Kudeta Mempertakut Kontroversi Hati

Ilustrasi: uniqpost.com

 

Hahaha, aduh… jangan marah dulu. Kalo Anda bingung dengan judul postingan ini, percayalah, saya hanya sedang berusaha membagi kebingungan serupa yang baru saja saya alami.

Ya, coba putar dulu video wawancara berikut ini:

 

Sudah? Hehehe, begitulah. Kalo Anda sedang tak bisa membuka Youtube, entah karena sedang fakir bandwith atau memang kelamaan buffering, saya tuliskan saja transkrip-nya:

Tetap di usiaku saat ini, ya twenty nine my age ya. Tapi aku tetap masih merindukan apresiasi karena basically ya aku seneng musik walaupun kontroversi hati aku lebih menyudutkan kepada konspirasi kemakmuran yang kita pilih ya. Kita belajar apa ya, harmonisisasi dari hal terkecil sampai terbesar. Kupikir kita nggak boleh ego terhadap satu kepentingan dan kudeta apa yang kita menjadi keinginan… Dengan adanya hubungan ini bukan mempertakut, bukan mempersuram statusisasi kemakmuran keluarga dia gitu, tapi menjadi confidence, tapi kita harus bisa mensiasati kecerdasan itu untuk labil ekonomi kita tetap lebih baik… Aku sangat bangga…”

Saya termasuk jarang nonton infotainment. Tapi melihat video yang link-nya saya dapat dari status FB salah seorang kawan ini, praktis menggoda saya untuk menyisihkan sedikit waktu menelusuri wawancara-wawancara lain, yang dilakukan media/infotainment kepada Zaskia Gotik dan Vicky Prasetyo, yang kemudian membuka mata betapa “kharisma” bisa dibangun seorang pria hanya dengan berpura-pura pandai – lantas dengan begitu sang wanita mabuk kepayang dan tertipu habis-habisan.

Lah kebayang nggak kalo cowoknya pandai beneran seperti saya, gimana mabuknya wanita yang mau saya tipu? Hahaha…

Apa yang diperlihatkan Vicky yang kini mendekam di penjara karena kasus penipuan ini sebenarnya adalah gambaran masyarakat kita juga, yang begitu mudah terbuai oleh kata-kata. Tidak sedikit kasus penculikan anak-anak gadis di bawah umur yang bermula dari perkenalan di jejaring sosial. Penipuan melalui SMS atau internet masih terus terjadi dengan modus yang semakin bervariasi. Begitu mudahnya orang menipu dan tertipu.

Buaian kata-kata juga menjadi senjata ampuh para pejabat publik, yang menebar kharisma demi dipilih entah sebagai kepala daerah atau anggota legislatif. Begitu dahsyatnya kekuatan kata-kata sehingga seorang penjahat bisa tampak seperti malaikat lewat kata-kata. Kalau Vicky menipu Zaskia seorang, pejabat-pejabat itu lazim berbohong menipu rakyat secara masif – dan cilakanya rakyat kebanyakan ini ya masih tertipu juga.

Maka yang diperlukan bukan hanya usaha agar pejabat-pejabat kita menjadi semakin jujur, tetapi juga edukasi supaya rakyat lebih pintar dan tak lagi mudah ditipu.

Zaskia tak akan tertipu oleh kata-kata Vicky, andai saja dia sedikit lebih mengerti bahwa bahkan ucapan-ucapan Vicky itu sudah menunjukkan rendahnya kelas intelektual cowok Cikarang bernama asli Hendrianto itu.

Ahsudahlah, tulisan ini juga iseng belaka dan sungguh bukan dalam rangka mempertakut, atau mempersuram, apalagi mengganggu statusisasi jalan pikiran Anda hehe…

 

UPDATE

Dokumentasi pidato Vicky dalam bahasa planet saat mencalonkan diri jadi kepala desa:

Win Dede

Win Dede a.k.a Erwin D. Nugroho. Anak kampung dari pelosok Kalimantan, bermukim dan beraktivitas di belantara Jakarta. Selain menulis dan memotret, jalan-jalan adalah kegemarannya yang lain.

Beri Tanggapan (atau pilih komentar via akun media sosial)

8 tanggapan untuk “Kudeta Mempertakut Kontroversi Hati

  • 9 September 2013 pada 19:36
    Permalink

    Wkwkwkwkwk…kenapa harus penyanyi dangdut ya, apa penyanyi dangdut…ahsudahlah

  • 10 September 2013 pada 06:59
    Permalink

    dangdut is a music of my country… kata vicky…

  • 10 September 2013 pada 11:35
    Permalink

    Dalam tingkatan berbeda, rasanya kebanyakan kita juga seperti Vicky. Kebiasaan kita menulis atau berbicara diam-diam ditertawakan oleh orang-orang yang lebih cerdas dan lebih tinggi “tingkat”-nya dibanding kita. Apalagi setelah media sosial membuat setiap orang mempunyai media sendiri. 🙂

  • 10 September 2013 pada 11:39
    Permalink

    Maaf lewat kotak komentar, karena gak ada fitur kontak. Cuma mau kasih tau, setiap kali sehabis kirim komentar muncul pesan kesalahan “We are sorry looks like we dont have the page you are looking for”
     

  • 10 September 2013 pada 15:05
    Permalink

    Hehe hukum alam pakde. Yg merasa pintar menertawakan yg bodoh di saat si merasa pintar itu ditertawakan oleh yg lebih pintar lagi. Entah saya berada di level mana.

     

    Eh, soal error habis posting komentar baiklah, terima kasih, mudah-mudahan nemu di mana masalahnya. Maklum, theme baru nih.

  • 22 September 2013 pada 16:37
    Permalink

    hehe,,,cukup menghibur andai ikut OVJ sepertinya cucok!!!

  • 15 Oktober 2013 pada 16:48
    Permalink

    Ngakakkkkk dot com….. ;))

Komentar ditutup.

Loading Facebook Comments ...
Loading Disqus Comments ...

No Trackbacks.