< Browse > Home / Archive: November 2006

| Mobile | RSS

Biarkan Waktu Bekerja

Waktu berlalu. Seperti halnya bumi yang terus berputar, kita pun menua. Sebagian dari kemarin menjadi sejarah. Sebagiannya lagi menguap hilang dan terlupakan. Dalam banyak kesempatan, kita tentu saja melewati semua perjalanan waktu itu apa adanya, tanpa sebuah perenungan mengenai betapa sebenarnya setiap detik yang lewat sedang mengubah banyak hal dalam hidup kita.
Saya berhasrat membincangkan “hidup [...]

Korban Asap Berburu Udara

Berbulan-bulan menghirup udara kotor penuh asap adalah sebuah persoalan. Saya tidak yakin akan baik-baik saja bila memeriksa paru-paru, meskipun, ternyata, bakat asma saya tidak kambuh dengan serbuan asap itu. Entah apakah asmanya yang sembuh, atau udara kotor memang telah membuat saya imun. Yang pasti, saya sangat merindukan udara bersih, sejuk, bebas polusi.
Maka, ketika pekan lalu [...]

Teh Kemasan di Kebun Teh

Senikmat-nikmat minuman adalah teh, dan senyaman-nyaman suasana adalah menghirup udara segar dari kawasan perkebunan teh. Lantas apa jadinya kalau teh yang nikmat itu diminum di perkebunan teh? Nikmat dan nyaman akan berkolaborasi.
Tetapi nanti dulu. Belum tentu senikmat dan senyaman yang kita bayangkan. Setidaknya dalam ukuran apakah yang kita “nikmati” dan “nyamani” itu menjadi natural dan [...]

Karena Mati bukan Ketiadaan Abadi

Tak ada yang lebih misterius dalam hidup kecuali ihwal kematian. Sampai hari ini, sangat banyak rahasia yang belum terungkap mengenai mati. Kitab-kitab suci memang memberi sejumlah gambaran; baik mengenai kematian maupun apa yang terjadi setelah mati. Namun semua tetap dalam misteri yang sama, sebab betapa pun secara empirik belum ada orang yang bisa membawa kisah [...]

Setelah Hujan Singkat Itu…

Akhirnya hujan mengguyur kampung kami, sore kemarin. Meski hanya di beberapa titik dan dalam waktu yang singkat sekali. Aroma tanah basah menyeruak menggantikan bau asap yang dua bulan terakhir menemani setiap tarikan napas. Harum, segar…
Pagi ini, langit sedikit cerah. Memang belum biru dan berawan, tapi selimut asap sudah sangat tipis. Jarak pandang membaik, setidaknya sudah [...]

Sepenggal Waktu dalam Foto Masa Lalu

Meski tidak mudik saat lebaran kemarin, saya akhirnya terdampar juga di kampung halaman di Samarinda. Urusan pekerjaan yang mengantarkan saya kembali menikmati damainya tidur di rumah orangtua, mencicipi masakan-masakan kesukaan dan berjumpa beberapa kawan lama. Lebaran belum benar-benar lewat. Masih ada bau-baunya, setidaknya untuk sekadar bersalaman dengan sahabat.

  • Kotak Pesan

    Nama:
    Web:
    Pesan:
    :) :( :D :p :(( :)) :x


    Kontak pribadi?
    Langsung ke: windede[at]windede[dot]com


Safa @ sen-ciSafa Afif NgebutSafa n AfifAfif n Safa di PIMJuve AlvaroAfif di malSafa CoolRafif BergayaCandleYang Tersisa