< Browse > Home / Fotografi, General, Inspirasi / Blog article: Bunga-bunga; Penghias dan Ritual

| Mobile | RSS

Bunga-bunga; Penghias dan Ritual

10 October 2006 | Ada 18 Komentar | Fotografi, General, Inspirasi

Bunga dipotret makro... bentuk putiknya kotak persegi...

Katakan dengan Bunga Makro…

Ada yang tau ini bunga apa? Entahlah, saya tak pernah tau, meskipun setiap hari bunga ini mekar (tak) mewangi di halaman rumah. Saya juga belum cukup iseng pergi ke toko bunga untuk sekadar bertanya. Bahkan tukang taman yang rutin datang ke rumah mengurusi bunga ini juga cuma geleng kepala; sama-sama nggak tau.

Foto pertama, yang di atas itu, adalah bunga yang belum sempurna. Sebenarnya masih berupa putik yang belum mekar. Saya memotretnya dengan modus makro sehingga tampak seperti benda persegi yang aneh. Mirip lipatan dasi kupu-kupu yang sering dipakai pelayan di rumah makan itu.

Sekuntum bunga ini, ketika sudah mekar, tak lebih besar dari koin 100 perak. Jumlahnya banyak, hampir menutupi semua daunnya. Bertangkai pendek dan berwarna putih-kuning selang-seling. Tumbuh subur tanpa harus dirawat khusus. Selalu berbunga sepanjang tahun tanpa musim, dan harus rutin dipangkas supaya pertumbuhannya tidak nyebar ke sana kemari.

Setelah mekar... cantik sekali...Foto kedua, yang di samping ini, adalah bunga yang sama, namun sudah mekar maksimal. Saya tak pernah menghitung, tetapi sepertinya bunga ini hanya bertahan mekar beberapa hari sebelum kelopaknya layu, menua dan jatuh ke tanah. Lantas dari tangkai-tangkai yang tersisa bermunculan lagi putik-putik baru.

Saya bukan pengoleksi bunga, juga bukan pria dengan romantisme ala pangeran dari istana, yang berlutut di hadapan wanita dengan sekuntum bunga di genggaman tangan, sambil dengan yakin merasa ucapannya dipercaya. Kebetulan saja taman di halaman rumah ditanami beberapa jenis bunga, yang pilihan dan keputusannya dilakukan sendiri oleh tukang taman. Saya hanya kebagian menikmati saja, dan sesekali memotretnya.

Foto ketiga, yang berwarna merah, pastilah bunga yang berbeda. Orang banyak menyebutnya Asoka. Bentuknya tak seperti Asoka yang biasa Anda lihat? Tidak… ini hanya karena perspektif saja. Saya memotretnya makro lantas melakukan croping untuk menampilkan fokus yang lebih zooming. Sehingga yang tampak hanyalah sepenggal dari sekuntum Asoka.

Bunga Asoka dalam perspektif yang berbeda...

Selama ini, karena tak pernah melihat detilnya, saya mengira Asoka berwarna merah solid. Ternyata tidak; di tengah belahan kelopak bunga ini ada bagian kuning yang entah harus disebut apa. Mungkin semacam ”benang sari”. Yeah, kalau mau tau pengertian bunga secara ilmiah, bisa ditengok di sini.

Di kampung saya, bunga bukan sekadar jadi penghias rumah. Ada jenis-jenis tertentu yang lazim menjadi bagian ritual. Bunga-bunga yang menghasilkan wewangian biasanya dipetik untuk dirangkai demi macam-macam kepentingan. Bunga yang tak wangi ditanam di sudut tertentu untuk kepentingan yang lain; dari urusan pesugihan sampai keselamatan.

Saya sendiri belum memanfaatkan bunga-bunga di halaman rumah kecuali untuk penyejuk mata dan objek memotret. Anda punya cerita tentang bunga?

Foto: Windede | Kamera: Nikon Coolpix 2100 

Tulis komentar 3556 views, 1 so far today |

Fatal error: Call to undefined function wp_related_posts() in /home/windede/public_html/wp-content/themes/Digital Statement/single.php on line 35