Skema Ponzi dan Money Games Berkedok Umrah Murah?

Too good to be true.

SETIAP hari selalu nongol posting “bersponsor” dari agent travel umrah ini di wall FB. Kampanye “umrah murah” yg sangat masif ini justru mencurigakan. Apalagi harganya tidak masuk akal: hanya 14 jt an – sementara paket umrah regular lainnya yg versi “paling hemat” di kisaran 20 jt an. Makin tidak masuk akal karena peminatnya harus daftar dan bayar lunas sekarang untuk (dijanjikan) berangkat tahun depan.

Marketingnya sangat aktif dan agresif, dengan para pemasar dari berbagai daerah yang mereka sebut sebagai “smart agent”. Para smart agent ini bahkan berebut pula mengumpulkan jamaah. Ini terlihat di kolom komentar di mana setiap ada peminat yg tanya-tanya info, langsung disamber komentar dari smart agent yg berbeda-beda. Tentu karena para smart agent mendapat komisi/fee marketing dari setiap jamaah yg mendaftar lewat dia.

Modus penipuan travel umrah bukanlah cerita baru. Sudah sangat banyak kejadian orang-orang tertipu. Iming-iming paling sering dan paling mudah menjerat mangsa adalah harga yang murah. Betapa niat baik memang sering kalah oleh janji manis.

Merujuk kasus-kasus travel umrah murah yang berujung jamaahnya tertipu, gagal berangkat dan duit setoran hilang tak berbekas, yg terjadi sebenarnya sangat “sederhana”; money games. Penyelenggara umrah abal-abal menghimpun sebanyak mungkin dana masyarakat, kemudian memakai sistem “investasi berujung chaos” ala skema ponzi, di mana pemberangkatan jamaah hari ini dibiayai memakai dana jamaah tahun depan.

Kalau dalam investasi ponzi (yang masih terus terjadi dan makan korban), ini skema sangat lazim di mana “keuntungan members lama dibayar memakai duit yang diinvestasikan members baru”.

Orang-orang menjadi yakin ikut bergabung travel umrah murah semacam ini karena sejauh ini terbukti jamaah-jamaah sebelumnya selalu berangkat, dan baik-baik saja, bahkan sangat puas sebab dengan biaya semurah itu bisa dapat servis kelas premium.

Padahal bom waktu sedang menghitung mundur untuk meledak. Pada saatnya, akan tiba satu waktu di mana jumlah dana terkumpul sudah tidak sebanding lagi dgn kewajiban biro perjalanan memberangkatkan jamaah. Cash flow akan bermasalah. Dana dari rekrutmen jamaah baru tetap tak mencukupi untuk membiayai antrean peserta umrah yg sudah harus berangkat.

Biasanya tahap pertama akan terjadi penundaan-penundaan, molor dari jadwal, jamaah yang sudah setor lunas diminta menambah biaya ini-itu dengan alasan selisih kurs dolar atau ada komponen biaya tak terduga, sampai akhirnya pemberangkatan jamaah mandek samasekali dan sang owner (otak skema ponzi) kabur. Menangislah yg kehilangan uang dan kehilangan waktu (karena menunggu) untuk niat ibadah ke Baitullah.

Sudah sejak dua bulan lalu saya kepingin menuliskan ini, sejak posting bersponsor agent travel umrah ini berseliweran setiap hari di wall FB saya. Salah satu yg paling mencurigakan adalah kalimat maut ini: “pendaftaran diperpanjang 3 hari, segeralah bergabung karena seat terbatas”.

Faktanya; sejak dua bulan lalu “seat terbatas” itu tak habis-habis, dan perpanjangan waktu pendaftaran tak kunjung berakhir (diperpanjang terus).

Maka pesan saya: berhati-hatilah. Ini zaman di mana utk beribadah pun kau tak cukup hanya bersandar pada niat baik dan prasangka baik. Perlu sedikit “mikiiiirrr” (baca dgn intonasi Cak Lontong) supaya nggak amsyong.

 

Note: nama dan identitas travel di skrinsyut sengaja saya coret/hilangkan krn saya males berurusan sama UU ITE. Intinya, berhati-hatilah. ??

Like & Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.