Sekilas Kabar dari Musim Panas di Makkah

MESKI belum masuk puncak musim panas, level temperatur di Kota Makkah siang tadi mencapai 50° celcius. Sungguh bikin keder. Apalagi aku harus berada di jalanan yg macet menuju Masjidil Haram, dengan AC mobil menjerit-jerit — alih-alih bikin sejuk, malah menyemburkan udara hangat. Di Makkah, saat musim panas, banyak AC mobil tak bekerja sesuai namanya: air conditioner.

“Kita cuma duduk di dalam mobil. Anggap aja lagi sauna. Itu orang-orang Arab malah tawaf di bawah terik matahari, siang-siang bolong begini,” seru seorang kawan.

“Eh, jangan salah,” sahut kawan yg lain. “Itu orang Arab yg tawaf siang-siang, saat musim panas di bulan puasa gini, belum tentu puasa juga loh…” ??

Konon, orang-orang itu datang ke Makkah dari kota-kota yg jauh, menempuh perjalanan panjang yg membuatnya memenuhi syarat utk mengambil jatah tak berpuasa hari itu, meskipun ia melakukan safar demi urusan lain yang samasekali tidak wajib seperti halnya perintah puasa.

Itulah privilege. Keistimewaan bagi Sang Musafir.

Lalu demi apa engkau paksa semua orang berpuasa? Sebab bahkan Allah pun memerintahkan puasa hanya kepada orang-orang beriman saja. Apa pangkatmu sampai berani-beraninya melampaui kuasa Tuhan? Mengurusi iman orang? 🙂

Win Dede

Win Dede a.k.a Erwin D. Nugroho. Anak kampung dari pelosok Kalimantan, bermukim dan beraktivitas di belantara Jakarta. Selain menulis dan memotret, jalan-jalan adalah kegemarannya yang lain.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *