Skip to content

WINDEDE.com

Menu
  • Home
  • Esai
  • Kontemplasi
  • Inspirasi
  • Perjalanan
  • Fotografi
  • Budaya
  • Politika
Menu

Selamat Menyongsong Hari Kematian

Posted on 13 Maret 2005

“Memang mati itu urusan Tuhan, tapi janganlah dengan cara seperti ini…”

(Ratna, salah seorang keluarga korban Bom Kuningan.)

Maut bisa menjemput kapan saja. Bahkan tanpa diduga-duga. Dalam banyak kecelakaan, kematian malah datang ketika si empunya nyawa sedang tertawa-tawa, riang gembira. Proses kematian seperti ini, seringkali, membuat banyak keluarga yang ditinggalkan shock, tidak percaya, bahkan kerap mengalami depresi berkepanjangan.

Tentu saja berbeda dengan kematian yang sudah bisa “diduga”. Misalnya, pada orang yang sudah sakit keras berhari-hari, berusia uzur dan nyaris tanpa harapan hidup. Pada orang dengan kondisi seperti ini, banyak keluarga justru berdoa “berilah jalan terbaik” kepada si sakit. Kalimat “berilah jalan terbaik” itu sebenarnya adalah doa yang “halus” untuk memohon agar Tuhan menyegerakan pencabutan nyawa. “Daripada terlalu lama merasakan sakitnya.”

Maut, pada saatnya, akan menghampiri setiap kita, dalam kondisi tubuh sesehat apa pun dan situasi sekitar (lingkungan) se-safety apa pun. Terlalu banyak cara dan alasan bagi Tuhan untuk mencabut nyawa ciptaan-Nya. Termasuk seperti yang dialami aktivis HAM, Munir, yang menjemput ajal di dalam pesawat terbang.

Maka, janganlah pernah terkejut ketika maut menjemput. Sebab kematian tak pernah jauh dari hidup kita di dunia yang sungguh hanya sekejap ini.

Selamat hari Sabtu. Selamat menyongsong hari kematian, yang entah kapan, PASTI datang.

Like & Share

1 thought on “Selamat Menyongsong Hari Kematian”

  1. Pak Gu Syukron berkata:
    28 Januari 2011 pukul 17:14

    Kematian tdak harus dtakuti, tapi perlu disikapi dg persiapan mental dan amal. Tak ada yg berharga bg manusia kecuali jasa yg ditinggalkannya. Anak istri milik org lain. Harta waris boleh jadi habis dbagi. Tapi bs juga berharga bg si mati jika diwakafkan. Jasa buat org bnyak nilainya.

    Balas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

About

 

WinDede a.k.a Erwin D. Nugroho.

Anak kampung dari pelosok Kalimantan, bermukim dan beraktivitas di belantara Jakarta. Selain menulis dan memotret, jalan-jalan adalah kegemarannya yang lain.

My Book

My Youtube

https://youtu.be/2vSExaDnOTQ

My Instagram

Sesi foto keluarga, biar ada kenangannya... #eeeaa Sesi foto keluarga, biar ada kenangannya... #eeeaaaa
Si bungsu udah macam anak tunggal... Si bungsu udah macam anak tunggal...
Sesi foto tiga generasi... Sesi foto tiga generasi...
Baru terima nih official photos dari graduation du Baru terima nih official photos dari graduation dua pekan yg lalu. Harus diposting dong yak, hahaha...
Terima kasih Rektor UAI Prof. Dr. Ir. Asep Saefudd Terima kasih Rektor UAI Prof. Dr. Ir. Asep Saefuddin, M.Sc.
Bersama Dekan Fakultas Hukum UAI Dr. Yusup Hidayat Bersama Dekan Fakultas Hukum UAI Dr. Yusup Hidayat, S.Ag., M.H.
Sekali-sekali dapat predikat tertinggi selain ukur Sekali-sekali dapat predikat tertinggi selain ukuran badan hehe 😁
Alumni FH UAI angkatan 2018 👨‍🎓👩‍🎓 Alumni FH UAI angkatan 2018 👨‍🎓👩‍🎓
Alhamdulillah... Alhamdulillah...
Load More Follow on Instagram

Arsip Blog

Posting Terakhir

  • Liburan Tipis-Tipis ke Singapura (2): Semakin Ramah bagi Turis Muslim
  • Liburan Tipis-Tipis ke Singapura (1): Tiket Pesawat Lebih Murah ketimbang Rute Domestik
  • Ogi, Amtenar Aktivis
  • Uji Bebas Covid-19
  • Nyetir Sendiri Keliling Eropa (4): Bebas Ngebut di Jerman, Taat Speed Limit di Prancis dan Belanda
  • Nyetir Sendiri Keliling Eropa (3): Semua Urusan Dikelola Mesin, Bisa Curang Tapi Tetap Patuh
©2026 WINDEDE.com | Design: Newspaperly WordPress Theme