Mari Membincang Selingkuh

Di sebuah tempat makan, saya ketemu seorang pria dengan dua wanita. Satu jepretan sembunyi-sembunyi berhasil merekam momen di mana kemesraan wanita satu membuat wanita lain tampak cemburu. Atau sekadar ekspresi tanpa makna?.

Dua pria yang baru saja wafat ditanya malaikat penjaga gerbang sebelum masuk ke alam baka.

“Bagaimana ceritanya orang semuda kamu bisa ada di sini?” tanya malaikat kepada orang pertama.

“Sewaktu di kantor, saya diberitahu tetangga kalau istri saya sedang berselingkuh dengan laki-laki lain di salah satu kamar di lantai 10 sebuah hotel. Karena itu saya langsung ngebut menuju hotel dimaksud. Sampai di kamar saya obrak-abrik seisi kamar untuk mencari laki-laki itu. Saya marah sekali karena laki-laki itu tidak saya temukan. Saya lempar apa saja yang ada di hadapan saya keluar jendela, termasuk koper yang ada di samping tempat tidur. Saking emosinya, saya terkena serangan jantung.”

“Kalau kamu?” malaikat menunjuk orang ke dua.

“Emmm… hal terakhir yang saya ingat, saya bersembunyi di dalam koper di sebuah kamar hotel…”

***
KISAH perselingkuhan menjadi berita biasa di kalangan selebriti kita. Setiap hari, tayangan-tayangan infotainment di televisi menyuguhkan berita gonjang-ganjing rumah tangga artis, yang sebagian besar bermula dari perselingkuhan, bukan saja dilakukan oleh suami, tetapi juga istri.

Saya tak mengikuti banyak, tapi setidaknya cukup mengingat kisruh rumah tangga pasangan Ray Sahetapy dan Dewi Yul, yang meletus karena Ray kepincut wanita lain. Kemudian prahara rumah tangga Eel Ritonga dengan Dea Mirella, yang berujung perdamaian, meski Eel akhirnya mau mengakui bahwa dia memang selingkuh dengan wanita bernama Dian.

Terakhir, yang masih hangat, adalah kisah kelabu biduk rumah tangga Nia Paramitha dengan Gustiranda, yang hari-hari terakhir ini memasuki masa genting setelah Gusti menggugat cerai. Yang menarik, gugatan cerai itu digosipkan bermula dari perselingkuhan Nia dengan seorang politisi, yang membuat Nia hamil (lantas keguguran) – padahal Gustiranda sendiri dikabarkan sudah melakukan vasektomi, operasi pemotongan saluran sperma yang membuatnya tak mungkin lagi membuahi rahim wanita, sehingga, kehamilan istrinya itu hampir pasti terjadi berkat campur tangan (dan campur benih, tentu saja) pria lain.

Di masyarakat, sebenarnya, perselingkuhan juga telah menjadi cerita biasa. Bedanya, tak sampai ribut-ribut di televisi karena bukan selebriti. Hubungan asmara seorang pria beristri dengan wanita lain, atau seorang wanita bersuami dengan pria lain, seolah merupakan gejala sosial yang diakui sudah ada bahkan sejak zaman baheula. Tak jarang malah yang berselingkuh itu adalah suami orang dengan istri orang. Artinya, sepasang manusia yang sudah punya pasangan masing-masing, membangun kisah cinta baru yang lebih gila.

Selingkuh juga dipahami bukan sekadar hubungan fisik, semisal kegiatan mesum dua manusia bukan muhrim yang salah satu atau salah duanya sudah memiliki pasangan. Perselingkuhan bisa terjadi bahkan meski hanya sebatas pikiran, karena pengertian selingkuh adalah “hubungan gelap” di luar “hubungan terang”. Dan ini tidak melulu ada urusannya dengan seks, karena setiap hubungan intim di luar keintiman yang seharusnya, bisa disebut selingkuh juga.

Ketika seorang pria pehobi mancing lebih sering berintim dengan kolam, umpan dan ikan, menghabiskan waktu untuk memancing dan cenderung melupakan istri, maka itu pun bisa disebut sebagai berselingkuh. Kawan selingkuhnya adalah mancing. Ketika seorang suami nyaris tak punya waktu untuk anak istri karena sibuk mengurusi pekerjaan, maka dia telah berselingkuh. Selingkuhannya adalah pekerjaan.

Di kala seorang pejabat lebih mengurusi urusannya sendiri, lantas melupakan keintimannya dengan rakyat, boleh dong kita vonis bahwa si pejabat telah berselingkuh. Korban selingkuhnya adalah rakyat. Oh iya, di dunia politik, selingkuh juga mulai jadi istilah lumrah. Misalnya, ketika fraksi sini yang berkoalisi dengan fraksi situ, ternyata berselingkuh dengan fraksi sana.

Yang paling berbahaya adalah berselingkuh dari Tuhan, ketika seseorang mencintai sesuatu melebihi kecintaannya kepada Sang Pemilik Cinta. Perselingkuhan jenis ini sangat jelas hukumannya, langsung dari Sang Penghukum, yang dalam kitab-kitab suci telah ditulis bahwa Ia tak pernah mau di-dua-kan.

Toh, di antara sekian banyak pengertian selingkuh itu, yang paling menarik memang selingkuh dalam urusan seks dan cinta. Tengoklah film dan sinetron dari zaman dulu sampai sekarang, cerita-ceritanya paling banyak soal perselingkuhan. Dengarlah lagu-lagu dari masa lalu hingga hari ini, tak bergeser jauh dari kisah cinta bercabang.

Sepertinya sudah tabiat manusia suka mencoba hal baru, sekaligus bosan dengan hal lama. Mudah tergoda dan gampang menjadi penggoda. Selingkuh akhirnya menjadi semacam jalan keluar; membangun hubungan baru tanpa harus meruntuhkan hubungan lama. Berbaik-baik dengan istri di rumah, sekaligus bermanis-manis dengan “sephia” di rumah yang lain. Selama silent mission berjalan mulus, persetanlah dengan urusan halal-haram, bermoral atau amoral. Gonjang-ganjing baru akan terjadi setelah ketahuan. Dan, buat pelaku selingkuh, itu namanya kecelakaan.

Sulit berharap perselingkuhan akan musnah, sesulit orang meraih kesetiaan. Seperti juga iman, ini memang soal pilihan; kita punya otoritas memutuskan ingin menjadi baik atau menjadi buruk hidup kita. Karena itu, silakan memilih, tanggung sendiri risikonya.

***
Nana, gadis muda, sebenarnya sudah punya pacar. Namun godaan seorang pria membuatnya mabuk kepayang dan akhirnya berselingkuh. Pria yang mengaku bekerja di perusahaan percetakan di kota lain itu dikenalnya di sebuah kafe.

Singkat cerita, perselingkuhan itu semakin menjadi, sampai akhirnya Nana diketahui hamil, sementara si pria teman selingkuhnya itu sudah kembali ke kota asalnya.

Mengetahui hal itu tentu saja orangtua Nana tidak terima dan berniat menuntut si pria agar bertanggung jawab. Karena tak tahu alamat rumah pria itu, keluarga akhirnya mengirim surat ke kantor percetakan tempat pria itu bekerja.

Beberapa hari kemudian, datang surat balasan, yang isinya hanya satu kalimat;

“ISI DI LUAR TANGGUNG JAWAB PERCETAKAN!!!” ***

Win Dede

Win Dede a.k.a Erwin D. Nugroho. Anak kampung dari pelosok Kalimantan, bermukim dan beraktivitas di belantara Jakarta. Selain menulis dan memotret, jalan-jalan adalah kegemarannya yang lain.

Beri Tanggapan (atau pilih komentar via akun media sosial)

13 tanggapan untuk “Mari Membincang Selingkuh

  • 31 Juli 2007 pada 21:55
    Permalink

    mungkin ini bisa jadi cerita buat temen2 (nama orangnya aku rahasiakan) …

    bermula pada saat aku en temen2 lagi jalan2 di kambang aku bertemu dengan temen lama ku dan ternyata dia sedang hml alias hamil ….. dan yang paling menyakitkan adalah orang yang selama ini menghamilinya adalah teman dekat or pacarku …. kebanyangkan sakitnya hatiku pada saat itu temenku minta pertanggungjawaban pacarku.. ( hikhikhikssss sedih…) tapi aku belum terima pada saat itu bahwa aku mesti melepaskan orang yang sedah bersamaku selama hampir 3 tahu terakhir ini…. aku lari dan tak melihat kekanan dan kekiri (kayak lagu yach.. ) dan yang pasti aku terjatuh dan kurasa dunia ini berputar-putar .. pas aku sadar ternya aku udah ditempat tidur rumah sakit en kakiku patah … rupanya selam 2 hari aku tidak sadarkan diri dan menyusahkan orang tua beserta keluargaku … setelah 2 minggu dirumah sakit tanpa mendapatkan kabar dari pacarku aku merenungi nasibku ini dan selalu mencoba menghubunginya . Apa yang kudapat hanya mailbox dari jawaban ponselnya dan lagi gak ada dirumah jawaban dari pembantunya … dimana kamu dimas aku lelah mencarimu padahal aku sedang membutuhkan belai kasih sayangmu…
    keterpurukanku bertambah setelah aku menerima undangan pernikahanya yang ternyata selama ini mereka berdua merencanakan pernikahan.. kebayangkan hati ini sudah sakit dan bertambah sakit.. aku menangis sekuat tenaga dan berontak tapi apa daya aku sedang sakit ini…
    Tuhan betapa berat cobaan yang kurasakan ini.. biarlah waktu yang akan menolongku ini . Berat rasanya membaca undangan ini .. Ya Allah tolongla aku berikan aku kesempatan untuk mendapatkan kebahagiaan..
    Kutegarkan hati untuk datang kepesta pernikahan mereka dengan menggunakan tongkat aku hadir dipesta yang lumayan meriah dan ramai tampak terlihat mereka bahagia dan aku naik kepodium untuk mengucapkan selamat dan mereka menatapku dengan wajah memelas untuk memohon ampun.. Ya Allah hati ini kutegarkan dan jangan perlihatkan betapa hancurnya aku.

  • 31 Juli 2007 pada 22:09
    Permalink

    tapi rupanya biarpun setegar apapun aku ini manusia biasa dan aku roboh dipanggung dan pingsan.. setelah sadar aku sudah dirumahku dan dikelilingi keluargaku. Mereka memberi nasihat kepadaku untuk melupakan dimas..
    Hampir 6 bulan lamanya aku pindah ke kota lain untuk memulihkan kesehatanku dan menghindari dimas memang ini sudah takdirku… aku berlibur dibali dan selalu mencari kesibukan … dimas dimanapun kamu berada aku selalu menyimpan kenanganmu didalam lubuk hatiku…
    betapapun kamu menyakitiku tetap hati ini belum bisa mengapus memori tentangmu..
    Tibalah saatnya aku pulang ke palembang dan aku sudah sembuh total tidak bertongkat dan berjalan dengan lancar.
    Mungkin ini memang garis tuhan aku bertemu dengan dimas dan lila dibandara dengan menggendong bayi .. itu pasti bayi mereka.. aku menghindar tetapi lila keburu melihatku dan mengejarku disertai teriakan Dela ….. Tuhan aku sadar siapa aku kini jangan menambah bebanku lagi.
    Mereka memelukku seraya meminta maaf yang paling besar agar aku memaafkan mereka berdua.
    Aku pergi tanpa memperdulikan mereka Terima kasih tuhan cukup sampai disini aku melihat mereka …
    Jangan perlihatkan sakit hatiku ini…
    Pesawat membawaku terbang pulang ke Palembang dan aku disambut keluargaku dengan penuh suka cita.. Pulang Aku Ke Palembang.
    Seminggu setelah aku pulang aku melamar pekerjaan di sebuah perusahaan asing bidang perkayuan dan memang mungkin ini nasib baikku aku diterima disana dan seminggu kemudian aku bekerja disana sebagai karyawati .. Ini kebetulan yang sangat tidak aku percaya dimas bekerja disana juga hanya berbeda departemen… Tuhan aku langsung ingin berhenti bekerja disana tetapi aku butuh pekerjaan.. hati kecilku mengatakan tak usah menghindar toh pasti kapan

  • 31 Juli 2007 pada 22:33
    Permalink

    pun aku dan dimas akan bertemu juga biarlah ini menjadi rahasiaku dan dimas .. Ketegaran hati ini terkoyak juga takkala kami bertemu dalan acara managemen talk yang mengharuskan kami berdua untuk berinteraksi satusama lain.. tapi aku tetap seperti tidak mengenal dimas hanya seperlunya aku berbicara dengan dimas .. dimas sepertinya tetap ingin berbicara degan ku tapi aku bungkam seribu bahasa…
    Hanya berselang 3 bulan aku bekerja disana Dimas mengajakku berbicara untuk memohon maaf dariku .. Aku tak kuasa menolak biarlah ini menjadi pembicaraanku dan dimas untuk pertama dan terakhir kalinya…
    Kami berdua makan siang di sebuah rumah makan didekat kantorku dan dimas menceritakan kenapa lila bisa hamil dan kenapa dimas yang disalahkan… ternyata selama ini lila menyimpan dendam kepada ku karena ayahnya kini menjadi ayah tiriku.. (namun kini sudah berpulang) siapun yang menyayangiku akan dihancurkannya terutama Dimas . Tuhan seperti disambar petir hatiku saat itu .. namun aku bukan wanita bodoh yang langsung percaya dengan kata2 dimas .. makan siang itu terasa hambar dan kamipun kembali kekantor dengan diam seribu bahasa .
    Itu sudah menjadi masa lalu ku dan aku ingin menghapusnya.
    Tapi bayangan dimas tetap menghatuiku dan dimaspun sering memberikan hadiah dan meneleponku sekadar menanyakan kabarku dan itu terjadi setiap hari baik dikantor maupun dirumah/….
    Aku kemudian membukaan hatiku buat dimas dan kamipun sering makan siang bareng atau saling menghubungi dengan menggunakan nomor yang dirahasiakan… Aku sepertinya menemukan dimasku yang dulu yang perhatian dan sayang kepadaku …
    Aku tahu aku bermain api dan aku takut nanti akan membakar diriku sendiri.
    Ada seorang pemuda jawa yang untuk aku bilang dia manis dan aku mulai menyukainya dan ternyata dia pun menyukaiku kamipun mengikrarkan janji bahwa kami pacaran …. akupun melupakan dimas dan dimas tidak terima dia mulai melakukan kecurangan dengan menfitnah dan menyebarkan gosib untuk mas azar (nama pacarku yang baru) dasar orang jawa biarpun disakiti tetap saja tegar menerima cobaan..
    Dimas keterlaluan dan aku akhirnya berhenti bekerja dan kemudian disusul oleh masku kamipun pindah kerja …
    Tuhan biarkan aku damai dengan mas azar jangan biarkan dimas meng

  • 31 Juli 2007 pada 22:44
    Permalink

    hantui kehidupan kami ini…
    Kami akan menikah dan aku menceritakan tentang siapa dimas dan kehidupan ku dahulu… Alhamdulillah mas azar menerimaku apa adanya dan kami berdoa supaya dimas bahagia dengan keluarganya dan tidak mencampuri hidup kami lagi ………
    tiga bulan lagi menjelang pernikahan kami dimas lalu hadir kembali dan memohon kepadaku untuk membatalkan pernikahan ini dan menikah hanya dengan dia.. (dimas) aku menolak dan diapun mengancam akan menghancurkan siapa saja orang didekatku…
    Ternyata dia bercerai dengan lila setelah membongkar aib lila yang berselingkuh dan anak lila bukan anak dimas …. malang sekali nasibmu dimas … tapi aku bimbang antara memilih diantara 2 pilihan yang berat ..Aku sayang kepada mas azar dan aku kasihan kepada dimas … Tuhan yang mana pilihan ku.. kenapa hidupku dipersulit………
    Aku memilih mas azar dan untuk menjauhkan kami dari masalah aku dan mas azar menikah di bali dan kami bekerja disana sampai aku menulis inipun aku tidak mengetahui keberadaan dimas sekarang .. dan aku tidak ingin membuat mas azar menderita karena aku selalu ingat kepada dimas…
    kami sedang menunggu kehadiran buah hati kami yang pertama doakan kami yach…

    cerita ini akan ku sambung kembali apabila kalian menginginkan ku sambung dan kirim saja email ke kaka_damayanti@yahoo.co.id untuk berkenalan dengan ku dan suamiku beserta anak kami… terima kasihhh…

    dan buat dimas apabila kamu membacanya tolong jangan ganggu kami lagi semoga kamu menemukan tambatan hatimu yang baru … salam hangat dari YORI

  • 1 Agustus 2007 pada 10:59
    Permalink

    wah… ceritamu bisa jadi novel nih… 🙂

  • 2 Agustus 2007 pada 10:40
    Permalink

    Minal jadi cerpenlah he … he … Halo yang punya kisa apa bisa dan boleh … dipermak?

  • 6 Agustus 2007 pada 13:03
    Permalink

    selingkuh tu emang enak lg……….., tinggal kita menghayati aja

  • 7 Agustus 2007 pada 12:19
    Permalink

    selingkuh itu indah banget boo

  • 7 Agustus 2007 pada 12:21
    Permalink

    saya yang mau selingkuh sama saya ayoo.jujur aja lagi

  • 26 September 2008 pada 14:28
    Permalink

    gw punya cerita ,gw cinta ama someone..yang lebih parah nih aku sendiri juga udah punya pendamping (emang kita lagi breakdown sekarang hampir 5 bulan)

    tapi entahlah aku merasa menemukan soulmate ama dia biarpun kita baru kenal gw jujur aja dia kerja di supermarket indomaret(cari aja se indonesia ;))…mungkin kalo ngelihat kelakuaannya kemarin dia ada masalh ama Suami…pas waktu gw tanya status dia eh dianya baru ngaku tuh udah nikah….kok gak dulu2 ya:(

    tapi kok gw yakin ya dia suka ama aku:)

  • 27 Maret 2010 pada 19:47
    Permalink

    Lagi-lagi masalah ” selingkuh “. Tapi yah itulah faktanya, byk yg melakukan selingkuh, tapi tidak menyadari bhw dirinya sedang selingkuh. Ketika seorang istri/suami menuduh ” berselingkuh ” terhadap suami/istri, maka sebetulnya yg menuduh itu juga sedang berselingkuh,, hanya saja yg menuduh itu tidak menyadari kalo dirinya sedang selingkuh.

Komentar ditutup.

Loading Facebook Comments ...
Loading Disqus Comments ...

No Trackbacks.