Uji Nyali di Sirkuit Balap

Persiapan sebelum start. Saya pakai motor nomor 22, bergaya bak pembalap profesional juga.

Akhir pekan kemarin, atas ajakan seorang kawan, saya menjajal balap motokros di Sirkuit Mandiangin Banjarbaru, salah satu tempat balap dengan lintasan yang diakui para pembalap sebagai sirkuit paling berat. Sebenarnya tak begitu cocok untuk latihan ringan atau sekadar have fun, karena sirkuit ini biasa dipakai untuk pertandingan kelas-kelas profesional.

Tapi, yeah… namanya juga coba-coba, ya hajar saja. Tak ada masalah. Acara dadakan ini hampir tak disengaja. Iseng-iseng saya memenuhi ajakan kawan yang memang gemar balapan. Tadinya hanya berniat nonton. Eh… setelah mendengar suara deru motor yang meraung-raung, adrenalin seperti terbakar, nyali tertantang.

Maka, saya beranikan diri menunggang motor garang itu. Seumur-umur tak pernah ikut balap, dan… setelah 5 tahun terakhir harus pakai mobil, saya nyaris tak pernah lagi mengendarai sepeda motor. Artinya pasti akan ada kegagapan. Apalagi begitu pakai sepeda motor, langsung di sirkuit balap dengan gundukan-gundukan jumping yang lumayan menakutkan.

Pada lap pertama, saya hanya menjalankan motor seperti ojek, berjalan pelan yang penting ke depan. Sekalian adaptasi dan penguasaan medan begitulah… Ternyata, melewati gundukan jumping itu justru tak boleh pelan, karena motor bisa mogok pas di puncak gundukan. Maka, balapan serasa dimulai ketika saya kemudian nekat menancap gas.

Ternyata, nyaman saja. Tak ada masalah. Terbang-terbang dikit beberapa centi di atas tanah justru mengasyikkan. Memain-mainkan gas, menghentak kopling untuk daya kejut yang membuat ban depan terangkat, menikung dengan posisi miring dan yeah… macam-macamlah seakan-akan saya ini jadi pembalap sungguhan.

Saya lupa menghitung sudah berapa kali memutari sirkuit. Saya baru berhenti ketika kawan lain yang satu track dengan saya berhenti. Hmmm… berkeringat juga, mungkin karena bajunya yang agak ketat, maklum pinjaman. Celana jins saya belepotan tanah, yang memang berterbangan dari putaran ban depan dan belakang. Belum lagi cipratan lumpur dari rekan yang menyalip.

Aksi balapan sore itu sungguh membuat saya refresh. Sebuah pengalaman baru yang ternyata mengasyikkan. Tidak mengganggu pengguna jalan lain seperti yang dilakukan orang-orang ini, karena bukan sekadar tidak di jalan raya, sirkuit ini bahkan berada di tengah hutan yang jauh dari rumah penduduk.

Tetapi saya tidak yakin olahraga otomotif ini bakal jadi hobi. Selain mahal, rasanya saya bukan tipe penantang celaka seperti pembalap lain, yang dengan enteng ngomong… “kalo jatuh sih biasa, patah tangan dan luka-luka juga langganan lah…”

Uji nyali kemarin sekadar mencoba, ternyata ada dunia lain yang menarik juga untuk dirasakan.

Win Dede

Win Dede a.k.a Erwin D. Nugroho. Anak kampung dari pelosok Kalimantan, bermukim dan beraktivitas di belantara Jakarta. Selain menulis dan memotret, jalan-jalan adalah kegemarannya yang lain.

Beri Tanggapan (atau pilih komentar via akun media sosial)

5 tanggapan untuk “Uji Nyali di Sirkuit Balap

  • Pingback: soma

  • Pingback: buy adipex p

  • Pingback: ambien cr

  • 11 Juli 2008 pada 19:43
    Permalink

    wah asyik tuh…kapan kita enjoy bareng nih…kabarin saya yah…saya jg mo nyoba nih…

  • 16 Mei 2011 pada 07:16
    Permalink

    It’s a shame you don’t have a donate button! I’d definitely donate to this excellent blog! I guess for now i’ll settle for bookmarking and adding your RSS feed to my Google account. I look forward to new updates and will talk about this blog with my Facebook group. Chat soon!

Komentar ditutup.

Loading Facebook Comments ...
Loading Disqus Comments ...

No Trackbacks.