Bunga-bunga; Penghias dan Ritual

Katakan dengan Bunga Makro…

Ada yang tau ini bunga apa? Entahlah, saya tak pernah tau, meskipun setiap hari bunga ini mekar (tak) mewangi di halaman rumah. Saya juga belum cukup iseng pergi ke toko bunga untuk sekadar bertanya. Bahkan tukang taman yang rutin datang ke rumah mengurusi bunga ini juga cuma geleng kepala; sama-sama nggak tau.

Foto pertama, yang di atas itu, adalah bunga yang belum sempurna. Sebenarnya masih berupa putik yang belum mekar. Saya memotretnya dengan modus makro sehingga tampak seperti benda persegi yang aneh. Mirip lipatan dasi kupu-kupu yang sering dipakai pelayan di rumah makan itu.

Sekuntum bunga ini, ketika sudah mekar, tak lebih besar dari koin 100 perak. Jumlahnya banyak, hampir menutupi semua daunnya. Bertangkai pendek dan berwarna putih-kuning selang-seling. Tumbuh subur tanpa harus dirawat khusus. Selalu berbunga sepanjang tahun tanpa musim, dan harus rutin dipangkas supaya pertumbuhannya tidak nyebar ke sana kemari.

Setelah mekar... cantik sekali...Foto kedua, yang di samping ini, adalah bunga yang sama, namun sudah mekar maksimal. Saya tak pernah menghitung, tetapi sepertinya bunga ini hanya bertahan mekar beberapa hari sebelum kelopaknya layu, menua dan jatuh ke tanah. Lantas dari tangkai-tangkai yang tersisa bermunculan lagi putik-putik baru.

Saya bukan pengoleksi bunga, juga bukan pria dengan romantisme ala pangeran dari istana, yang berlutut di hadapan wanita dengan sekuntum bunga di genggaman tangan, sambil dengan yakin merasa ucapannya dipercaya. Kebetulan saja taman di halaman rumah ditanami beberapa jenis bunga, yang pilihan dan keputusannya dilakukan sendiri oleh tukang taman. Saya hanya kebagian menikmati saja, dan sesekali memotretnya.

Foto ketiga, yang berwarna merah, pastilah bunga yang berbeda. Orang banyak menyebutnya Asoka. Bentuknya tak seperti Asoka yang biasa Anda lihat? Tidak… ini hanya karena perspektif saja. Saya memotretnya makro lantas melakukan croping untuk menampilkan fokus yang lebih zooming. Sehingga yang tampak hanyalah sepenggal dari sekuntum Asoka.

Bunga Asoka dalam perspektif yang berbeda...

Selama ini, karena tak pernah melihat detilnya, saya mengira Asoka berwarna merah solid. Ternyata tidak; di tengah belahan kelopak bunga ini ada bagian kuning yang entah harus disebut apa. Mungkin semacam ”benang sari”. Yeah, kalau mau tau pengertian bunga secara ilmiah, bisa ditengok di sini.

Di kampung saya, bunga bukan sekadar jadi penghias rumah. Ada jenis-jenis tertentu yang lazim menjadi bagian ritual. Bunga-bunga yang menghasilkan wewangian biasanya dipetik untuk dirangkai demi macam-macam kepentingan. Bunga yang tak wangi ditanam di sudut tertentu untuk kepentingan yang lain; dari urusan pesugihan sampai keselamatan.

Saya sendiri belum memanfaatkan bunga-bunga di halaman rumah kecuali untuk penyejuk mata dan objek memotret. Anda punya cerita tentang bunga?

Foto: Windede | Kamera: Nikon Coolpix 2100 

Win Dede

Win Dede a.k.a Erwin D. Nugroho. Anak kampung dari pelosok Kalimantan, bermukim dan beraktivitas di belantara Jakarta. Selain menulis dan memotret, jalan-jalan adalah kegemarannya yang lain.

Beri Tanggapan (atau pilih komentar via akun media sosial)

Loading Facebook Comments ...

19 tanggapan untuk “Bunga-bunga; Penghias dan Ritual

  • 11 Oktober 2006 pada 2:15 pm
    Permalink

    secara teknis, Coolpix 2100 tuh bukan kamera dengan lensa yang cukup bagus menurutku, tapi kok hasilnya ketika Om pegang jadi AMAZING gini ya? kalo dah megan Alpha-nya SONY kayak apa lagi ya photonya?

    **kagum

    [saya loom dapet poto yang memuaskan]

    Balas
  • 11 Oktober 2006 pada 4:37 pm
    Permalink

    Karena tidak ngerti kamera, Kang Kombor ngomentari bunga saja. Yang bunga nomer satu nggak tahu namanya. Yang kedua, konfirmasi, namanya asoka. Kalau soal bunga yang untuk ritual, Mas, ada tuh bunga melati yang suka dijadikan penghias keranda hehehe… Kalau untuk pernak-pernik sajen, ada kanthil. Nah, kalau yang enak dipecel, bunga turi.

    Balas
  • 11 Oktober 2006 pada 5:16 pm
    Permalink

    bunga yg pertama kalo di kampungku namanya bunga tai ayam hehehe namanya zelekxs ya, padahal cantik, aku taman juga bbrp warna di halaman. ada foto juga tapiii, malu dunk ga bagus kaya fotonya mas fotografer ini 😀

    Balas
  • 12 Oktober 2006 pada 9:14 am
    Permalink

    bagus hasil jepretannya tuh. Tidak disangka ternyata fan berat bunga juga nih?

    Balas
  • 13 Oktober 2006 pada 1:34 pm
    Permalink

    bunga pertama kalo ndak salah namanya bunga tembelek *baunya ga enak, ituh kali ya alasan knapa trus dikasih nama tembelek*..yang kedua aku ga ngerti namanya..tapi emang pernah tau bunganya 🙂

    Balas
  • 13 Oktober 2006 pada 4:18 pm
    Permalink

    wah harus banyak belajar nih.
    mas sekali-kali bikin postingan tip dan trik atau teknik fotografi dong, bagi-bagi ilmulah…

    Balas
  • 13 Oktober 2006 pada 8:40 pm
    Permalink

    foto nya buagus,bunga pertama untuk ngusir nyamuk dan bau nya asli ga uenak

    Balas
  • 16 Oktober 2006 pada 9:15 am
    Permalink

    untuk penygaran mata dong.
    katakan dengan bunga bank, sekarang jamannya! :d

    Balas
  • 19 Mei 2007 pada 1:40 pm
    Permalink

    bener gak sich…arti nama bunga matahari itu “slalu memerhatikan”???

    Balas
  • 17 September 2007 pada 6:27 pm
    Permalink

    Iya, sepintas memang mirip dengan bunga asoka, kira2 masih saudara tidak ya?

    Balas
  • 19 November 2007 pada 2:13 am
    Permalink

    halo bung Windede apa kabarnya.
    mungkin sudah lupa ya sama saya, di penghujung akhir tahun 2003 saya masihbersama anda di banjarbaru.Waktu di radar banjar
    hanya enam bulan bergabung.
    Kini alhamdullilah sudah bailik kampung ke Tasikmalaya. Setelah sebelumnya mendarat dulu di Kota Bandung. Bagaimana dengan teman-teman yang lain seperti safariyansah dan bung Fitri dan Almi Hatta. kalua yang tua itu yang botak siapa

    Balas
  • 29 Desember 2007 pada 12:33 pm
    Permalink

    UPPZ<ARTI NAMA BUNGA YANG LAIN DONG!!!!!!

    Balas
  • 11 Februari 2008 pada 11:08 am
    Permalink

    cantik sih bunganya tapi kok cuan sedikit koleksiannya.
    maunya ada tempat sendiri khusus kumpulan bunga yang cantik2

    Balas
  • 11 Februari 2008 pada 11:11 am
    Permalink

    koleksi bunga anda memeng sangat bagus.
    tapi ada kurangnya!!!……
    jawabannya koleksi bunga anda kurang banyak….

    Balas
  • 11 Februari 2008 pada 11:13 am
    Permalink

    koleksian anda kurang banyak tuhhhhhhhh………!!!!!!!!!!!

    Balas
  • 10 Juli 2008 pada 11:47 pm
    Permalink

    bunga2 nya mmg cantik..
    tapi sekit sangat..
    tambah kan koleksi yaQ!

    Balas
  • 4 Juni 2011 pada 8:18 am
    Permalink

    tolong bila ada yg punya info ttg dimana mendapatkan biji bunga asoka yang berwarna hitam..urgent..terima kasih sebelumnya

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *