Mahdi dan Misteri tentang Tuhan

Misteri tentang Tuhan adalah misteri mengenai alam pikiran. Ketika manusia berpikir Tuhan adalah “sesuatu” yang misterius maka misteriuslah Ia. Pada situasi di mana manusia berpikir bahwa Tuhan adalah nyata, logis dan “benar-benar ada” maka Dia sesungguhnya begitu mudah dikenali.
Tetapi proses pencarian Tuhan memang tak akan pernah berhenti. Dunia terlanjur penuh pertanyaan dan setiap jawaban atas pertanyaan-pertanyaan itu justru menghadirkan pertanyaan baru. Salah satu pertanyaan yang paling sulit terjawab adalah mengapa Tuhan “bersembunyi” di balik misteri ke-Maha-Besaran-Nya. Mengapa Tuhan tidak segera memperkenalkan diri secara lebih terbuka supaya si makhluk tidak lagi gila berpikir sendiri.

Tuhan menjadi misteri bila kau memikirkannya sebagai misteri.Begitulah. Maka, para penanti jawaban sering terjerumus pada ajaran-ajaran dan teori tentang Tuhan – doktrin demi doktrin, dan kadang-kadang malah mistik. Kitab-kitab suci tak cukup menjadi pelipur rasa ingin tahu, dan celakanya malah cenderung tersimpan di rak-rak pustaka sebagai catatan sejarah belaka.

Proses pencarian Tuhan kemudian membuat sejarah manusia disesaki oleh cerita-cerita mengenai aliran, agama-agama dan sekte. Dari yang terang sampai yang gelap. Mulai yang putih hingga hitam. Kelompok yang satu menganggap teorinya benar lantas menyalahkan kelompok yang lain. Begitu rumitnya sehingga lahirlah banyak sekali cara untuk menggapai ilahi. Dalam hal pencapaian menuju “puncak keilahian” itu, manusia terbukti penuh kreasi.

Hasil dari semua kreasi itu kemudian membuat banyak prilaku aneh. Berulang kali terjadi bunuh diri massal sebagai bentuk pencapaian ketuhanan sekelompok anak manusia. Sesuatu yang menurut kita bodoh tapi dalam akal mereka justru begitulah semestinya cara berjumpa dengan Tuhan.

***

Hari-hari terakhir ini soal sekte kembali jadi berita. Seorang pemuda bernama Ariffin, yang kemudian disebut-sebut sebagai Mahdi (belum jelas apakah ada hubungannya dengan kepercayaan soal Imam Mahdi dalam Islam), berhasil membawa ratusan orang pengikut untuk menuju “pencapaian ilahiah” di kawasan berbukit di Palu, Sulawesi Tengah. Ritual-ritual dilakukan, dan manusia memang mudah percaya begitu melihat sejumlah “keajaiban”. Mahdi lantas dianggap sebagai “utusan Tuhan” dan karena itu patut diikuti.

Mahdi dan pengikutnya harus bubar sebelum mereka “bertemu” Tuhan. Orang kampung dan aparat yang membubarkan mereka. Ada beberapa yang mati (karena terbunuh, tentu saja), tanpa pernah diketahui apakah ruh mereka segera berjumpa dengan Tuhan (yang sesungguhnya) atau lebih dulu bergentayangan di alam transisi bumi-akhirat.

***

Misteri mengenai Tuhan memang tak akan pernah tamat, terutama karena alasan sebagian manusia bahwa (konon) Tuhan adalah misteri itu sendiri. Banyak pilihan untuk bersikap, sehingga untuk itulah manusia diberi akal. Begitu bebas dan dahsyatnya akal manusia sampai-sampai sang Pemberi Akal pun akan terus mereka perdebatkan hingga akhir zaman.

Katakanlah: “Maka apakah kamu menyuruh aku menyembah selain Allah, hai orang-orang yang tidak berpengetahuan?” (Q.S Az Zumar 64)

Win Dede

Win Dede a.k.a Erwin D. Nugroho. Anak kampung dari pelosok Kalimantan, bermukim dan beraktivitas di belantara Jakarta. Selain menulis dan memotret, jalan-jalan adalah kegemarannya yang lain.

Beri Tanggapan (atau pilih komentar via akun media sosial)

13 tanggapan untuk “Mahdi dan Misteri tentang Tuhan

  • 6 Juni 2007 pada 15:25
    Permalink

    hebat memang internet, semua dapat dlihat dan di acces,, cuma tidak bs dimana alamat tuhan

  • 15 Juni 2007 pada 17:37
    Permalink

    klo alamat tuhan bisa di akses gw mao mengakses walaupun aksesnya lama.
    gw akan akses tapi tuhan tak kan pernah ada yang tau dia dimana karna tuhan selalu bersama kita melihat kelakuan kita, orang2x bodoh dengan segala cara ingin melihat tuhan tapi jika tuhan ber baik hati untuk melihatkan wujudnya maka seluruh makhluk di dunia ini akan mati sebelum melihat, yang bisa melihat tuhan hanyalah para nabi dan rasul yang terpilih, maka jika ad manusia yang ingin melihat maka hanya bermimpi kecuali manusia itu sangat ber iman dan taqwa.

  • 12 Oktober 2007 pada 20:33
    Permalink

    Dunia hampir kiamat, karna kemunculan kemunculan yang di tafsir dari al quran semakin hari semakin mendekati, tentang imam mahdi,kaum bani israil atau yang sekarang kita sebut bangsa israel seperti tertulis di dlm surah al-isra dimana mereka akan membuat kehancurn untuk yg keduakali di muka bumi, serta ad dajjal…….. maka berimanlah.

  • 8 November 2007 pada 16:33
    Permalink

    Apakah anda yakin dengan agama mu? jangan-jangan agama yang anda yakini dan paling banyak penganutnya malahan agama yang salah dan ditolak oleh Tuhan.
    Sebab berapa kali agama anda berbuat baik ? dan berapa banyak agama anda berbuat jahat ?
    membunuh, merusak rumah ibadah, mengusir aliran agama lain yang di anggap sesat padahal tidak tau ?

  • 24 Maret 2008 pada 21:04
    Permalink

    Tuhan kok dicari… Tuhan itu dekat kok, bosss… Dekat sekali… bahkan lebih dekat dari apa yang kita bayangkan… jangan membayangkan karena memang tidak bisa dibayangkan… dasar manusia…
    Saya memang manusia, tapi saya tidak seperti kalian untuk membayangkan keberadaan tempat Tuhan, karena pada prinsipnya Tuhan itu tidak bertempat tinggal kok… satu pertanyaan saja dari saya bagi memang kalian memang ingin mencari keberadaan Tuhan, Apakah hakekat keberadaan manusia itu sendiri?…

  • 26 April 2008 pada 22:47
    Permalink

    banyak orang yang mencari-cari dimana Tuhan berada..padahal Ia sendiri mengatakan bahwasanya Aku ini dekat, lebih dekat dari urat nadi leher..
    saya setuju sama kang idham :”jangan membayangkan karena memang tidak bisa dibayangkan..Apakah hakekat keberadaan manusia itu sendiri?”..
    lalu apa maksud kalimat syahadat pada kata ” Asyhadu yang berarti aku bersaksi,yang pernah manusia ucapkan sebelum lahir ke dunia?”..

  • 16 Juni 2008 pada 18:10
    Permalink

    Itulah kebilengernya manusia yang ingin segala sesuatunya harus ditampilkan secara objektif,Mas ValmZero….(Bahwa Allah “mumkinul wujud” (dari awal sudah ada, sekarang ada, dan seterusnya ada), jadi jangan perlu dirisaukan keberadaan-Nya….)
    Bahwa seorang Islam belum tentu tahu tentang Islam, sebelum dia bisa memahami arti Islam sebenarnya.
    Brain storming aja ya, bahwa Islam itu di ambil dari kata “Dinul Islam”. Dinul Islam sendiri artinya memasrahkan diri segala sesuatu-Nya kepada Allah dan berijtihad kepada kehidupan sosial manusia. Nah, dari situ aja udah ada terkandung makna “HabluminAllah & Habluminnass”, kalo mau ngejerimet lagi aku kasih pertanyaan nih, mana yang lebih penting dari makna “HabluminAllah & Habluminnass”? hati-hati, jangan sampai terjebak dengan dua makna antara buah simalakama,simpel aja kok….
    Bener gak kalo aku jawabnya,pilih salah satu aja udah dua makna yang terpilih. Contohnya ketika kamu sholat, abiz sholat kamu kan bisa berdoa untuk orangtua kamu, sodara kamu, guru kamu, teman kamu, dll…bahwa ketika kamu sholat makna “HabluminnAllah telah terpenuhi, dan ketika kamu abiz sholat kan kamu pastinya berdoa, yang pastinya makna “Habluminnass” juga terpenuhi….
    Seperti juga kamu memberikan sodakah atau amal, pastinya makna “Dinul Islam” juga terpenuhi, bahwa selain kamu dapat pahala sama Allah, pastinya hubungan antara manusia akan lebih baik lagi, bukan begitu….

  • 17 Juni 2008 pada 12:02
    Permalink

    Menindaklanjuti komentar ane tanggal 16 Juni 2008, ternyata ada kesalahan penulisan, ada tulisan “mumkinul wujud” dan maksud ane bukan itu, tapi “wajibul wujud”, dan berkenaan pengertiannya gak ada yang salah cuma itu doang kok…., thanks.

  • 6 Agustus 2008 pada 02:39
    Permalink

    aku berSama dngan Dia,,,,Dia jga bersama dnganku…

    Kami bersatU,namun tidak bercampUr…….

  • 6 Agustus 2008 pada 02:45
    Permalink

    peLajari dri…..keLak akan teMukan semuaNya….

  • 25 Desember 2008 pada 01:44
    Permalink

    Hemat Sy Sih:Air Putih Dicampur Dengan Sirup berwarna,Dapatkah dilihat kembali kemurnian warna air putih tsb@selama menjalalani kehidupan jgn berbuat zalim kpd diri sendiri,orang lain&tahu ukuran.Kayaknya sich cuman itu saja syaratnya selamat dunia&akherat.

  • 31 Desember 2008 pada 16:55
    Permalink

    Selamat Natal & Tahun baru 2009.
    Semoga terima kasih TUHAN AMIN.SALAM YA

  • 31 Desember 2008 pada 16:59
    Permalink

    Selamat Natal & Tahun baru 2009.
    Semoga terima kasih TUHAN AMIN.
    SALAM YA

Komentar ditutup.

Loading Facebook Comments ...
Loading Disqus Comments ...

No Trackbacks.