagi sebagian besar kita, tak perlulah urusan semacam ini dipikirkan rumit-rumit. Nikmati saja dengan pesta.

Maka, tahun baru selalu berlangsung tanpa kesan. Siklus per 365 hari itu akhirnya benar-benar terlewat begitu saja. Kenangan pergantian tahun tak bergeser dari rasa kantuk setelah begadang semalaman, hiruk malam yang pikuk di seluruh penjuru bumi, juga dendang lagu riang dan dansa tua-muda.

Di tengah bebunyian terompet tak berirama dan teriakan anak-anak kecil yang girang menyaksikan langit penuh cahaya dari kembang api saling silang, kita tak kunjung menemukan cara yang lebih baik merayakan tahun baru. Seperti halnya “esok” sering kita sambut tanpa persiapan, “kemarin” pun kerap kita tinggalkan begitu saja.

Kalaulah “esok” bisa dibeli, kita tentu tak perlu terompet, apalagi pesta. Tak perlu juga refleksi atau evaluasi, sebab kita bisa memilih hendak menjalani esok dengan jenis nasib seperti apa. Masalahnya, andaipun ada pedagang menjajakan esok, dengan macam-macam pilihan itu, apa kita mau membelanjakan segenap harta untuk membelinya?

Selamat tahun baru. Selamat menyongsong esok yang lebih baik. ***

Win Dede

Win Dede a.k.a Erwin D. Nugroho. Anak kampung dari pelosok Kalimantan, bermukim dan beraktivitas di belantara Jakarta. Selain menulis dan memotret, jalan-jalan adalah kegemarannya yang lain.

Beri Tanggapan (atau pilih komentar via akun media sosial)

6 tanggapan untuk “Terompet Tahun Baru

  • 31 Desember 2007 pada 21:34
    Permalink

    selamat tahun baru. pergantian tahun memang waktunya merenung, usia sudah bertambah, semoga semakin tambah usia, semakin bermanfaat untuk sesama. amin 😀

  • 31 Desember 2007 pada 23:59
    Permalink

    Selamat tahun baru boozz, mudahan rezeki dan kehidupan menjadi lebih baik pada tahun 2008.

  • 1 Januari 2008 pada 23:42
    Permalink

    met tahun baru….. semangat baru.. mari melangkah menuju ke arah yang lebih baik dari tahun2 sebelumnya.. amin

  • 28 Oktober 2008 pada 02:39
    Permalink

    bintang commnuitainment pro (bcp)
    media entertainment service
    memudahkan anda mendapatkan materi entertainment :

    BAND TOP 40, ALLROUND, BAND TOP INDONESIA, BAND LEGENDARIS
    Guna memenuhi event anda kami dapat membantu menyediakan kelompok Band terdiri dari :
    Band Top 40
    Kumpulan Band Top 40 dari Bandung s/d Jakarta, yang akan Performance membawakan lagu – lagu yang sedang hits Indonesia & Barat
    Band Allround
    Sebagai band special pengiring untuk event, band Allround disesuaikan dengan kebutuhan event anda, dengan formasi 4 Player s/d 20 Player
    Band Top Indonesia
    Suksesnya event bergantung pada materi entertaint, materi band Top Indonesia yang cukup familiar di masyarakat merupakan daya tarik serta mempunyai nilai jual, dapat disesuaikan dengan kebutuhan serta thema event, kami dapat membantu sebagai mediator untuk menyediakan Band Top Indonesia seperti :
    Dewa
    Slank
    Ada Band
    Peterpan
    Ungu
    Radja
    Naif
    Nidji
    The Changcuter.
    Ari Lasso & Band
    Coklat
    d’masive
    Kangen Band
    Matta Band
    Dll

    BAND LEGENDARIS
    Perjalanan Band Top Indonesia tidak luput dari barometer beberapa Band seniornya (Legent) musik kenangan yang pernah hits seperti dimasa tahun 70an sampai dengan sekarang masih banyak diminati, bahkan oleh beberapa musisi dibuat daur ulang dengan arrasement musik baru, yang lebih inovatif serta harmonis, serta dibawakan oleh beberpa artis Diva Indonesia, guna untuk memenuhi anda untuk menikmati band legendaries kami dapat membantu menyediakan band legendary seperti :
    Koes Plus
    Panbres
    Dlloyd’s
    Favorite’s
    Bimb
    MUSIK RELIGI untuk kebutuhan event serta acara keagamaan kami juga menyediakan materi acara, seperti :
    Marawis – Nasyid – Gambus.
    ADDATIONAL PERFORMANCE
    Selain Band tsb diatas kami juga menyediakan beberapa musik lainnya seperti :
    Group Musik Chinnes “ Koyo”– Accapella – Musik Kroncong – Group Dangdut – Group Campursari Group Musik Melayu – dll

    PERFORMANCE ARTIS
    Suksesnya event tidak terlepas dengan kehadiran Artis guna menunjang event tersebut, kami dapat membantu anda untuk menhadirkan Artis dengan kategori artis :

    ARTIS POP
    Krisdayati – Titi DJ – Ruth Sahanaya (3 Diva) – Agnes Monica – Shanty – Rossa – AB Three – Indonesia Idol – Warna – Dewi Sandra – Dewi Gita – Astrid – Melly Goeslaw – Bunga Citra Lestari – Yuni Shara Dll

    ARTIS POP LEGENDARIS (SENIOR)
    Titiek Puspa – Diana Nasution – Rita Nasution – Andi Meriem Mattalatta – Vina Panduwinata -Vonny Sumlang Endang S Taurina – Obbie Messakh – Fariz RM – Deddy Dhukun – Harvey Malaiholo – Ita Purnamasari – Dll

    ARTIS DANGDUT
    Inul Daratista – Dewi Perssik – Uut Permatasari – Nita Thalia – Ira Swara –
    Erie Suzan – Dewi Desi San San – Trio Macan – Artis KDI – Kinkin Kintamani – Rosa Amelia – Kembar Srikandi – Julia Perez – Rini Andriani – Ayunia – Anita Kacha – Duo Perez – Saiful Jamil – Aksay – Irvan Mansyur – dll

    ARTIS DANGDUT SENIOR
    Elvie Sukaesih – Rita Soegiarto – Ayu Soraya – Iis Dahlia – Ikke Nurjanah – Iyeth Bustami – Evie Tamala – Yunita Ababiel –
    Rhoma Irama & Soneta – Mansyur.S – Maggy Z – Arafiq – Hamdan ATT – Muksin Alatas – Yus Yunus – Caca Handika – dll

    MASTER OF CAREMONY
    Ujung tombak keberhasilan dari acara (event) tidak lepas dari peranan seorang MC, MC yang smart dapat membawa suasana lebih hidup, untuk kebutuhan event anda kami membagi beberapa penawaran MC (Master Of Caremony) terdiri dari :
    MC Wedding
    MC Sport
    MC Protokoler
    MC Concert
    MC Top Indonesia.
    MC event Anak – anak
    Dancer
    Performance Dance menjadi pelengkap event, keberdaan dancer menambah suasana event menjadi meriah, untuk saat ini kehadiran dance (modern&tradisional) di event sudah menjadi kebutuhan, seperti :
    Launching
    Wedding
    Geathering
    Anniversary
    Video Klip
    Party
    Dll

    HAPPENING ART
    Adalah tokoh pantomime yang lebih berkarakter, karakter happening art statis tidak berbicara hanya dengan gerakan kecil, karakter happening art disesuaikan dengan kepentingan event serta kebutuhan event tsb, seperti untuk launching, Prosesi, Menyambut kedatangan, acara anak-anak, wedding, video klip, flim, iklan dll.

    Performance Atraction Tradisional (Option)
    Materi Entertainment Tradisional bila ditampilkan pada sebuah event teramat menyentuh serta mempunyai nilai tersendiri,kehadiran Performance Atraction Tradisional dapat disesuaikan dengan event anda, kami dapat menyediakan Atraction Tradisional, seperti :
    Gambang Kromong
    Kolintang
    Musik Kecapi
    Rampak Bedug
    Wayang Kulit
    Dll

    ENTERTAINMENT SERVICE
    Kami juga dapat berperan untuk handle event serta dapat membantu untuk pelaksanaan event dengan stage Management yang sudah berpengalaman serta dapat membantu sebagai Team Sukses untuk Kampanye.

    DESIGN PRODUCTION
    Selain materi entertainment, kami dapat handle untuk project pembuatan :
    Jinggle (Product – Kampanye – dll)
    Company Profile
    Project Album
    Pop & Dangdut
    Video Klip
    Support Promotion
    Image Profile untuk Pilkada (disesuaikan dengan Profile)

    Contact Person :
    Budi Mahfud 0818811720 – 021.99107375
    Jl. Bukit Duri Tanjakan XVI No. 20 Tebet Jakarta 12840
    bcp_bintang@yahoo.com
    co_managementartis@yahoo.com
    budi_mahfud@yahoo.co.id

  • Pingback: no trial 700 ficoscore in independence mo

Komentar ditutup.

Loading Facebook Comments ...
Loading Disqus Comments ...

No Trackbacks.