< Browse > Home

| Mobile | RSS

Teori Lupa dan Adaptasi Kita

Banyak orang mungkin lupa, 10 tahun yang lalu, harga bensin masih Rp1.200. Seribu dua ratus rupiah, kawan. Pada masa sekarang, buat bayar ongkos parkir pun sudah nggak dapat lagi. Kalau belanja di mini market, duit segitu malah kerap dikonversi menjadi sebutir permen sebagai pengganti koin kembalian. Harga solar lebih murah lagi, hanya separonya, dan karena [...]

Parade Miskin

Inilah negeri di mana semua yang serba paradoks menjadi lazim; orang-orang hidup miskin di atas tanah mereka yang kaya.

HARGA BBM bakal naik lagi. “Tak lebih dari 30 persen,” kata petinggi republik. Masih jauh rencana itu. Belum begitu jelas kapan bermula. Tetapi semua sudah panik begitu rupa. Pasar merespon cepat: harga-harga kebutuhan pokok melonjak, seolah [...]

Bisnis Korupsi dan Komisi Sana-Sini

Lagi-lagi wakil rakyat. Betapa memuakkan sebenarnya membincang orang-orang politik yang kebanyakan berhati busuk itu. Mereka merebut kursi dengan jiwa serakah penuh intrik dan tipu daya. Setelah berhasil duduk, korupsinya lebih dominan dibandingkan pemenuhan kewajiban yang labelnya begitu mulia: pengabdian.

Fitna dan Ketololan Ketakberdayaan Kita

Sudah nonton film Fitna? Kalau sudah, marahlah, karena siapapun pantas marah menyaksikan film jahat yang super-tendensius itu. Tapi kalau belum, dengan alasan apa marah-marah?
Saya melihat ada gejala yang aneh, ketika virus marah-marah melanda seluruh negeri sementara sumber kemarahannya (ternyata) belum jelas benar. Orang-orang ribut dengan film dokumenter yang dibuat Geert Wilders, tetapi (lagi-lagi ternyata) belum [...]

Orang-orang Pemarah Itu…

Orang kampung tetaplah orang kampung. Atas nama rasa udik, saya belum kunjung mengerti mengapa begitu sulit memahami peradaban orang kota; sibuk, tergesa-gesa, sedikit senyum, egois dan, ini yang rasanya cukup penting: gampang sekali marah-marah.
Saya menjumpai orang-orang aneh ini setiap hari, terutama di jalan raya. Di kampung, saya biasa berkendara sambil membuka jendela, lantas melambai [...]

[ Baca lengkap ] 24 March 2008 | Ada 12 Komentar | Budaya, Manusia |

Haruskah Wartawan Ditakuti?

Sekadar Catatan untuk Hari Pers Nasional
Hari sudah mulai gelap ketika di suatu sore yang hangat saya menyudahi perbincangan dengan seorang tokoh, di coffee shop sebuah hotel. Saat bersama-sama menuju tempat parkir, si tokoh berujar; “eh, obrolan kita tadi sampai di sini saja ya. Jangan jadi berita, lho…”
Saya sendiri sedikit pun tak berniat menjadikan obrolan itu [...]

[ Baca lengkap ] 9 February 2008 | Ada 21 Komentar | Esai, General |

Siapa (Di)suruh Datang Jakarta

AKHIRNYA, ya… akhirnya. Saya mendamparkan diri di belantara ibu kota. Tempat yang semasa saya kecil dulu sering disebut “kekejamannya melebihi ibu tiri”. Ini hari ke tiga saya di Batavia. Sementara sih nyaman dan baik-baik belaka. Mudah-mudahan begitu seterusnya.
Saya ini orang kampung tulen. Lahir dan besar di kampung. Jauh dari hiruk-pikuk metropolitan. Sesekali memang bertandang [...]

[ Baca lengkap ] 29 January 2008 | Ada 22 Komentar | Blog Vaganza |

Konsisten Melanggar

LANGIT pekat hampir pukul sebelas malam. Pesawat sedang bersiap mendarat. Selain mengingatkan kewajiban memakai sabuk pengaman, menegakkan sandaran kursi dan melipat meja di hadapan, pramugari juga kembali mengumumkan kepada seluruh penumpang soal larangan mengaktifkan telepon genggam, “karena akan mengganggu sistem navigasi pesawat ini.”
Tak sampai setarikan napas setelah pengumuman di ujung penerbangan itu, nada dering sebuah [...]

[ Baca lengkap ] 20 January 2008 | Ada 7 Komentar | Budaya, Esai |
  • Kotak Pesan

    Nama:
    Web:
    Pesan:
    :) :( :D :p :(( :)) :x


    Kontak pribadi?
    Langsung ke: windede[at]windede[dot]com


Safa @ sen-ciSafa Afif NgebutSafa n AfifAfif n Safa di PIMJuve AlvaroAfif di malSafa CoolRafif BergayaCandleYang Tersisa