Siapa Pemilik Logo Banteng?

Ide membuat logo bisa terilhami oleh apa saja. Di situs Logo Resource ini malah kita bisa dapat ribuan logo secara gratis. Simbol-simbol sengaja ditampilkan untuk mempermudah publik mengingat, sehingga Nike, misalnya, cukup pede dengan logo garis conteng, sementara kedai macam KFC harus bikin simbol seorang paman berkumis.

Tetapi urusan logo ini bisa panjang juga, karena tak jarang ada dua lembaga punya logo yang sama. Terakhir, sebuah perusahaan peralatan olahraga Body Boarding 662 MOB dikabarkan di sejumlah milis berencana menggugat PDIP, karena logo banteng milik partai Megawati itu sama persis dengan logo produk mereka. Sebuah kesamaan yang sungguh bertolak belakang, karena PDIP adalah partai politik, sementara 662 MOB, sejauh ini lebih dikenal sebagai produsen alat-alat olahraga yang cukup populer di Kanada dan Amerika.

662MOB memang tidak langsung menggugat. Perwakilan perusahaan itu di Indonesia hanya bersurat kepada Yayasan Konsumen Indonesia dan meminta ditelusuri, apakah logo banteng berbibir putih itu diperoleh PDIP secara orisinal, sehingga kemiripan yang terjadi hanyalah kebetulan belaka, atau memang PDIP telah menjiplak logo tersebut dari 662MOB, yang konon, sudah ada lebih dulu dari PDIP.

Saya sih berpikiran sederhana saja. Menjiplak atau tidak, PDIP dan 662MOB lebih baik berkolaborasi saja. Mumpung punya logo yang sama; PDIP bisa pesan souvenir seperti baju kaos dan topi di 662MOB. Tanpa perlu mengirim logo PDIP, pihak 662MOB pasti sudah mahir membuatkan logonya.

Begitulah. Dunia ini memang terlalu kecil untuk membuat kita terhindar dari memikirkan apa yang sedang atau pernah dipikirkan orang lain.

Win Dede

Win Dede a.k.a Erwin D. Nugroho. Anak kampung dari pelosok Kalimantan, bermukim dan beraktivitas di belantara Jakarta. Selain menulis dan memotret, jalan-jalan adalah kegemarannya yang lain.

4 tanggapan untuk “Siapa Pemilik Logo Banteng?

  • 14 Januari 2007 pada 13:01
    Permalink

    Cukup lucu aja sebuah partai besar yang menduduki sebuah pemarintahan di indonesia ini, mempunyai masalah dengan sebuah logo..
    padahal banyak sekali graphichouse yang memilik jasa pembuatatn logo contohnya graphichouse saya HAUSBANGET design, kami membuat penuh dengan kehati -hatian dalalm pembuatan sebuah logo, masa Partai besar bisa logonya sama dengan tempat penjualan olahraga……..malu ahh..

    Balas
  • 28 Maret 2007 pada 04:13
    Permalink

    Yang paling berhak komplen ya bantengnya lagi, maen gambar2 aja gak pake ijin :D:D

    Balas
  • 20 Februari 2008 pada 23:20
    Permalink

    He-he-he Tajid lucu juga tuh setuju klo bantengnya yang mesti ngamuk tanpa ada konpensasi

    Balas
  • 28 Oktober 2008 pada 22:58
    Permalink

    usul yang bagus sekali itu, dan kalau dapat order masak sih mau nuntut juga? 🙂

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *