< Browse > Home / General, Kontemplasi / Blog article: Mahdi dan Misteri tentang Tuhan

| Mobile | RSS

Mahdi dan Misteri tentang Tuhan

28 October 2005 | Ada 13 Komentar | General, Kontemplasi

Misteri tentang Tuhan adalah misteri mengenai alam pikiran. Ketika manusia berpikir Tuhan adalah “sesuatu” yang misterius maka misteriuslah Ia. Pada situasi di mana manusia berpikir bahwa Tuhan adalah nyata, logis dan “benar-benar ada” maka Dia sesungguhnya begitu mudah dikenali.
Tetapi proses pencarian Tuhan memang tak akan pernah berhenti. Dunia terlanjur penuh pertanyaan dan setiap jawaban atas pertanyaan-pertanyaan itu justru menghadirkan pertanyaan baru. Salah satu pertanyaan yang paling sulit terjawab adalah mengapa Tuhan “bersembunyi” di balik misteri ke-Maha-Besaran-Nya. Mengapa Tuhan tidak segera memperkenalkan diri secara lebih terbuka supaya si makhluk tidak lagi gila berpikir sendiri.

Tuhan menjadi misteri bila kau memikirkannya sebagai misteri.Begitulah. Maka, para penanti jawaban sering terjerumus pada ajaran-ajaran dan teori tentang Tuhan – doktrin demi doktrin, dan kadang-kadang malah mistik. Kitab-kitab suci tak cukup menjadi pelipur rasa ingin tahu, dan celakanya malah cenderung tersimpan di rak-rak pustaka sebagai catatan sejarah belaka.

Proses pencarian Tuhan kemudian membuat sejarah manusia disesaki oleh cerita-cerita mengenai aliran, agama-agama dan sekte. Dari yang terang sampai yang gelap. Mulai yang putih hingga hitam. Kelompok yang satu menganggap teorinya benar lantas menyalahkan kelompok yang lain. Begitu rumitnya sehingga lahirlah banyak sekali cara untuk menggapai ilahi. Dalam hal pencapaian menuju “puncak keilahian” itu, manusia terbukti penuh kreasi.

Hasil dari semua kreasi itu kemudian membuat banyak prilaku aneh. Berulang kali terjadi bunuh diri massal sebagai bentuk pencapaian ketuhanan sekelompok anak manusia. Sesuatu yang menurut kita bodoh tapi dalam akal mereka justru begitulah semestinya cara berjumpa dengan Tuhan.

***

Hari-hari terakhir ini soal sekte kembali jadi berita. Seorang pemuda bernama Ariffin, yang kemudian disebut-sebut sebagai Mahdi (belum jelas apakah ada hubungannya dengan kepercayaan soal Imam Mahdi dalam Islam), berhasil membawa ratusan orang pengikut untuk menuju “pencapaian ilahiah” di kawasan berbukit di Palu, Sulawesi Tengah. Ritual-ritual dilakukan, dan manusia memang mudah percaya begitu melihat sejumlah “keajaiban”. Mahdi lantas dianggap sebagai “utusan Tuhan” dan karena itu patut diikuti.

Mahdi dan pengikutnya harus bubar sebelum mereka “bertemu” Tuhan. Orang kampung dan aparat yang membubarkan mereka. Ada beberapa yang mati (karena terbunuh, tentu saja), tanpa pernah diketahui apakah ruh mereka segera berjumpa dengan Tuhan (yang sesungguhnya) atau lebih dulu bergentayangan di alam transisi bumi-akhirat.

***

Misteri mengenai Tuhan memang tak akan pernah tamat, terutama karena alasan sebagian manusia bahwa (konon) Tuhan adalah misteri itu sendiri. Banyak pilihan untuk bersikap, sehingga untuk itulah manusia diberi akal. Begitu bebas dan dahsyatnya akal manusia sampai-sampai sang Pemberi Akal pun akan terus mereka perdebatkan hingga akhir zaman.

Katakanlah: “Maka apakah kamu menyuruh aku menyembah selain Allah, hai orang-orang yang tidak berpengetahuan?” (Q.S Az Zumar 64)

Tulis komentar 2539 views, 2 so far today |

Fatal error: Call to undefined function wp_related_posts() in /home/windede/public_html/wp-content/themes/Digital Statement/single.php on line 35