< Browse > Home / Archive by category 'Budaya'

| Mobile | RSS

Bisnis Korupsi dan Komisi Sana-Sini

Lagi-lagi wakil rakyat. Betapa memuakkan sebenarnya membincang orang-orang politik yang kebanyakan berhati busuk itu. Mereka merebut kursi dengan jiwa serakah penuh intrik dan tipu daya. Setelah berhasil duduk, korupsinya lebih dominan dibandingkan pemenuhan kewajiban yang labelnya begitu mulia: pengabdian.

Orang-orang Pemarah Itu…

Orang kampung tetaplah orang kampung. Atas nama rasa udik, saya belum kunjung mengerti mengapa begitu sulit memahami peradaban orang kota; sibuk, tergesa-gesa, sedikit senyum, egois dan, ini yang rasanya cukup penting: gampang sekali marah-marah.
Saya menjumpai orang-orang aneh ini setiap hari, terutama di jalan raya. Di kampung, saya biasa berkendara sambil membuka jendela, lantas melambai [...]

[ Baca lengkap ] 24 March 2008 | Ada 12 Komentar | Budaya, Manusia |

Konsisten Melanggar

LANGIT pekat hampir pukul sebelas malam. Pesawat sedang bersiap mendarat. Selain mengingatkan kewajiban memakai sabuk pengaman, menegakkan sandaran kursi dan melipat meja di hadapan, pramugari juga kembali mengumumkan kepada seluruh penumpang soal larangan mengaktifkan telepon genggam, “karena akan mengganggu sistem navigasi pesawat ini.”
Tak sampai setarikan napas setelah pengumuman di ujung penerbangan itu, nada dering sebuah [...]

[ Baca lengkap ] 20 January 2008 | Ada 7 Komentar | Budaya, Esai |

Terompet Tahun Baru

MATAHARI terik. Meski tanah masih basah bekas hujan malam tadi, debu di aspal jalanan tetap berterbangan diseret roda kendaraan. Lelaki paruh baya berkulit legam itu menyeka wajah dengan kain lengan bajunya yang kuyup. Keringat dan debu bercampur. Menyisakan bekas garis-garis hitam di lengan baju itu.
Entah sudah berapa jauh dia melangkahkan kaki. Bukan langkah kosong [...]

[ Baca lengkap ] 31 December 2007 | Ada 6 Komentar | Budaya, Esai |

Harga Mahal Pikiran Cabul

 
Betapa pentingnya ternyata pemenuhan atas pikiran cabul manusia, sehingga triliunan rupiah duit terhambur sepanjang tahun 2007 dalam transaksi konten pornografi ponsel. Ketika syahwat harus dibayar kontan, macam-macam cara bisa dilakukan. Dulu, bisnis esek-esek berbentuk nyata. Di gang-gang kumuh pelacuran, atau ruang-ruang binal penyedia jasa cinta semalam – yang selalu saja terserak di sesibuk apapun sebuah [...]

[ Baca lengkap ] 28 November 2007 | Ada 11 Komentar | Budaya, Manusia |

Manggar dan Nostalgia Akhir Pekan

Selalu saja ada keinginan menikmati akhir pekan bersama keluarga. Rutinitas membuat siapapun berusaha mencari waktu di mana segala pikiran mengenai pekerjaan, juga kompleksitas hidup, terlupakan, meski untuk sementara. Tempat-tempat wisata pastilah pilihan menarik, selain, tentu saja, apapun yang bisa membuat refresh.

…karena Malam Tak Hanya Milik Pelelap

SELALU ada tempat untuk nongkrong menikmati malam. Setelah seharian sibuk dengan beragam aktivitas, orang memang sesekali hendak melarutkan diri dalam kenyamanan suasana; bisa dengan hang out di kafe atau pub, menyeruput teh hangat di sebuah kedai, atau sekadar jalan-jalan di tengah keramaian, entah pusat belanja, atau pasar malam. 

Teh Kemasan di Kebun Teh

Senikmat-nikmat minuman adalah teh, dan senyaman-nyaman suasana adalah menghirup udara segar dari kawasan perkebunan teh. Lantas apa jadinya kalau teh yang nikmat itu diminum di perkebunan teh? Nikmat dan nyaman akan berkolaborasi.
Tetapi nanti dulu. Belum tentu senikmat dan senyaman yang kita bayangkan. Setidaknya dalam ukuran apakah yang kita “nikmati” dan “nyamani” itu menjadi natural dan [...]

  • Kotak Pesan

    Nama:
    Web:
    Pesan:
    :) :( :D :p :(( :)) :x


    Kontak pribadi?
    Langsung ke: windede[at]windede[dot]com


Safa @ sen-ciSafa Afif NgebutSafa n AfifAfif n Safa di PIMJuve AlvaroAfif di malSafa CoolRafif BergayaCandleYang Tersisa