<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Teori Lupa dan Adaptasi Kita</title>
	<atom:link href="http://windede.com/2008/05/23/teori-lupa-dan-adaptasi-kita/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://windede.com/2008/05/23/teori-lupa-dan-adaptasi-kita/</link>
	<description>...:::sekadar sebuah kumpulan catatan:::...</description>
	<pubDate>Thu, 20 Nov 2008 15:43:18 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6.3</generator>
		<item>
		<title>By: oktaveri</title>
		<link>http://windede.com/2008/05/23/teori-lupa-dan-adaptasi-kita/#comment-60127</link>
		<dc:creator>oktaveri</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Jun 2008 14:00:26 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://windede.com/?p=251#comment-60127</guid>
		<description>Betul mas edwin. Rakyat kita memang sering lupa. Kenapa ? Sudah terlalu banyak persoalan yang menghimpit kehidupan mereka. Bila kita menengok kehidupan pertani di kampung-kampung, mereka hanya berfikiran bagaimana sawah yang akan mereka tanam menghasilkan bulir-bulir padi yang berlimpah, demi kehidupan mereka sekeluarga. Tatkala padi mereka tumbuh, mereka lalu butuh pupuk. 
Di saat itu harga pupuk pun naik. Lalu, ketika padi mulai menguning, hama pun menyerang. Petani terpaksa haru menyemprot dengan pestisida, yang harganya pun tak tanggung. Ketika mau panen, harga gabah kering giling jatuh. Begitulah nasib petani kita. Mereka lupa, bahwa pemerintah ternyata juga telah menaikkan BBM yang berimbas kepada naiknya harga bahan pokok. Gambaran itu, merupakan potret rakyat kita . Tak hanya petani, supir angkot pun sibuk mengejar setoran. Bagi hasil narik seharian diharapkan mampu memenuhi kebutuhan rumah tangga dan biaya sekolah anak.
Kita semua memang mudah lupa, karena asyik dengan beban kita masing-masing. Begitupula Mas Edwin, udah sibuk ngurus JPNN. Lupa pada semua. Tak hanya lupa, kita juga sering buta. Buta pada siapa saja. Buta bahwa diri kita hanya kambing congek. Kita buta, untuk siapa kita bekerja ? Lalu, kepada siapa kita mengabdi ?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Betul mas edwin. Rakyat kita memang sering lupa. Kenapa ? Sudah terlalu banyak persoalan yang menghimpit kehidupan mereka. Bila kita menengok kehidupan pertani di kampung-kampung, mereka hanya berfikiran bagaimana sawah yang akan mereka tanam menghasilkan bulir-bulir padi yang berlimpah, demi kehidupan mereka sekeluarga. Tatkala padi mereka tumbuh, mereka lalu butuh pupuk.<br />
Di saat itu harga pupuk pun naik. Lalu, ketika padi mulai menguning, hama pun menyerang. Petani terpaksa haru menyemprot dengan pestisida, yang harganya pun tak tanggung. Ketika mau panen, harga gabah kering giling jatuh. Begitulah nasib petani kita. Mereka lupa, bahwa pemerintah ternyata juga telah menaikkan BBM yang berimbas kepada naiknya harga bahan pokok. Gambaran itu, merupakan potret rakyat kita . Tak hanya petani, supir angkot pun sibuk mengejar setoran. Bagi hasil narik seharian diharapkan mampu memenuhi kebutuhan rumah tangga dan biaya sekolah anak.<br />
Kita semua memang mudah lupa, karena asyik dengan beban kita masing-masing. Begitupula Mas Edwin, udah sibuk ngurus JPNN. Lupa pada semua. Tak hanya lupa, kita juga sering buta. Buta pada siapa saja. Buta bahwa diri kita hanya kambing congek. Kita buta, untuk siapa kita bekerja ? Lalu, kepada siapa kita mengabdi ?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: didats</title>
		<link>http://windede.com/2008/05/23/teori-lupa-dan-adaptasi-kita/#comment-60079</link>
		<dc:creator>didats</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Jun 2008 11:18:13 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://windede.com/?p=251#comment-60079</guid>
		<description>HAHAHHA

teorinya mas windede betul sekali... 
habis bbm naek, sekarang ada isu kekerasan FPI. 

perlu ada pertanyaan besar nih... :D</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>HAHAHHA</p>
<p>teorinya mas windede betul sekali&#8230;<br />
habis bbm naek, sekarang ada isu kekerasan FPI. </p>
<p>perlu ada pertanyaan besar nih&#8230; <img src='http://windede.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: HZ_MUBARAK MAP</title>
		<link>http://windede.com/2008/05/23/teori-lupa-dan-adaptasi-kita/#comment-59420</link>
		<dc:creator>HZ_MUBARAK MAP</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 30 May 2008 08:53:24 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://windede.com/?p=251#comment-59420</guid>
		<description>bbm naik bagus aja QU pikir</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>bbm naik bagus aja QU pikir</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: domba garut!</title>
		<link>http://windede.com/2008/05/23/teori-lupa-dan-adaptasi-kita/#comment-58970</link>
		<dc:creator>domba garut!</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 May 2008 13:54:46 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://windede.com/?p=251#comment-58970</guid>
		<description>terlepas dari itu semua.. BBM akan terus naik harganya.. sudahkah kita memulai mencari solusi energi alternatif?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>terlepas dari itu semua.. BBM akan terus naik harganya.. sudahkah kita memulai mencari solusi energi alternatif?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: khai_ril</title>
		<link>http://windede.com/2008/05/23/teori-lupa-dan-adaptasi-kita/#comment-58485</link>
		<dc:creator>khai_ril</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 May 2008 14:47:52 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://windede.com/?p=251#comment-58485</guid>
		<description>Kalau menurut pandangan ulun yang masih sedikit pengetahuan, kenaikan BBM sebenarnya akan berimbang dengan kenaikan pendapatan masyarakat (terutama untuk yang bukan orang-orang gajihan).
Maksudnya, ketika BBM naik, sopir taksi juga menaikkan harga angkutan, tukang ojek demikian, tukang sayur pun demikian. 
Tukang ojek yang biasanya narik Rp10 ribu untuk jarak 5 Km, dengan alasan naik BBM bisa menaikkannya menjadi 15-20 ribu. Dengan menaikkan harga seperti itu, otomatis pendapatan mereka juga naik toh. 
Meski terkesan terjadi penaikan semua harga kebutuhan, pada prinsipnya yang terjadi itu hanyalah pengecilan nilai uang.
Seperti yang sampeyan katakan bahwa dulu dengan Rp1.200 kita bisa beli bensin, sekarang cuma cukup untuk bea parkir. Yach, bahwa dulu dengan Rp5000 kita bisa makan tiga sampai empat kali, sekarang cuma cukup untuk satu kali.
Jadi setuju juga dengan yang sampeyan utarakan bos, bahwa kita cuma butuh proses adaptasi.
Problema yang sangat akan terasa adalah bagi mereka yang bekerja sebagai orang gajian. Yaitu ketika semua barang kebutuhan naik, gaji mereka tetap begitu saja. Mereka itulah yang mungkin akan menjerit keras dengan kebijakan penaikan BBM ini. 
Setuju bos??? Huaahaa, panjang anae skalinya...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kalau menurut pandangan ulun yang masih sedikit pengetahuan, kenaikan BBM sebenarnya akan berimbang dengan kenaikan pendapatan masyarakat (terutama untuk yang bukan orang-orang gajihan).<br />
Maksudnya, ketika BBM naik, sopir taksi juga menaikkan harga angkutan, tukang ojek demikian, tukang sayur pun demikian.<br />
Tukang ojek yang biasanya narik Rp10 ribu untuk jarak 5 Km, dengan alasan naik BBM bisa menaikkannya menjadi 15-20 ribu. Dengan menaikkan harga seperti itu, otomatis pendapatan mereka juga naik toh.<br />
Meski terkesan terjadi penaikan semua harga kebutuhan, pada prinsipnya yang terjadi itu hanyalah pengecilan nilai uang.<br />
Seperti yang sampeyan katakan bahwa dulu dengan Rp1.200 kita bisa beli bensin, sekarang cuma cukup untuk bea parkir. Yach, bahwa dulu dengan Rp5000 kita bisa makan tiga sampai empat kali, sekarang cuma cukup untuk satu kali.<br />
Jadi setuju juga dengan yang sampeyan utarakan bos, bahwa kita cuma butuh proses adaptasi.<br />
Problema yang sangat akan terasa adalah bagi mereka yang bekerja sebagai orang gajian. Yaitu ketika semua barang kebutuhan naik, gaji mereka tetap begitu saja. Mereka itulah yang mungkin akan menjerit keras dengan kebijakan penaikan BBM ini.<br />
Setuju bos??? Huaahaa, panjang anae skalinya&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: devie</title>
		<link>http://windede.com/2008/05/23/teori-lupa-dan-adaptasi-kita/#comment-58404</link>
		<dc:creator>devie</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 May 2008 09:30:15 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://windede.com/?p=251#comment-58404</guid>
		<description>setuju dengan bang eddy, mau BBM naik mau turun, rejeki ituh kan dari Yang Di Atas.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>setuju dengan bang eddy, mau BBM naik mau turun, rejeki ituh kan dari Yang Di Atas.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: eddy</title>
		<link>http://windede.com/2008/05/23/teori-lupa-dan-adaptasi-kita/#comment-58223</link>
		<dc:creator>eddy</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 25 May 2008 14:12:54 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://windede.com/?p=251#comment-58223</guid>
		<description>Kebijakan kenaikan BBM boleh di tangan pemarintah dan silakan dilupakan. Tapi, kata orangtua bahari, yang tetap harus diingat soal rejeki kayaknya tetap dari Tuhan...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kebijakan kenaikan BBM boleh di tangan pemarintah dan silakan dilupakan. Tapi, kata orangtua bahari, yang tetap harus diingat soal rejeki kayaknya tetap dari Tuhan&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
