Mosaik-kan Fotomu…

Punya koleksi foto yang berlimpah? Kenapa tidak disusun menjadi sebuah mosaik?

Tengoklah mosaik di atas. Itu adalah gambar dua putera saya dengan “pakaian resmi” mereka. Yang kiri adalah si sulung Safa, dan sebelah kanan Afif, adiknya. Ada inzet di pojok kiri dan kanan bawah yang merupakan foto asli sebelum di-mosaik.

Kalau dipelototi benar-benar (maksudnya, perhatikan dari dekat), maka Anda akan melihat bahwa mosaik itu tersusun dari sebagian koleksi gambar keluarga kami – sebagian besar malah koleksi foto Safa dan Afif sendiri. Rupa mosaik baru terlihat lebih jelas bila Anda mundur dari layar monitor beberapa langkah. Ya… mundurlah sekarang. Lihat mosaik ini dari jauh, supaya semakin jelas! Makin jauh makin jelas!

Terima kasih, karena Anda sudah agak repot menjauhi monitor untuk melihat mosaik ini.

Jangan bayangkan mosaik foto putra saya di atas itu disusun secara manual. Pasti melelahkan dan perlu kepiawaian luar biasa untuk menyusun foto-foto kecil menjadi mosaik bergambar. Apalagi gambar yang di-mosaik bukanlah sebuah sketsa, melainkan gambar hidup yang berkarakter. Beda dengan konfigurasi mosaik di sebuah stadion sepakbola saat pembukaan Olimpiade, yang disusun dari karton warna-warni di atas kepala sekian puluh manusia. Atau mosaik di dinding-dinding bangunan atau lantai sebuah pelataran, yang biasanya tersusun dari rupa-rupa keramik.

Mosaik ini adalah hasil olah digital yang sungguh tidak merepotkan. Kalau Anda berminat, tinggal download software-nya di sini. Bagaimana cara mengolahnya? Sangat gampang! Perhatikan petunjuk, ikuti langkahnya satu per satu, very easy.

Tetapi, sebelum melakukan semua proses itu, Anda harus terlebih dahulu menyiapkan koleksi foto untuk menjadi bahan mosaik. Setidaknya perlu lebih dari 300 foto dalam satu folder. Usahakan foto-foto tersebut sudah di-resize menjadi lebih kecil, kira-kira 160×120 pixel, supaya dalam proses rendering mosaik bisa lebih cepat. Bayangkan kalau 300 foto itu berukuran di atas 800×600 pixel, pastilah memakan waktu lama untuk memprosesnya.

Kemudian, siapkan foto/gambar yang hendak di-mosaik. Usahakan memakai foto yang simpel, dengan tidak terlalu banyak detil warna, supaya susunan mosaiknya bisa lebih halus. Foto juga harus sama sisi (kotak bujur sangkar) karena software hanya mengerjakan gambar yang bujur sangkar. Bila gambar Anda tidak bujur sangkar, software akan “memaksa” menjadi kotak segi empat sehingga foto bakal jadi tidak simetris lagi.

Bila bahan baku sudah siap, maka biarlah software yang bekerja. Ya… tinggal tunggu hasilnya.

Software ini gratisan. Sebagai barang gratis, tentu saja kita hanya diberi kesempatan trial tak lebih dari 20 hari. Tetapi jangan khawatir… Bukankah 20 hari itu waktu yang cukup untuk membuat berpuluh-puluh mosaik?

Win Dede

Win Dede a.k.a Erwin D. Nugroho. Anak kampung dari pelosok Kalimantan, bermukim dan beraktivitas di belantara Jakarta. Selain menulis dan memotret, jalan-jalan adalah kegemarannya yang lain.

Beri Tanggapan (atau pilih komentar via akun media sosial)

Loading Facebook Comments ...
Loading Disqus Comments ...

No Trackbacks.