<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Politikus Pemalas</title>
	<atom:link href="http://windede.com/2007/12/10/politikus-pemalas/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://windede.com/2007/12/10/politikus-pemalas/</link>
	<description>...:::sekadar sebuah kumpulan catatan:::...</description>
	<pubDate>Thu, 20 Nov 2008 11:36:55 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6.3</generator>
		<item>
		<title>By: avartara</title>
		<link>http://windede.com/2007/12/10/politikus-pemalas/#comment-35687</link>
		<dc:creator>avartara</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 09 Jan 2008 06:26:10 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://windede.com/2007/12/10/politikus-pemalas/#comment-35687</guid>
		<description>Itulah kenyataan yang sebenarnya,....sebaiknya anggota dewan harus diospek dulu jadi pemulung,...tukang becak atau gepeng,..biar ngerasa gmna susahnya jadi konglomelarat,...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Itulah kenyataan yang sebenarnya,&#8230;.sebaiknya anggota dewan harus diospek dulu jadi pemulung,&#8230;tukang becak atau gepeng,..biar ngerasa gmna susahnya jadi konglomelarat,&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ogi Fajar Nuzuli</title>
		<link>http://windede.com/2007/12/10/politikus-pemalas/#comment-32512</link>
		<dc:creator>Ogi Fajar Nuzuli</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 19 Dec 2007 14:05:11 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://windede.com/2007/12/10/politikus-pemalas/#comment-32512</guid>
		<description>Ha...ha....ha....ha....ha....ha....ha.... Cape..deh...ngasih komentar...au..akhh..gelap</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ha&#8230;ha&#8230;.ha&#8230;.ha&#8230;.ha&#8230;.ha&#8230;.ha&#8230;. Cape..deh&#8230;ngasih komentar&#8230;au..akhh..gelap</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: mega</title>
		<link>http://windede.com/2007/12/10/politikus-pemalas/#comment-31972</link>
		<dc:creator>mega</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 16 Dec 2007 23:35:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://windede.com/2007/12/10/politikus-pemalas/#comment-31972</guid>
		<description>Halah..dah lumrah kan dinegeri kita begitu..mereka2 yang terpilih itu juga sebelumnya berkorban matian2 sampe ber,miliar2an ntuk bisa duduk disana..

Setelah dapat jabatan..harus mati2an juga dung  ntuk mendapatkan hasil yang berlipat2..sekalipun bermalas2an..kan ada  alasan yang dibuat2nya..

ALANGKAH MAKMURNYA NEGERI KITA DAN RAKYAT KITA KALAU PEJABAT2 KITA ORANG YANG TAU DIRI SEMUA..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Halah..dah lumrah kan dinegeri kita begitu..mereka2 yang terpilih itu juga sebelumnya berkorban matian2 sampe ber,miliar2an ntuk bisa duduk disana..</p>
<p>Setelah dapat jabatan..harus mati2an juga dung  ntuk mendapatkan hasil yang berlipat2..sekalipun bermalas2an..kan ada  alasan yang dibuat2nya..</p>
<p>ALANGKAH MAKMURNYA NEGERI KITA DAN RAKYAT KITA KALAU PEJABAT2 KITA ORANG YANG TAU DIRI SEMUA..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: anno'</title>
		<link>http://windede.com/2007/12/10/politikus-pemalas/#comment-31626</link>
		<dc:creator>anno'</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 15 Dec 2007 10:57:15 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://windede.com/2007/12/10/politikus-pemalas/#comment-31626</guid>
		<description>iya pak...malah kayaknya mereka hanya menyelamatkan gengsi saja untuk duduk di DPR. untuk performansi gak ada apa-apanya mach...malah kita masih melihat mereka sbagai sebelah mata....kapan kita bis amelihat mereka dgn membebelakkan mata.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>iya pak&#8230;malah kayaknya mereka hanya menyelamatkan gengsi saja untuk duduk di DPR. untuk performansi gak ada apa-apanya mach&#8230;malah kita masih melihat mereka sbagai sebelah mata&#8230;.kapan kita bis amelihat mereka dgn membebelakkan mata.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: H4n4</title>
		<link>http://windede.com/2007/12/10/politikus-pemalas/#comment-31203</link>
		<dc:creator>H4n4</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 13 Dec 2007 05:24:40 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://windede.com/2007/12/10/politikus-pemalas/#comment-31203</guid>
		<description>Kalau para wakil rakyat punya kesadaran dan kedisiplinan kerja yang tinggi, negeri ini sudah maju dari zaman dulu-dulu. Yang mengecewakan, satu malas yang lain ikut malas. "Ngapain kita kerja mati-matian, yang bersantai ria saja tetap terima gaji setiap bulan. Mendingan santai aja" itulah yang diucapkan mereka.

Seperti yang pernah ditulis Gede Prama, "Ketika seseorang memiliki terlalu banyak waktu luang untuk bersantai ria, imajanasi orang itu akan berkelana kemana-mana dan lebih memungkinkan orang itu berbuat kejahatan."

Bisa jadi korupsi terjadi karena mereka terlalu banyak waktu santai. Jadi, otaknya hanya bekerja bagaimana mengali peluang agar bisa korupsi. Duh, Gusti, Moga kesadaran segera datang pada mereka. Karena tugas wakil rakyat yang sesungguhnya ialah mengabdikan diri kepada rakyatnya. Bukan sebaliknya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kalau para wakil rakyat punya kesadaran dan kedisiplinan kerja yang tinggi, negeri ini sudah maju dari zaman dulu-dulu. Yang mengecewakan, satu malas yang lain ikut malas. &#8220;Ngapain kita kerja mati-matian, yang bersantai ria saja tetap terima gaji setiap bulan. Mendingan santai aja&#8221; itulah yang diucapkan mereka.</p>
<p>Seperti yang pernah ditulis Gede Prama, &#8220;Ketika seseorang memiliki terlalu banyak waktu luang untuk bersantai ria, imajanasi orang itu akan berkelana kemana-mana dan lebih memungkinkan orang itu berbuat kejahatan.&#8221;</p>
<p>Bisa jadi korupsi terjadi karena mereka terlalu banyak waktu santai. Jadi, otaknya hanya bekerja bagaimana mengali peluang agar bisa korupsi. Duh, Gusti, Moga kesadaran segera datang pada mereka. Karena tugas wakil rakyat yang sesungguhnya ialah mengabdikan diri kepada rakyatnya. Bukan sebaliknya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ersis W. Abbas</title>
		<link>http://windede.com/2007/12/10/politikus-pemalas/#comment-31158</link>
		<dc:creator>Ersis W. Abbas</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 12 Dec 2007 16:23:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://windede.com/2007/12/10/politikus-pemalas/#comment-31158</guid>
		<description>Eiiit ... mereka kan dipilih (untuk begituan), jadi ada dong 'dosa' yang milih. Kalau Golput terbebas dari salah, tapi ... ngak memanfaatkan hak konstitusionalnya. Lalu, kapan ya kita punya wakil rakyat yang siiip? Kapan, kapan, kapan-kapan, kali ya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Eiiit &#8230; mereka kan dipilih (untuk begituan), jadi ada dong &#8216;dosa&#8217; yang milih. Kalau Golput terbebas dari salah, tapi &#8230; ngak memanfaatkan hak konstitusionalnya. Lalu, kapan ya kita punya wakil rakyat yang siiip? Kapan, kapan, kapan-kapan, kali ya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Deny Irawan</title>
		<link>http://windede.com/2007/12/10/politikus-pemalas/#comment-31128</link>
		<dc:creator>Deny Irawan</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 12 Dec 2007 09:14:11 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://windede.com/2007/12/10/politikus-pemalas/#comment-31128</guid>
		<description>Disinilah sebenarnya peran media sangat-sangat dibutuhkan. Peran koran-koran lokal dalam memberikan informasi dan pembelajaran kepada masyarakat ( pemilih ) untuk dapat menilai/mengawasi wakil-wakil ( partai ) yg mereka pilih. Sehingga, dengan kinerja mereka yang bobrok, masyarakat dapat menilai layak atau tidaknya mereka untuk dipilih pada periode berikutnya. Apalagi sekarang Pilgub di Kaltim sudah dekat. Masyarakat sekarang tidak bodoh kok, sudah banyak yang paham kalau mereka sudah di bodohi dengan wakil-wakil rakyatnya. Hanya, selama ini mereka tidak tahu. jadi, teruslah KRITIS, teruslah TAJAM dalam menulis. Perubahan pasti ada, walau sedikit.


Salam KELEDAI...............</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Disinilah sebenarnya peran media sangat-sangat dibutuhkan. Peran koran-koran lokal dalam memberikan informasi dan pembelajaran kepada masyarakat ( pemilih ) untuk dapat menilai/mengawasi wakil-wakil ( partai ) yg mereka pilih. Sehingga, dengan kinerja mereka yang bobrok, masyarakat dapat menilai layak atau tidaknya mereka untuk dipilih pada periode berikutnya. Apalagi sekarang Pilgub di Kaltim sudah dekat. Masyarakat sekarang tidak bodoh kok, sudah banyak yang paham kalau mereka sudah di bodohi dengan wakil-wakil rakyatnya. Hanya, selama ini mereka tidak tahu. jadi, teruslah KRITIS, teruslah TAJAM dalam menulis. Perubahan pasti ada, walau sedikit.</p>
<p>Salam KELEDAI&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: unai</title>
		<link>http://windede.com/2007/12/10/politikus-pemalas/#comment-31086</link>
		<dc:creator>unai</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 12 Dec 2007 02:40:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://windede.com/2007/12/10/politikus-pemalas/#comment-31086</guid>
		<description>enak aja digaji besar tapi gak ngapa ngapain...
iya, lebih penting listrik daripada mereka itu. 
Emang nenek nenek gampang dikibulin pak? hihihi</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>enak aja digaji besar tapi gak ngapa ngapain&#8230;<br />
iya, lebih penting listrik daripada mereka itu.<br />
Emang nenek nenek gampang dikibulin pak? hihihi</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Yohandromeda Syamsu</title>
		<link>http://windede.com/2007/12/10/politikus-pemalas/#comment-30877</link>
		<dc:creator>Yohandromeda Syamsu</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 11 Dec 2007 05:28:46 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://windede.com/2007/12/10/politikus-pemalas/#comment-30877</guid>
		<description>secara umum saya setuju dengan apa yang Mas Erwin tulis. persoalan mendasar yang tengah dihadapi oleh sebagian besar anggota legislatif kita baik ditingakt pusat maupun daerah adalah rendahnya kinerja, kualitas SDM yang kurang dari culkup untuk mengawal perubahan di tingkat pusat  atau di daerahnya masing-masing, dan yang lebih penting adalah rendahnya keinginan anggota legislatif untuk secara konsisten memperjuangkan aspirasi masyarakat, minimal mereka yang pernah berjasa mendudukannya menjadi anggota legislatif. 
masalah terpenting sekarang adalah bagaiman kita tidak terjebak dengan pemilihan anggota legislatif di pemilu mendatang. saya kira ini sebuah harapan baru... namun melihat isi dari RUU Partai politik yang ada, saya pesismistis negara ini mampu memilih wakil rakyat yang paling tidsak memiliki 3 kriteria : satu, memiliki SDM yang unggul. dua, mempunyai keberpihakan kepada rakyat dalam upaya mewujudkan kesejahteraan rakyat. dan ketiga, mempunyai work ethic yang baik.

semoga bermanfaat...........</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>secara umum saya setuju dengan apa yang Mas Erwin tulis. persoalan mendasar yang tengah dihadapi oleh sebagian besar anggota legislatif kita baik ditingakt pusat maupun daerah adalah rendahnya kinerja, kualitas SDM yang kurang dari culkup untuk mengawal perubahan di tingkat pusat  atau di daerahnya masing-masing, dan yang lebih penting adalah rendahnya keinginan anggota legislatif untuk secara konsisten memperjuangkan aspirasi masyarakat, minimal mereka yang pernah berjasa mendudukannya menjadi anggota legislatif.<br />
masalah terpenting sekarang adalah bagaiman kita tidak terjebak dengan pemilihan anggota legislatif di pemilu mendatang. saya kira ini sebuah harapan baru&#8230; namun melihat isi dari RUU Partai politik yang ada, saya pesismistis negara ini mampu memilih wakil rakyat yang paling tidsak memiliki 3 kriteria : satu, memiliki SDM yang unggul. dua, mempunyai keberpihakan kepada rakyat dalam upaya mewujudkan kesejahteraan rakyat. dan ketiga, mempunyai work ethic yang baik.</p>
<p>semoga bermanfaat&#8230;&#8230;&#8230;..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
