Ketika “Setan” Jualan “Body”

Gerai (I)SETAN di Orchad Road Singapura.

Gagap dalam bahasa bisa bikin tersesat. Untunglah saya tak mengalami itu selama trip Malaysia, Singapura dan Thailand tempo hari. Meskipun, beberapa nama yang terpampang di area publik membuat saya geli sendiri.

Di Kuala Lumpur ada tempat belanja bernama I SETAN yang lumayan terkenal. Berkali-kali saya menemukan ini. Masalahnya, ada beda jenis huruf yang dipakai dalam menulis “I” dan “SETAN” sehingga seolah I adalah lambang dan nama yang benar adalah SETAN. Padahal, departement store asal Jepang ini bernama “ISETAN”.

Kepada kawan seperjalanan, sambil bergurau saya bilang, “Yuk… jalan-jalan ke Setan.”

Maka, di Menara Kembar Petronas, karena sudah terlalu siang, kami tak sempat lagi naik ke Skybridge, jembatan penghubung dua menara itu. Ramainya pengunjung membuat tiket naik ke atas menara sudah habis dibeli orang yang antre sejak pagi. Akhirnya kami hanya keluyuran di Suria KLCC, bangunan lima lantai di bagian bawah Menara Petronas yang merupakan pusat jajan dan belanja.

Di Suria KLCC inilah terdapat (I)SETAN. Sebuah tempat belanja modern mirip-mirip Hypermart, Carefour atau Giant. Ternyata yang dijual adalah barang-barang untuk manusia, dengan pegawai mal ya manusia juga. Setannya nggak kelihatan (atau memang seperti biasa tak memperlihatkan diri).

The Body Shop

Nah, lagi-lagi soal bahasa, di (I)SETAN ada salah satu tenant yang “jualan body”. Setidaknya begitu kalau diartikan secara harfiah, oleh orang yang Inggrisnya pas-pasan seperti saya. Maklum, di bagian atasnya tertulis cukup besar: The Body Shop.

Saya iseng masuk ke The Body Shop, berpikir “tubuh” apakah yang mereka jual. Ternyata yang dijual di tempat ini adalah alat-alat kosmetik seperti krim pemutih wajah dan parfum. Yeah, kalau dipikir-pikir masih nyambunglah dengan urusan body hehehe.

Ketika ke Singapura, saya kembali melihat (I)SETAN, di sebuah bangunan megah di Orchad Road. Jalan ke beberapa tempat, saya melihat juga (I)SETAN. Hmm… betapa kaya SETAN di negara ini. :p

Saya jadi ingat cerita, seorang dari kampung pergi ke kota dan melihat tulisan toko-toko roti: Iwan Bakery, Holland Bakery, Tulip Bakery dan lain-lain. Si orang kampung langsung bergumam dalam hati; “Betapa kaya si Bakeri, punya toko roti di mana-mana.”

Win Dede

Win Dede a.k.a Erwin D. Nugroho. Anak kampung dari pelosok Kalimantan, bermukim dan beraktivitas di belantara Jakarta. Selain menulis dan memotret, jalan-jalan adalah kegemarannya yang lain.

Beri Tanggapan (atau pilih komentar via akun media sosial)

4 tanggapan untuk “Ketika “Setan” Jualan “Body”

  • 14 Maret 2008 pada 18:45
    Permalink

    setan di the body shop itu ada di the body shop daerah mana?

  • 14 Maret 2008 pada 18:48
    Permalink

    gwe bingung kenapa yaa di mana mana banyak setan yakni di mall , di rumah dan lain sebagainya kinapa yaa apa karna gx di berkatin tempatnya

    jawab donx biar gw tau THE BODY SHOP daerah mana yang ada setannya oke

  • 14 Maret 2008 pada 18:49
    Permalink

    kalau loe gx jawab gw marah cepetan gx gw itung ampe 3

  • 14 Maret 2008 pada 18:50
    Permalink

    gw pernah dateng ke the body shop tapi gw udh gx inget dateng ke yang mana tapi yang pasti gw ngerasa kaya ada yang gangguin gw gitu makannya gw takut kalau ke the body shop
    gw ampe skrg aja gx brani dateng ke situ lagi lhoooo

Komentar ditutup.

Loading Facebook Comments ...
Loading Disqus Comments ...

No Trackbacks.