Kembali Lagi ke Tanah Suci

Suasana tawaf mengelilingi Ka'bah... Jutaan muslim dari seluruh dunia berkumpul pada musim haji.

Labbaik Allahumma Labbaik… Labbaika laa syarikalaka labbaik… Innal hamda waa nikmata… lakawalmulk… laa syarikalaka…

Tiada kerinduan yang derajatnya melebihi kerinduan pada Baitullah. Siapapun yang pernah menjejak kaki di Tanah Suci, bersujud di lantai Masjidil Haram, menapaktilasi sudut demi sudut Masjidil Nabawi, membaui aroma jihad di Jabal Uhud dan merasakan romantisme Adam-Hawa di Jabal Rahmah, niscaya… hatinya, akan terus mendamba kembali ke sana.

Saya di Madinah, tahun 2003.Dan, takdir insya Allah membawa saya kembali ke Rumah Allah. Senin 18 Desember ini, bersama kloter 10 Embarkasi Banjarmasin, saya dan 325 jamaah lain akan terbang ke King Abdul Azis International Airport, Jeddah. Betapa rindu hati untuk menatap kembali Ka’bah, meneguk zamzam setiap waktu, merasakan hangatnya Tanah Haram.

Karena termasuk dalam keberangkatan gelombang kedua, maka sesampai di Jeddah saya akan langsung menuju Makkah, melaksanakan sejumlah ibadah sunat sebelum akhirnya menuju ke Arafah untuk wukuf. Sesungguhnya, Haji adalah Arafah. Begitu Rasulullah bersabda.

Musim haji tahun ini, suhu di Tanah Suci dikabarkan dingin. Kisarannya antara 9 hingga 18 derajat celcius. Dalam beberapa hal saya berpikir menghadapi cuaca begini masih lebih baik ketimbang musim panas di Arab Saudi yang bisa di atas 40 derajat celcius. Namun, mengingat hawa dingin juga bisa menjadi masalah, saya hanya berdoa semoga sanggup menjalaninya dengan tetap sehat.

Mengingat ibadah haji adalah perjalanan yang panjang, apalagi saya tergabung dalam rombongan reguler yang sekurang-kurangnya akan bepergian selama 40 hari, maka saya tidak begitu yakin apakah di Tanah Suci nanti bisa menyempatkan diri menyentuh blog ini. Sebenarnya tak begitu masalah dengan koneksi internet, karena selain warnet sudah mulai bermunculan di jazirah Arab, saya pun bisa numpang menulis sekaligus upload di kantor Media Center Haji (MCH) yang dibangun pemerintah Indonesia di Jeddah, Makkah dan Madinah. Yeah, bila nasib baik dan waktunya cukup, saya pasti akan membagi kabar dari Tanah Suci kepada Anda semua melalui blog ini.

Begitulah. Mohon doa Anda untuk saya dan jamaah haji Indonesia lainnya. Insya Allah saya pun akan berdoa untuk Anda semua, terutama yang sering bertandang ke blog ini. Yang jarang bertandang, saya doakan akan lebih sering lagi bertandang hehehe… Percayalah, nama-nama Anda sudah saya catat dan saya niatkan; nanti di multazam akan saya doakan segala hal terbaik.

Dan… izinkan saya memohon maaf lahir batin. Mohon ampun dan ridha dari Anda semua apabila selama kita berinterkasi, ada kesalahan dan kekhilafan saya. ***

Like & Share

17 Comments on “Kembali Lagi ke Tanah Suci”

  1. selamat menunaikan ibadah haji Pak Win. semoga selalu diberi kekuatan, kesehatan, dan sukses ibadah hajinya. sukses dunia, sukses akhirat. doain saya dong biar bisa pergi haji juga… 🙂

  2. semoga mabrur.. huhuhu

    oh ya, saya pengen kirim tulisan kemana yak? kalo sampe dimuat nilai mata kuliah wawancara media massa cetak saya bisa jadi A nih.. huhu, wawancara dengan derektur eksekutif paguyuban pelestarian budaya sunda yang orang bule.. plis plis plis.. heuheuehuehuehue

  3. Alhamdulillah saya di do’a in
    Subhanallah panggil saya disana ya Pak saya sangat merindukan untuk kesana kebali hu hu hu hu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.