<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Teh Kemasan di Kebun Teh</title>
	<atom:link href="http://windede.com/2006/11/15/teh-kemasan-di-kebun-teh/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://windede.com/2006/11/15/teh-kemasan-di-kebun-teh/</link>
	<description>...:::sekadar sebuah kumpulan catatan:::...</description>
	<pubDate>Thu, 20 Nov 2008 14:57:20 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6.3</generator>
		<item>
		<title>By: jarwanto</title>
		<link>http://windede.com/2006/11/15/teh-kemasan-di-kebun-teh/#comment-38841</link>
		<dc:creator>jarwanto</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 Feb 2008 01:01:26 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://windede.com/2006/11/15/teh-kemasan-di-kebun-teh/#comment-38841</guid>
		<description>teh taek ta....????
gak uenak ngono coy....

jek enak ganja....
fuck</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>teh taek ta&#8230;.????<br />
gak uenak ngono coy&#8230;.</p>
<p>jek enak ganja&#8230;.<br />
fuck</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: AQU</title>
		<link>http://windede.com/2006/11/15/teh-kemasan-di-kebun-teh/#comment-32048</link>
		<dc:creator>AQU</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 17 Dec 2007 09:29:39 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://windede.com/2006/11/15/teh-kemasan-di-kebun-teh/#comment-32048</guid>
		<description>memang enak sih bisa menikmati teh saat berada di kebun teh, tapi jangan bayagin teh yg ada di kebun itu dpt dipetik lantas di sedu, kan hrs melalui proses dulu. seperti yg saya alami berwisata di kebun teh wonosari ya kalo mau minum teh tetap dari yg sudah dikemas tapi tatap hasil dari perkebunan teh itu.jadi kita bisa bayagin oh rasa teh dari perkebunan ini seperti ini.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>memang enak sih bisa menikmati teh saat berada di kebun teh, tapi jangan bayagin teh yg ada di kebun itu dpt dipetik lantas di sedu, kan hrs melalui proses dulu. seperti yg saya alami berwisata di kebun teh wonosari ya kalo mau minum teh tetap dari yg sudah dikemas tapi tatap hasil dari perkebunan teh itu.jadi kita bisa bayagin oh rasa teh dari perkebunan ini seperti ini.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Bambang</title>
		<link>http://windede.com/2006/11/15/teh-kemasan-di-kebun-teh/#comment-22187</link>
		<dc:creator>Bambang</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Oct 2007 05:46:12 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://windede.com/2006/11/15/teh-kemasan-di-kebun-teh/#comment-22187</guid>
		<description>Ini juga berlaku untuk perkebunan teh lainnya. Contohnya perkebunan teh Gunung Mas, yang memproduksi Walini. Kalau minum di cafe resmi mereka, digunakan teh celup dan kualitas air yang kurang baik.
Apalagi Kajoe Aro, teh kualitas tingginya hanya di ekport. Kita kebagian grade rendahnya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ini juga berlaku untuk perkebunan teh lainnya. Contohnya perkebunan teh Gunung Mas, yang memproduksi Walini. Kalau minum di cafe resmi mereka, digunakan teh celup dan kualitas air yang kurang baik.<br />
Apalagi Kajoe Aro, teh kualitas tingginya hanya di ekport. Kita kebagian grade rendahnya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Kiki</title>
		<link>http://windede.com/2006/11/15/teh-kemasan-di-kebun-teh/#comment-15336</link>
		<dc:creator>Kiki</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Jul 2007 09:10:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://windede.com/2006/11/15/teh-kemasan-di-kebun-teh/#comment-15336</guid>
		<description>jadi pengen cerita nih...
Ada pengalaman waktu masih tugas di salah satu daerah sentra produksi teh di Bandung Selatan. Waktu itu sehabis pulang menggarap kebun kubis bareng patani2 di sana, kami makan siang di tengah-tengah kebun teh. Kebetulan saat itu ada ibu-ibu pemetik teh sedang melaksanakan tugasnya sebagai pemetik teh. Kontak aja, kami langsung meminta beberapa pucuk teh untuk dijadikan teh rebus sebagai minuman utamanya.
Kejadian lucu terjadi saat seorang kawan petani menyimpan pucuk2 teh tersebut di atas tumpukan lalapan yang salah satunya ada buah cabe yang telah diiris. Wal hasil, ternyata saat kawan itu memasukkan pucuk teh, irisan cabe pun ikut basuk ke tempat air minum. Dan akhirnya kami makan sambal yang pedas ditemani minuman yang tak kalah pedasnya... :l</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>jadi pengen cerita nih&#8230;<br />
Ada pengalaman waktu masih tugas di salah satu daerah sentra produksi teh di Bandung Selatan. Waktu itu sehabis pulang menggarap kebun kubis bareng patani2 di sana, kami makan siang di tengah-tengah kebun teh. Kebetulan saat itu ada ibu-ibu pemetik teh sedang melaksanakan tugasnya sebagai pemetik teh. Kontak aja, kami langsung meminta beberapa pucuk teh untuk dijadikan teh rebus sebagai minuman utamanya.<br />
Kejadian lucu terjadi saat seorang kawan petani menyimpan pucuk2 teh tersebut di atas tumpukan lalapan yang salah satunya ada buah cabe yang telah diiris. Wal hasil, ternyata saat kawan itu memasukkan pucuk teh, irisan cabe pun ikut basuk ke tempat air minum. Dan akhirnya kami makan sambal yang pedas ditemani minuman yang tak kalah pedasnya&#8230; :l</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: iwan</title>
		<link>http://windede.com/2006/11/15/teh-kemasan-di-kebun-teh/#comment-12563</link>
		<dc:creator>iwan</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 May 2007 06:36:48 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://windede.com/2006/11/15/teh-kemasan-di-kebun-teh/#comment-12563</guid>
		<description>sudah seharusnya di tiap kota kita bikin kedai t e h agar starbuck bisa kompetitif dengan kedai teh buatan indonesia. perlu forum pecinta teh indonesia yang spektakuler demi azas kesehatan meminum t e h.
Mohon para dokter - dokter muda &#38; IDI segera lakukan riset setelah minum t e h dgn alat - alatnya tekanan darah kita jadi brp! Disisi lain setiap olah raga / senam massal otomatis pelaku anggota di yayasan jantung indonesia setelah mengadakan olah raga harap minum t e h !</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>sudah seharusnya di tiap kota kita bikin kedai t e h agar starbuck bisa kompetitif dengan kedai teh buatan indonesia. perlu forum pecinta teh indonesia yang spektakuler demi azas kesehatan meminum t e h.<br />
Mohon para dokter - dokter muda &amp; IDI segera lakukan riset setelah minum t e h dgn alat - alatnya tekanan darah kita jadi brp! Disisi lain setiap olah raga / senam massal otomatis pelaku anggota di yayasan jantung indonesia setelah mengadakan olah raga harap minum t e h !</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: anton</title>
		<link>http://windede.com/2006/11/15/teh-kemasan-di-kebun-teh/#comment-10741</link>
		<dc:creator>anton</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 02 May 2007 12:32:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://windede.com/2006/11/15/teh-kemasan-di-kebun-teh/#comment-10741</guid>
		<description>Kalau setahu ku, teh itu enggak bisa langsung di minum. Harus melalui beberapa tahapan proses di pabrik. Karena bila teh yang dipetik atau dikeringkan dulu oleh masyarakat akan terasa tidak seperti minum teh pada 
umumnya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kalau setahu ku, teh itu enggak bisa langsung di minum. Harus melalui beberapa tahapan proses di pabrik. Karena bila teh yang dipetik atau dikeringkan dulu oleh masyarakat akan terasa tidak seperti minum teh pada<br />
umumnya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: marola</title>
		<link>http://windede.com/2006/11/15/teh-kemasan-di-kebun-teh/#comment-1631</link>
		<dc:creator>marola</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 18 Nov 2006 11:13:31 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://windede.com/2006/11/15/teh-kemasan-di-kebun-teh/#comment-1631</guid>
		<description>Thanks Admin, atas berbaginya ceritanya.
FYI, di zaman kolonial, teh daerah ini sangat terkenal dibelahan eropa dengan nama Peconina (katanya?), sehingga sebelum sampai di padang aro, didataran tinggi perbatasan itu ada nama kampung namanya Pekonina, dulu disana kebun teh, tapi sekarang sudah dikelola rakyat.

Putra Muara labuh
Ps. boleh saya posting artikel ini di web saya??</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Thanks Admin, atas berbaginya ceritanya.<br />
FYI, di zaman kolonial, teh daerah ini sangat terkenal dibelahan eropa dengan nama Peconina (katanya?), sehingga sebelum sampai di padang aro, didataran tinggi perbatasan itu ada nama kampung namanya Pekonina, dulu disana kebun teh, tapi sekarang sudah dikelola rakyat.</p>
<p>Putra Muara labuh<br />
Ps. boleh saya posting artikel ini di web saya??</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Qky</title>
		<link>http://windede.com/2006/11/15/teh-kemasan-di-kebun-teh/#comment-1591</link>
		<dc:creator>Qky</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 Nov 2006 02:47:51 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://windede.com/2006/11/15/teh-kemasan-di-kebun-teh/#comment-1591</guid>
		<description>petik sendiri aja, Oom... dan seduh sendiri...hihihi</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>petik sendiri aja, Oom&#8230; dan seduh sendiri&#8230;hihihi</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Luigi</title>
		<link>http://windede.com/2006/11/15/teh-kemasan-di-kebun-teh/#comment-1553</link>
		<dc:creator>Luigi</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 Nov 2006 08:59:48 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://windede.com/2006/11/15/teh-kemasan-di-kebun-teh/#comment-1553</guid>
		<description>Sok atuh mampir ke warung2 di kampung sekitar kebun teh itu, biasanya para penduduk sekitar buat/meracik sendiri teh mereka yang masih terlihat batang dan daun2 teh kering melintir itu :) rasanya lebih pahit dan makin lama di seduh makin kental rasanya...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sok atuh mampir ke warung2 di kampung sekitar kebun teh itu, biasanya para penduduk sekitar buat/meracik sendiri teh mereka yang masih terlihat batang dan daun2 teh kering melintir itu <img src='http://windede.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> rasanya lebih pahit dan makin lama di seduh makin kental rasanya&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: maya</title>
		<link>http://windede.com/2006/11/15/teh-kemasan-di-kebun-teh/#comment-1552</link>
		<dc:creator>maya</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 Nov 2006 06:50:20 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://windede.com/2006/11/15/teh-kemasan-di-kebun-teh/#comment-1552</guid>
		<description>apapun makanannya minumnya ya teh botol s***o ;)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>apapun makanannya minumnya ya teh botol s***o <img src='http://windede.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
