Masih Suka Pria, Tapi Cowok Asli Tak Ada

Tak semua TKW Indonesia yang bergaya pria di Hong Kong menjalani kehidupan pribadi sebagai lesbian. Sebagian dari mereka hanya ikut-ikutan tren saja. Berikut bagian terakhir serial Tren lesbian TKW Hong Kong:

TKW Indonesia di Victoria Park Hong Kong. Perhatikan beberapa orang yang bergaya macho. 

TERLAHIR sebagai wanita, Vina tetap ingin terus menjadi wanita. Bahwa saat ini dia mengubah penampilan menjadi laki-laki, itu sekadar hasrat berekspresi saja. “Mumpung di sini bebas. Asyik aja ganti penampilan,” kata TKW asal Malang, Jawa Timur itu, saat saya ajak berbincang di Victoria Park, Hong Kong.

Sepintas, Vina memang tampak seperti laki-laki asli. Wajah tirusnya semakin menciptakan maskulinitas dengan potongan rambutnya yang cepak. Bersepatu kets, jins belel yang sengaja sobek-sobek di bagian lutut, Vina memanggul tas ransel khas cowok. “Masalahnya, mencari cowok asli di Hong Kong sulitnya bukan main. Apalagi cowok Indonesia. Hampir tidak ada,” ujar wanita 28 tahun ini.

Di Hong Kong, TKI memang didominasi wanita. Maklum, pekerjaannya adalah pembantu rumah tangga. Ada beberapa TKI pria, yang bekerja di bidang industri pelayaran dan perkapalan, tapi tak banyak dan tidak cukup berinteraksi dengan kalangan TKW. Saat di Victoria Park, saya memang tak menjumpai seorang pun pria Indonesia (kecuali saya, tentu saja) karena yang berkumpul di sana semuanya wanita. Sekali ada cowok, tampangnya asal Timur Tengah.

Vina sendiri mengaku masih suka pria. Gaya lelaki yang dijalaninya sekarang tidak mengubah orientasi seksualnya samasekali. Apalagi, Vina sudah punya seorang anak yang sekarang tinggal di rumah orangtuanya di Malang. “Umur anak saya 3 tahun. Saya nikah tahun 2002, tapi hanya bertahan dua tahun, cerai,” tuturnya.

TKW yang bekerja di kawasan Kowloon ini baru mengubah penampilannya sejak enam bulan terakhir, ketika semakin banyak TKW Indonesia di Hong Kong menjadi “laki-laki”. Ia tak khawatir dicap jelek karena tren bergaya pria itu saat ini sudah mewabah dan akhirnya menjadi hal biasa. “Tapi saya masih normal. Belum punya pacar dan belum ikut jadi lesbi. Mudah-mudahan tidak deh,” katanya. Lagi pula, sambung Vina, banyak yang jauh lebih “laki-laki” dari dirinya. “Sampai dadanya aja rata, nggak tau gimana. Laki banget deh pokoknya.”

Ayu, 24 tahun, punya kisah lain. Meski masih berpenampilan wanita tulen, TKW asal Cilacap ini dipacari seorang “cowok jadi-jadian”. Ya, begitulah Ayu menyebut Frans, pacarnya, yang ternyata seorang wanita bernama asli Kristina. “Asyik aja, nggak ada yang asli, yang palsu pun jadilah hahaha,” jawab Ayu, saat ditanya soal hubungan anehnya itu.

Bermula dari curhat-curhatan, saling ketemu saat libur akhir pekan, jalan berdua ke mana-mana, mereka akhirnya jatuh cinta. Benar-benar jatuh cinta. “Mau gimana lagi, memang begini jalannya,” kata Frans alias Kristina, wanita asal Magelang yang mengaku baru berperan sebagai laki-laki setelah setahun lalu “jadian” dengan Ayu.

Mereka bukan sekadar jatuh cinta dalam hal perasaan. “Ya sampai ke situ juga,” ujar Ayu malu-malu, saat ditanya apakah mereka menjalani pacaran ini sampai ke urusan hubungan intim. “Dia yang jadi lakinya,” sambung Ayu, sambil melirik ke Kristina. Karena tak mungkin berhubungan intim di rumah majikan, setiap akhir pekan mereka biasa mencari penginapan sekelas hostel yang banyak tersebar di Hong Kong untuk menghabiskan malam bersama. “Teman yang lain juga begitu. Lagian kan aman, nggak bakal hamil hahaha,” Ayu tertawa lagi.

Ayu dan Kristina mengaku menjalani kehidupan seperti sekarang sekadar untuk bersenang-senang. Tak ada rencana apapun untuk masa depan mereka, misalnya menikah seperti yang sudah dilakukan sejumlah TKW. “Jalani saja. Sementara ini kami masih senang dan tidak ada masalah,” kata Ayu.

Nurul Hasanah, seorang TKW lain yang saya temui di kawasan Keswick Street di dekat kantor KJRI Indonesia di Hong Kong, mengaku organisasi-organisasi TKW di Hong Kong pun saat ini tak bisa berbuat banyak menghadapi tren lesbian di kalangan TKW Indonesia. “Sangat pribadi sih, kita nggak mungkin ikut campur,” ujar wanita berjilbab ini.

Ada puluhan organisasi TKW di Hong Kong, seperti Indonesian Migrant Workers Union (IMWU), Koalisi Tenaga Kerja Indonesia Hong Kong (Kotkiho), Persatuan Dakwah Victoria (PDV) atau Gabungan Buruh Migran Muslim Indonesia (Gabmmi). Menurut Nurul yang aktif di pengajian mingguan TKW, sementara ini, satu-satunya yang bisa dilakukan adalah merangkul lebih banyak TKW untuk bergabung dalam kegiatan pengajian dan majelis taklim.

“Untuk masalah lesbian itu, sebaiknya pemerintah yang menangani. Sebab ini juga menyangkut citra Indonesia di Hong Kong,” ujar Nurul. Ia mengatakan, prilaku seks sesama jenis di kalangan TKW Indonesia sudah begitu parahnya. “Malah ada yang melakukannya bersama-sama, berkelompok gitu. Sangat memprihatinkan,” ujarnya. ***

Like & Share

23 Comments on “Masih Suka Pria, Tapi Cowok Asli Tak Ada”

  1. Komunikasi dengan (dengan pekerja asing lain) tidak lancar, waktu berkomunikasi terbatas sementara dilingkup komunal mayoritas (sekali) wanita, sehingga keadaan yang tidak setimbang ini, melahirkan fenomena lesbian raya….terserah mau dianggap pantas atau tidak setidaknya ini adalah kenyataan hidup…..

  2. Kita dan binatang berbeda karena pola fikir.. oke?
    selama pola fikir kita tidak kita gunakan dalam kemampuan membedakan baik dan buruk,otomatis kita seperti binatang.. binatang saja tak ada yang homo! sadarlah.. sungguh smoga kita tidak termasuk orang-orang yang melampaui batas..

  3. laporan diatas hanyalah sekelumit dari musykilat tkw hongkong
    kalau kamu pandai mengintai dengan Yahoo intai kelakuan tkw -tki yang chat C2C wahhhh seru deh
    kamu pasti geleng kepala
    masa sik ini kelakuan bangsa ku
    saya pernah merekam ID2 yang berhasil saya intai……dengan yahoo intai…..ohhh….naudzubillah nin dzalik ….gak pantas lah di ceritakan
    tapi saya sendiri juga kurangajar ….sampai menghabiskan 30 gg lebih buat merekam tkw yg sedang C2C

  4. berangkat dari permasalahan diatas, dapat dilihat apa yg melatarbelakangi masalah tersebut,mengapa mereka bisa menjadi seperti itu, bukan saja itu hanya sebuah tren saja, namun ada sisi lain yg menyebabkan mereka seperti itu, masalah ini menyangkut psikologis mereka jadi dapat disimpulkan apa yg telah terjadi, yg melatar belakangi peristiwa tersebut, ini sangat memalukan…???bukan sifat yg ada pada budaya kita, namun itu tentu pengaruh luar yg menjadi mereka bukan dirinya sebagai rakyat indonesia, ini yg pelu kita kaji…..???

  5. ini mungkin suatu kejadian yang sangat tidak mengenakkan. apa ini akibat jumlah penduduk wanita, terutama indonesia yang berkelamin wanita ini banyak????

    tapi, sampai hari ini saya tidak pernah, atau mendengar kabar bahwa ada wanita yang berpenampilan pria, menikah dengan pria, di negara Indonesia.

    jika wanita ini sampai merubah kelaminnya menjadi pria! munkin pertanyaan besar adalah : dari mana penisnya tumbuh??? (only joke)

  6. Menjadi lesbian itu sah-sah saja. Krn selain faktor genetis yang tidak bisa ditolak, faktor pilihan hidup juga berperan.
    Tapi memang fenomena TKW yang menjadi lesbian di Hong Kong-khususnya agak menggelitik saya. Pasalnya saya menjadi lesbian karena memang orientasi saya kepada perempuan. Bukan hanya untuk bersenang-senang seperti mereka, or karena alasan keterbatasan stok laki2 di HK.
    Aneh memang rasa-nya bagi kaum heteroseksual untuk memahami hal ini. Tetapi mohon diingat bahwa kaum perempuan memang memiliki kecenderungan menjadi homoseksual 2x lipat dibanding kan laki2. Apalagi mengingat kebutuhan kaum perempuan lebih ke kebutuhan spritiual, support, afeksi bukan semata2 sex seperti laki2 pada umum-nya.
    Saya bukan mau menggeneralisasikan laki2, tapi kaum gay mengakui bahwa tipe hubungan yg mereka jalin lebih ke arah open relationship. Kenapa? jelas ini krn instink seksual mereka yg lebih besar.

    Ini sekedar opini dari saya. Whatever mau menerima atau tidak. Tapi fenomena TKW yg ‘menjadi’ lesbian adalah realitas. Pun dengan keberadaan para homoseksual. Tidak ada yang salah. Tidak ada yg sakit. Tidak ada yang abnormal.
    The truth is what you believe.

    Tabik.
    Jogjalicious

  7. untuk mengatasi masalah Lesbian….. kalo di HK terbuka peluang kerja untuk TKI pria, saya yakin masalah lesbian sdikit berkurang. Tapi namanya juga masalah, setiap detik pasti bermunculan, btul gak……

    Moga citra TKW kita disana lebih bagus lagi kedepan. amin

  8. aku melihat sendiri sewaktu ke hk untuk melihat cewekku di sana,aku berjalan denganpenug pd.tapi smua itu hanya jadi bahan tertawa…….. cewekku bilang ini smua lesbi bang.dan tak segan2 melakukan adegan cium di khlayak ramai

  9. Semoga Tuhan memberikan jalan yang terbaik buat kita. Banyak hikmah yang terpetik dari setiap kejadian, walaupun itu menurut hemat kita ‘tidak baik’. Hanya Tuhan Yang Maha Mengetahui.

  10. mereka berkata “cinta kadang tidak mengenal logika” tapi ku katakan kepada mereka ,bukan cinta yang tak berlogika ,tapi nafsu mereka yang tak berlogika…………..jagulsyet(jagal gulu syetan)

  11. Mrka pd gak tw,makax pd ngecap jeLek,mw gmnpun itU kan pribADi org..Sy dr kecil pny ktertarikan dgn wanita jg,maLah usia sy skrg br 18th…

  12. salut buat kak jogjalicious!!!aq ngerasa kalo kak jojga itu hetero,, tapi dari pandangan dan cara penyampaian spti itu kliatan bgt kak jogja itu sangat dewasa… dan juga ttg perbedaan lesbi / gay itu sgt gamblang dan jelas..
    Aq setuju bgt…

    Di dunia ini kan kita diciptakan berbeda satu dengan yang lain, kenapa sih kita harus menghina kekurangan orang lain?? bukankah memang tidak ada orang yg sempurna? adakah satu sja dari kamu yg menghina adalah sempurna??? TIDAK!
    apakah kalian semua pernah membayangkan bgmna rasanya mjd seorang homosex??? ditolak keluarga?disingkirkan teman?dihina masyarakat? TIDAK!
    Dorce yang merubah jenis kelaminnya saja tidak pernah digugat massa seperti FPI dsb, knpa kaum sejenisnya malah dihina??? apakah karena dia artis lantas tidak dihina, bnyk lho artis qt yg homosex, tp mereka ttp berprestasi tuh.. sudah saatnya warga indonesia mjd sadar akan penempatan diri pd posisi orang lain.. jgn hanya melihat dr luar dan memberi label (cntoh: sakit, virus, menular, trend, jijik, dsb). cobalah untuk masuk ke dunia mereka, saya yakin, pandangan anda semua akan berbeda dan berubah 180 drajat ttg mreka..
    untuk masalah dg Tuhan, aq yakin, mereka (homosex) tahu bahwa itu adalah dosa.. namun, jika tiba2 muncul getaran perasaan sayang, apakah yang sanggup mereka perbuat???saya rasa orang hetero pun tidak bisa melakukan apa2 jk merasakan getaran serupa kpd lawan jenis….

    namun, berbeda soal dg kaum lesbi di HK, mereka hnya ikut2an trend, dan itu sangat berbeda dg kaum lesbi umumnya,,jk d HK (menurut berita di atas) mungkin mmg perlu adanya TKI laki2 untuk kebutuhan seksual mereka..
    Tapi, kembali ke INdonesia, saya rasa di sekolah saya laki2nya juga ganteng n keren2,, tapi, kenapa msh ada yg lesbi?? (berlaku jg untuk gay) ini faktor-faktor nya:
    1. genetis (kekal & turun temurun) –> plg banyak terjadi
    2. pendidikan orang tua kpd anak (tdk sesuai dg posisi gendernya) –>terbanyak kedua
    3. latar belakang keluarga (broken home, kekurangan kasih sayang)
    4. paksaan (pekerjaan, pergaulan, masyarakat) –> TKW HK
    5. trauma dg lawan jenis –> trjdi kebanyakan pd femme
    6. masih banyak lagi….

    namun, orientasi sex itu tidak pernah membuat kualitas hidup seseorang itu menurun dan mereka ttp manusia yg punya perasaan…
    banyak yg beranggapan bhwa jk lesbi ato gay, mereka semata-mata akn kurang ajar terhadap sesama jenis.. tentu tidak!! toh nyatanya saya tidak pernah diperkosa oleh teman2 saya maupun banci pengamen di pinggir jalan…
    teman2 saya, mereka ttp berprestasi walaupun dipojokan olh msyrkat sekitar.. ad yang jd model sekolah, jd atlit basket, jd atlit billard, ad juga yang anak band dan anggota tim lomba akuntansi ekonomi dan bahasa inggris…

    sexual orientation isn’t a gun to blame them!
    just mind your own bussiness….
    nobody’s perfect..

    Regard, 

    straight girls.

    *ditunggu berita dan tanggapan yg lain..
    sumber : http://www.chem-is-try.org/?sect=artikel&ext=120
    http://seksfile.wordpress.com/2007/05/12/homoseksual-jangan-menikah/

    SMA tempat saya bersekolah
    Teman-teman hetero dan homosex yg saya kenal dan mau saya mintai pendapat

  13. bener juga si rya bilang…gk usah urusin pribadi org…belum tentu diri sendiri tuh bersih n bener…ibarat… jangan cubit orang lain kalo dirinya sendiri gak mau di cubit orang…

  14. ass.fenomena khidupan tkw di hkg ini,tdk perlu diributkan. Akan tetapi prlu dicarikan solusinya. Adlh pendidikan moral dan etika srt pendidikan tentang nasionalisme hrs diterapkan sjak di penampungan,selain itu perlu adanya pendekatan psykologis bg yg sdh disana ato lbh bagus lg semua kita terapkan dimana saja thanks..

  15. @Penulis artikel:

    “Masalahnya, mencari cowok asli di Hong Kong sulitnya bukan main”

    ini artinya BUKAN di Hongkong ngga ada/jarang ada cowok…tp artinya mnurut mrk cowok2 disana banci smua, trmasuk co2 indonesianya…

    solusinya, suruh aj mrk pacaran sama anggota2 triad, dijamin macho…wkwkwkwkkw

  16. jadi pengen ke hongkong  klo denger critanya kaya gitu. apalagi dah liat ftonya disitu cewek semua. bisa jadi bintang disana klo ada cwok.wkwkwkwkw
     

  17. mba2 tkw tolong yaaa …  pandai2 membawa diri, jaga nama bangsa indonesia di luar negeri, kalo kalian masih bandel mendingan FPI di suruh kesana aja, buka kantor cabang di hong kong

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.