< Browse > Home / General, Inspirasi / Blog article: Ketika “Setan” Jualan “Body”

| Mobile | RSS

Ketika “Setan” Jualan “Body”

10 March 2006 | Ada 4 Komentar | General, Inspirasi

Gerai (I)SETAN di Orchad Road Singapura.

Gagap dalam bahasa bisa bikin tersesat. Untunglah saya tak mengalami itu selama trip Malaysia, Singapura dan Thailand tempo hari. Meskipun, beberapa nama yang terpampang di area publik membuat saya geli sendiri.

Di Kuala Lumpur ada tempat belanja bernama I SETAN yang lumayan terkenal. Berkali-kali saya menemukan ini. Masalahnya, ada beda jenis huruf yang dipakai dalam menulis “I” dan “SETAN” sehingga seolah I adalah lambang dan nama yang benar adalah SETAN. Padahal, departement store asal Jepang ini bernama “ISETAN”.

Kepada kawan seperjalanan, sambil bergurau saya bilang, “Yuk… jalan-jalan ke Setan.”

Maka, di Menara Kembar Petronas, karena sudah terlalu siang, kami tak sempat lagi naik ke Skybridge, jembatan penghubung dua menara itu. Ramainya pengunjung membuat tiket naik ke atas menara sudah habis dibeli orang yang antre sejak pagi. Akhirnya kami hanya keluyuran di Suria KLCC, bangunan lima lantai di bagian bawah Menara Petronas yang merupakan pusat jajan dan belanja.

Di Suria KLCC inilah terdapat (I)SETAN. Sebuah tempat belanja modern mirip-mirip Hypermart, Carefour atau Giant. Ternyata yang dijual adalah barang-barang untuk manusia, dengan pegawai mal ya manusia juga. Setannya nggak kelihatan (atau memang seperti biasa tak memperlihatkan diri).

The Body Shop

Nah, lagi-lagi soal bahasa, di (I)SETAN ada salah satu tenant yang “jualan body”. Setidaknya begitu kalau diartikan secara harfiah, oleh orang yang Inggrisnya pas-pasan seperti saya. Maklum, di bagian atasnya tertulis cukup besar: The Body Shop.

Saya iseng masuk ke The Body Shop, berpikir “tubuh” apakah yang mereka jual. Ternyata yang dijual di tempat ini adalah alat-alat kosmetik seperti krim pemutih wajah dan parfum. Yeah, kalau dipikir-pikir masih nyambunglah dengan urusan body hehehe.

Ketika ke Singapura, saya kembali melihat (I)SETAN, di sebuah bangunan megah di Orchad Road. Jalan ke beberapa tempat, saya melihat juga (I)SETAN. Hmm… betapa kaya SETAN di negara ini. :p

Saya jadi ingat cerita, seorang dari kampung pergi ke kota dan melihat tulisan toko-toko roti: Iwan Bakery, Holland Bakery, Tulip Bakery dan lain-lain. Si orang kampung langsung bergumam dalam hati; “Betapa kaya si Bakeri, punya toko roti di mana-mana.”

Tulis komentar 2785 views, 4 so far today |

Fatal error: Call to undefined function wp_related_posts() in /home/windede/public_html/wp-content/themes/Digital Statement/single.php on line 35