Kesempurnaan sebuah Foto

Biarlah kata-kata bercerita, foto tetap akan bicara. Begitulah, dahsyatnya rekaman peristiwa lewat foto bisa mengalahkan kepiawaian orang merangkai kata. Kekuatan sebuah foto bahkan dapat muncul tanpa harus diberi caption. Kelak, seperti juga lukisan, foto akan menjadi misteri masa lalu, yang membekukan sepotong waktu dan sekeping cerita.

Inilah foto jepretan Ibrar Tanoli, fotografer Reuters, yang mengabadikan salat Id di kota Balakot, 180 km dari Islamabad, Pakistan. Balakot adalah salah satu kota yang hancur akibat gempa berkekuatan dahsyat beberapa bulan lalu. Foto ini melukiskan betapa kecintaan kepada Ilahi membuat kekhusyukan beribadah tak terganggu, bahkan meskipun dikerjakan di reruntuhan bangunan dalam jejak duka yang masih tersisa.

Fotografi adalah gabungan feeling, momen dan teknik. Penentuan angle, pilihan setting kamera, juga keberuntungan menemukan momen, menjadi modal utama untuk menghasilkan foto yang baik. Foto karya Ibrar ini adalah contoh kesempurnaan karya. Yeah, setidaknya menurut orang yang sok ngerti fotografi seperti saya.

Win Dede

Win Dede a.k.a Erwin D. Nugroho. Anak kampung dari pelosok Kalimantan, bermukim dan beraktivitas di belantara Jakarta. Selain menulis dan memotret, jalan-jalan adalah kegemarannya yang lain.

Beri Tanggapan (atau pilih komentar via akun media sosial)

Satu tanggapan untuk “Kesempurnaan sebuah Foto

  • 17 September 2007 pada 09:55
    Permalink

    Subhanallah..Allahhu Akbar…
    Bukti-bukti ketaatan Umat manusia yang sangat-sangat mencintai Maha Pencipta Alam dan seisinya….,karena itu semua milik Allah maka akan kembali pada-Nya. Amien.

Komentar ditutup.

Loading Facebook Comments ...
Loading Disqus Comments ...

No Trackbacks.