Cetak Artikel Ini
|
Masih Suka Pria, Tapi Cowok Asli Tak Ada
Ditulis by windede 27/09/07, Kategori Manusia.Tak semua TKW Indonesia yang bergaya pria di Hong Kong menjalani kehidupan pribadi sebagai lesbian. Sebagian dari mereka hanya ikut-ikutan tren saja. Berikut bagian terakhir serial Tren lesbian TKW Hong Kong:
TERLAHIR sebagai wanita, Vina tetap ingin terus menjadi wanita. Bahwa saat ini dia mengubah penampilan menjadi laki-laki, itu sekadar hasrat berekspresi saja. “Mumpung di sini bebas. Asyik aja ganti penampilan,” kata TKW asal Malang, Jawa Timur itu, saat saya ajak berbincang di Victoria Park, Hong Kong.
Sepintas, Vina memang tampak seperti laki-laki asli. Wajah tirusnya semakin menciptakan maskulinitas dengan potongan rambutnya yang cepak. Bersepatu kets, jins belel yang sengaja sobek-sobek di bagian lutut, Vina memanggul tas ransel khas cowok. “Masalahnya, mencari cowok asli di Hong Kong sulitnya bukan main. Apalagi cowok Indonesia. Hampir tidak ada,” ujar wanita 28 tahun ini.
Di Hong Kong, TKI memang didominasi wanita. Maklum, pekerjaannya adalah pembantu rumah tangga. Ada beberapa TKI pria, yang bekerja di bidang industri pelayaran dan perkapalan, tapi tak banyak dan tidak cukup berinteraksi dengan kalangan TKW. Saat di Victoria Park, saya memang tak menjumpai seorang pun pria Indonesia (kecuali saya, tentu saja) karena yang berkumpul di sana semuanya wanita. Sekali ada cowok, tampangnya asal Timur Tengah.
Vina sendiri mengaku masih suka pria. Gaya lelaki yang dijalaninya sekarang tidak mengubah orientasi seksualnya samasekali. Apalagi, Vina sudah punya seorang anak yang sekarang tinggal di rumah orangtuanya di Malang. “Umur anak saya 3 tahun. Saya nikah tahun 2002, tapi hanya bertahan dua tahun, cerai,” tuturnya.
TKW yang bekerja di kawasan Kowloon ini baru mengubah penampilannya sejak enam bulan terakhir, ketika semakin banyak TKW Indonesia di Hong Kong menjadi “laki-laki”. Ia tak khawatir dicap jelek karena tren bergaya pria itu saat ini sudah mewabah dan akhirnya menjadi hal biasa. “Tapi saya masih normal. Belum punya pacar dan belum ikut jadi lesbi. Mudah-mudahan tidak deh,” katanya. Lagi pula, sambung Vina, banyak yang jauh lebih “laki-laki” dari dirinya. “Sampai dadanya aja rata, nggak tau gimana. Laki banget deh pokoknya.”
Ayu, 24 tahun, punya kisah lain. Meski masih berpenampilan wanita tulen, TKW asal Cilacap ini dipacari seorang “cowok jadi-jadian”. Ya, begitulah Ayu menyebut Frans, pacarnya, yang ternyata seorang wanita bernama asli Kristina. “Asyik aja, nggak ada yang asli, yang palsu pun jadilah hahaha,” jawab Ayu, saat ditanya soal hubungan anehnya itu.
Bermula dari curhat-curhatan, saling ketemu saat libur akhir pekan, jalan berdua ke mana-mana, mereka akhirnya jatuh cinta. Benar-benar jatuh cinta. “Mau gimana lagi, memang begini jalannya,” kata Frans alias Kristina, wanita asal Magelang yang mengaku baru berperan sebagai laki-laki setelah setahun lalu “jadian” dengan Ayu.
Mereka bukan sekadar jatuh cinta dalam hal perasaan. “Ya sampai ke situ juga,” ujar Ayu malu-malu, saat ditanya apakah mereka menjalani pacaran ini sampai ke urusan hubungan intim. “Dia yang jadi lakinya,” sambung Ayu, sambil melirik ke Kristina. Karena tak mungkin berhubungan intim di rumah majikan, setiap akhir pekan mereka biasa mencari penginapan sekelas hostel yang banyak tersebar di Hong Kong untuk menghabiskan malam bersama. “Teman yang lain juga begitu. Lagian kan aman, nggak bakal hamil hahaha,” Ayu tertawa lagi.
Ayu dan Kristina mengaku menjalani kehidupan seperti sekarang sekadar untuk bersenang-senang. Tak ada rencana apapun untuk masa depan mereka, misalnya menikah seperti yang sudah dilakukan sejumlah TKW. “Jalani saja. Sementara ini kami masih senang dan tidak ada masalah,” kata Ayu.
Nurul Hasanah, seorang TKW lain yang saya temui di kawasan Keswick Street di dekat kantor KJRI Indonesia di Hong Kong, mengaku organisasi-organisasi TKW di Hong Kong pun saat ini tak bisa berbuat banyak menghadapi tren lesbian di kalangan TKW Indonesia. “Sangat pribadi sih, kita nggak mungkin ikut campur,” ujar wanita berjilbab ini.
Ada puluhan organisasi TKW di Hong Kong, seperti Indonesian Migrant Workers Union (IMWU), Koalisi Tenaga Kerja Indonesia Hong Kong (Kotkiho), Persatuan Dakwah Victoria (PDV) atau Gabungan Buruh Migran Muslim Indonesia (Gabmmi). Menurut Nurul yang aktif di pengajian mingguan TKW, sementara ini, satu-satunya yang bisa dilakukan adalah merangkul lebih banyak TKW untuk bergabung dalam kegiatan pengajian dan majelis taklim.
“Untuk masalah lesbian itu, sebaiknya pemerintah yang menangani. Sebab ini juga menyangkut citra Indonesia di Hong Kong,” ujar Nurul. Ia mengatakan, prilaku seks sesama jenis di kalangan TKW Indonesia sudah begitu parahnya. “Malah ada yang melakukannya bersama-sama, berkelompok gitu. Sangat memprihatinkan,” ujarnya. ***


waduh…gak ada stok lagi laki perempuan pun jadi…bener bener sakit ini pak. Saya bacanya saja sampai bergidik, mengerikan
Komunikasi dengan (dengan pekerja asing lain) tidak lancar, waktu berkomunikasi terbatas sementara dilingkup komunal mayoritas (sekali) wanita, sehingga keadaan yang tidak setimbang ini, melahirkan fenomena lesbian raya….terserah mau dianggap pantas atau tidak setidaknya ini adalah kenyataan hidup…..
naujubillah.. itu cowok ‘jadi2annya’ bener2 deh..haduhh..kagak bisa koment apa2 lagi dah..parahhh banget kayanya..
Kita dan binatang berbeda karena pola fikir.. oke?
selama pola fikir kita tidak kita gunakan dalam kemampuan membedakan baik dan buruk,otomatis kita seperti binatang.. binatang saja tak ada yang homo! sadarlah.. sungguh smoga kita tidak termasuk orang-orang yang melampaui batas..
laporan diatas hanyalah sekelumit dari musykilat tkw hongkong
kalau kamu pandai mengintai dengan Yahoo intai kelakuan tkw -tki yang chat C2C wahhhh seru deh
kamu pasti geleng kepala
masa sik ini kelakuan bangsa ku
saya pernah merekam ID2 yang berhasil saya intai……dengan yahoo intai…..ohhh….naudzubillah nin dzalik ….gak pantas lah di ceritakan
tapi saya sendiri juga kurangajar ….sampai menghabiskan 30 gg lebih buat merekam tkw yg sedang C2C
berangkat dari permasalahan diatas, dapat dilihat apa yg melatarbelakangi masalah tersebut,mengapa mereka bisa menjadi seperti itu, bukan saja itu hanya sebuah tren saja, namun ada sisi lain yg menyebabkan mereka seperti itu, masalah ini menyangkut psikologis mereka jadi dapat disimpulkan apa yg telah terjadi, yg melatar belakangi peristiwa tersebut, ini sangat memalukan…???bukan sifat yg ada pada budaya kita, namun itu tentu pengaruh luar yg menjadi mereka bukan dirinya sebagai rakyat indonesia, ini yg pelu kita kaji…..???
ini mungkin suatu kejadian yang sangat tidak mengenakkan. apa ini akibat jumlah penduduk wanita, terutama indonesia yang berkelamin wanita ini banyak????
tapi, sampai hari ini saya tidak pernah, atau mendengar kabar bahwa ada wanita yang berpenampilan pria, menikah dengan pria, di negara Indonesia.
jika wanita ini sampai merubah kelaminnya menjadi pria! munkin pertanyaan besar adalah : dari mana penisnya tumbuh??? (only joke)
Menjadi lesbian itu sah-sah saja. Krn selain faktor genetis yang tidak bisa ditolak, faktor pilihan hidup juga berperan.
Tapi memang fenomena TKW yang menjadi lesbian di Hong Kong-khususnya agak menggelitik saya. Pasalnya saya menjadi lesbian karena memang orientasi saya kepada perempuan. Bukan hanya untuk bersenang-senang seperti mereka, or karena alasan keterbatasan stok laki2 di HK.
Aneh memang rasa-nya bagi kaum heteroseksual untuk memahami hal ini. Tetapi mohon diingat bahwa kaum perempuan memang memiliki kecenderungan menjadi homoseksual 2x lipat dibanding kan laki2. Apalagi mengingat kebutuhan kaum perempuan lebih ke kebutuhan spritiual, support, afeksi bukan semata2 sex seperti laki2 pada umum-nya.
Saya bukan mau menggeneralisasikan laki2, tapi kaum gay mengakui bahwa tipe hubungan yg mereka jalin lebih ke arah open relationship. Kenapa? jelas ini krn instink seksual mereka yg lebih besar.
Ini sekedar opini dari saya. Whatever mau menerima atau tidak. Tapi fenomena TKW yg ‘menjadi’ lesbian adalah realitas. Pun dengan keberadaan para homoseksual. Tidak ada yang salah. Tidak ada yg sakit. Tidak ada yang abnormal.
The truth is what you believe.
Tabik.
Jogjalicious
untuk mengatasi masalah Lesbian….. kalo di HK terbuka peluang kerja untuk TKI pria, saya yakin masalah lesbian sdikit berkurang. Tapi namanya juga masalah, setiap detik pasti bermunculan, btul gak……
Moga citra TKW kita disana lebih bagus lagi kedepan. amin
klo menurutku di hk mending cepet kirim tki laki2 biar penyakit ini gak berterusan.kan sama enaknya
aku melihat sendiri sewaktu ke hk untuk melihat cewekku di sana,aku berjalan denganpenug pd.tapi smua itu hanya jadi bahan tertawa…….. cewekku bilang ini smua lesbi bang.dan tak segan2 melakukan adegan cium di khlayak ramai
Semoga Tuhan memberikan jalan yang terbaik buat kita. Banyak hikmah yang terpetik dari setiap kejadian, walaupun itu menurut hemat kita ‘tidak baik’. Hanya Tuhan Yang Maha Mengetahui.
Mungkin semua na itu kemauan ortu na kali. Aku minta d krm email tki yg d hk blh gak?
Naudzubillah tsumma naudzubillah, pemerintah kita harus melek!!