DIJUAL CEPAT: Mata & Ginjal, Masih Sehat

Pertarungan politik membuat Drs Abdul Karim, warga Banjarmasin Kalsel nekat menawarkan ginjal dan kedua biji matanya untuk dijual. “Soal harga, bisa dirundingkan,” katanya. Ini bukan bercanda. Abdul Karim benar-benar serius.

Ihwal melego organ tubuh ini berawal dari lilitan utang yang sudah tak sanggup dipikul Karim. Menjelang pemilu legislatif April 2004 lalu, pria berumur 39 tahun ini mendapat mandat menjadi Ketua DPD PND Kalsel. Sebagai partai “gurem” tentu saja Karim harus membesarkan sendiri partainya, termasuk mencari biaya untuk berkampanye. Alhasil, terkumpullah utang sebanyak Rp150 juta.

Untung tak dapat diraih, malang repot ditolak. Belum beres urusan utang-piutang, PND yang diusung Karim di Kalsel justru tak lolos sebagai peserta pemilu. Partainya tereliminasi di tingkat pusat karena tidak memenuhi kuota jumlah perwakilan daerah. Jangankan menjadi anggota DPRD, jadi caleg pun Karim gagal. Sementara, utang terlanjur tersebar di mana-mana.

Duit 150 juta tentu saja tidak sedikit, apalagi bagi Karim yang selama ini bekerja sebagai tukang foto keliling dan berdagang ikan hias di rumahnya di Kampung Melayu Banjarmasin. Pekerjaan yang digelutinya bertahun-tahun itu bahkan sudah pula terbengkalai, gara-gara mimpi Karim menjadi wakil rakyat tak jadi kenyataan.

Maka, tak ada jalan lain, satu-satunya harapan adalah menawarkan apa yang ada ditubuhnya untuk dijual. Karim pernah mendengar ada teknologi pencangkokan mata dan ginjal untuk orang-orang yang membutuhkan. Karena itu, lewat koran Radar Banjarmasin, Karim berpromosi — bahwa dia punya mata dan ginjal yang sehat dan siap untuk dijual. Keputusan ini tidaklah gegabah. Ia mengaku sudah memikirkannya masak-masak, bahkan telah pula salat Istikharah dan berkonsultasi dengan keluarga.

Bagi Karim, kehilangan mata dan ginjal masih lebih baik daripada ia harus menanggung utang yang tak mungkin terbayar. Apalagi masa jatuh tempo utang itu tinggal satu bulan lagi. Karim yakin hidupnya masih lebih damai tanpa utang (meski kehilangan mata dan ginjal) daripada harus bertubuh lengkap namun dikejar-kejar penagih utang dan perasaan bersalah.

Saya salut dengan Karim. Meski keputusan berutang untuk membesarkan partai itu bukanlah keputusan yang baik, namun keinginannya untuk bertanggung jawab masih lebih baik. Tengoklah penjahat-penjahat kelas kakap yang mengemplang duit BLBI, kredit macet dan dana-dana rakyat itu. Mereka menilep duit triliunan rupiah, menghambur-hamburkannya untuk kepentingan pribadi, dan ketika harus diadili, dengan dalih sakit mereka lari keluar negeri untuk tidak kembali lagi.

Anda berminat membantu Karim? Mata dan ginjalnya benar-benar siap untuk dijual!

Like & Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.