<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Parade Miskin</title>
	<atom:link href="http://windede.com/2008/05/11/parade-miskin/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://windede.com/2008/05/11/parade-miskin/</link>
	<description>...:::sekadar sebuah kumpulan catatan:::...</description>
	<pubDate>Tue, 14 Oct 2008 00:28:37 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6.1</generator>
		<item>
		<title>By: sahrudin</title>
		<link>http://windede.com/2008/05/11/parade-miskin/#comment-56784</link>
		<dc:creator>sahrudin</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 17 May 2008 10:07:02 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://windede.com/?p=249#comment-56784</guid>
		<description>yang jelas, pemilik blog ini bukan termasuk yang 90 persen. soalnya, masih bisa ngeblog.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>yang jelas, pemilik blog ini bukan termasuk yang 90 persen. soalnya, masih bisa ngeblog.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: devie</title>
		<link>http://windede.com/2008/05/11/parade-miskin/#comment-56607</link>
		<dc:creator>devie</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 16 May 2008 06:30:44 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://windede.com/?p=249#comment-56607</guid>
		<description>logika saya dah buntu kang untuk masalah BBM ini. sudah teracuni opini2 opini yang saling menjatuhkan itu. satu sisi harus naik, satu sisi ndak boleh naik.

munkgin cuman do'a semoga semuanya bakal baik baik saja.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>logika saya dah buntu kang untuk masalah BBM ini. sudah teracuni opini2 opini yang saling menjatuhkan itu. satu sisi harus naik, satu sisi ndak boleh naik.</p>
<p>munkgin cuman do&#8217;a semoga semuanya bakal baik baik saja.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ogi fajar nuzuli</title>
		<link>http://windede.com/2008/05/11/parade-miskin/#comment-56415</link>
		<dc:creator>ogi fajar nuzuli</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 14 May 2008 16:58:29 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://windede.com/?p=249#comment-56415</guid>
		<description>Indonesia negeri yang makmur, lucu, konyol, brengsek, aburadul, acak kadut, gemah rifah loh jinawi toto tentrem jasa raharja dst.... namun mo lari kemana kita-kita ini.... jadi hadapilah janganlah kita lari dari kenyataan...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Indonesia negeri yang makmur, lucu, konyol, brengsek, aburadul, acak kadut, gemah rifah loh jinawi toto tentrem jasa raharja dst&#8230;. namun mo lari kemana kita-kita ini&#8230;. jadi hadapilah janganlah kita lari dari kenyataan&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: eddy</title>
		<link>http://windede.com/2008/05/11/parade-miskin/#comment-56412</link>
		<dc:creator>eddy</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 14 May 2008 16:20:46 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://windede.com/?p=249#comment-56412</guid>
		<description>Mata uang rupiah kok mudah betul dipermainkan orang ya... Ini tergambar jelas ketika harga BBM melonjak naik. Yang punya duit rupiah terlihat sangat ngos-ngosan dibanding yang punya dollar...

Barangkali ini kunci masalahnya. Seandainya warga Indonesia sepakat dengan negara tetangga kayak warga Eropa untuk menggunakan mata uang Euro, bisa jadi bakal lain ceritanya... Tak perlu lagi memperdebatkan subsidi atau tidak subsidi BBM. 

Tapi, apa bisa karyawan di Indonesia punya standar gaji kayak orang Eropa? Ini yang repot menjawabnya... Pengusaha di Indonesia sudah terlanjur keenakan punya tenaga kerja yang murah. 

Padahal logikanya jika gaji dinaikkan setinggi-tingginya, daya beli masyarakat akan naik, peredaraan uang di masyarakat juga semakin cepat berputar, dan bisnis akan lebih hidup . Ujung-ujungnya menguntungkan para pengusaha juga. 

Namun sayang, kita begitu mudah dikibuli orang Barat. Mereka justru menanamkan pendidikan ekonomi di Indonesia agar menerapkan prinsip; "dengan modal sekecil-kecilnya untuk mendapatkan keuntungan sebanyak-banyaknya". 

Jadi gitu deh, gaji karyawan diusahakan sesedikit mungkin agar produk yang dihasilkan murah meriah. Ujung-ujungnya warga Barat untung karena barang yang diimpor dari Indonesia miring harganya. Sungguh dahsyat dampak prinsip ekonomi, "dengan modal sekecil-kecilnya untuk mendapatkan keuntungan sebanyak-banyaknya" tersebut untuk menyumbang angka kemiskinan di Indonesia.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mata uang rupiah kok mudah betul dipermainkan orang ya&#8230; Ini tergambar jelas ketika harga BBM melonjak naik. Yang punya duit rupiah terlihat sangat ngos-ngosan dibanding yang punya dollar&#8230;</p>
<p>Barangkali ini kunci masalahnya. Seandainya warga Indonesia sepakat dengan negara tetangga kayak warga Eropa untuk menggunakan mata uang Euro, bisa jadi bakal lain ceritanya&#8230; Tak perlu lagi memperdebatkan subsidi atau tidak subsidi BBM. </p>
<p>Tapi, apa bisa karyawan di Indonesia punya standar gaji kayak orang Eropa? Ini yang repot menjawabnya&#8230; Pengusaha di Indonesia sudah terlanjur keenakan punya tenaga kerja yang murah. </p>
<p>Padahal logikanya jika gaji dinaikkan setinggi-tingginya, daya beli masyarakat akan naik, peredaraan uang di masyarakat juga semakin cepat berputar, dan bisnis akan lebih hidup . Ujung-ujungnya menguntungkan para pengusaha juga. </p>
<p>Namun sayang, kita begitu mudah dikibuli orang Barat. Mereka justru menanamkan pendidikan ekonomi di Indonesia agar menerapkan prinsip; &#8220;dengan modal sekecil-kecilnya untuk mendapatkan keuntungan sebanyak-banyaknya&#8221;. </p>
<p>Jadi gitu deh, gaji karyawan diusahakan sesedikit mungkin agar produk yang dihasilkan murah meriah. Ujung-ujungnya warga Barat untung karena barang yang diimpor dari Indonesia miring harganya. Sungguh dahsyat dampak prinsip ekonomi, &#8220;dengan modal sekecil-kecilnya untuk mendapatkan keuntungan sebanyak-banyaknya&#8221; tersebut untuk menyumbang angka kemiskinan di Indonesia.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: haris zaky mubarak</title>
		<link>http://windede.com/2008/05/11/parade-miskin/#comment-56392</link>
		<dc:creator>haris zaky mubarak</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 14 May 2008 12:14:54 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://windede.com/?p=249#comment-56392</guid>
		<description>konyol tapi mau gimana lg,Tuhan ciptain  nanusia Indonesia buat menerima kenyataan ini.hadapi saja so,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,really hard to make something right.guys,</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>konyol tapi mau gimana lg,Tuhan ciptain  nanusia Indonesia buat menerima kenyataan ini.hadapi saja so,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,really hard to make something right.guys,</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ersis Warmansyah Abbas</title>
		<link>http://windede.com/2008/05/11/parade-miskin/#comment-56143</link>
		<dc:creator>Ersis Warmansyah Abbas</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 May 2008 23:41:11 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://windede.com/?p=249#comment-56143</guid>
		<description>Negeri kaya yang paradoks, banyak orang suka teriak tak banyak bukti berbuat, yang perlu diperjuangan kesejahteraan bersama pemimpinnya fokus ke politik. Asyik juga hidup di negara lucu ini, sekalipun terpaksa menikmati denda kehidupan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Negeri kaya yang paradoks, banyak orang suka teriak tak banyak bukti berbuat, yang perlu diperjuangan kesejahteraan bersama pemimpinnya fokus ke politik. Asyik juga hidup di negara lucu ini, sekalipun terpaksa menikmati denda kehidupan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Anang</title>
		<link>http://windede.com/2008/05/11/parade-miskin/#comment-55858</link>
		<dc:creator>Anang</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 11 May 2008 02:47:53 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://windede.com/?p=249#comment-55858</guid>
		<description>hidup semakin hari semakin susah.. semakin tambah susah lagi.. hiks...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>hidup semakin hari semakin susah.. semakin tambah susah lagi.. hiks&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
