<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Obsesi dari Papan Reklame</title>
	<atom:link href="http://windede.com/2006/04/18/obsesi-dari-papan-reklame/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://windede.com/2006/04/18/obsesi-dari-papan-reklame/</link>
	<description>...:::sekadar sebuah kumpulan catatan:::...</description>
	<pubDate>Thu, 20 Nov 2008 16:16:48 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6.3</generator>
		<item>
		<title>By: pickou</title>
		<link>http://windede.com/2006/04/18/obsesi-dari-papan-reklame/#comment-22251</link>
		<dc:creator>pickou</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 10 Oct 2007 13:58:15 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://windede.com/index-baru.php/2006/04/18/obsesi-dari-papan-reklame/#comment-22251</guid>
		<description>terkadang kita (bangsa indinesia) terlalu terjebak kepada masalah yang sbenarnya tidak perlu di perdebatkan. klo perdebatan masalah pornoaksi dan pornografi itu dah biasa, tapi belum ada perdebatan gimana membuat reklame yang safety dan tidak merusak wajah kota. betul nda.......................?!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>terkadang kita (bangsa indinesia) terlalu terjebak kepada masalah yang sbenarnya tidak perlu di perdebatkan. klo perdebatan masalah pornoaksi dan pornografi itu dah biasa, tapi belum ada perdebatan gimana membuat reklame yang safety dan tidak merusak wajah kota. betul nda&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..?!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
