Arsip untuk January, 2008
AKHIRNYA, ya… akhirnya. Saya mendamparkan diri di belantara ibu kota. Tempat yang semasa saya kecil dulu sering disebut “kekejamannya melebihi ibu tiri”. Ini hari ke tiga saya di Batavia. Sementara sih nyaman dan baik-baik belaka. Mudah-mudahan begitu seterusnya.
Saya ini orang kampung tulen. Lahir dan besar di kampung. Jauh dari hiruk-pikuk metropolitan. Sesekali memang bertandang [...]
LANGIT pekat hampir pukul sebelas malam. Pesawat sedang bersiap mendarat. Selain mengingatkan kewajiban memakai sabuk pengaman, menegakkan sandaran kursi dan melipat meja di hadapan, pramugari juga kembali mengumumkan kepada seluruh penumpang soal larangan mengaktifkan telepon genggam, “karena akan mengganggu sistem navigasi pesawat ini.”
Tak sampai setarikan napas setelah pengumuman di ujung penerbangan itu, nada dering sebuah [...]
AKAL manusia semakin banyak saja. Kalau dulu tanggal merah hanya ada pada momen penting, besar, atau bersejarah, sekarang orang bisa mewarnai almanak suka-suka. Kalau hari besar jatuh pas hari Minggu, maka tanggal merah harus digeser sehari ke hari Senin. Alasannya, sayang sekali hari libur kok pas Minggu. Jadi nggak kerasa “libur”-nya.
Betapa kita semakin tidak produktif. [...]
MENJADI kaya ternyata bukan lagi cita-cita semua orang. Sekarang, semakin banyak yang bukan saja mengidamkan kemiskinan, tetapi juga berjuang sekuat tenaga agar menjadi (atau setidak-tidaknya dianggap) miskin. Bukan lagi pribadi-pribadi. Usaha “memiskinkan diri” bahkan telah pula berlaku jamak sebagai keinginan kolektif. Melembaga sebagai sikap institusi.
Bukan cerita baru kalau di kota-kota di mana asuransi kesehatan bagi [...]




Komentar Terbaru