You Look Lady, Power… Power…!

Kesibukan di salah satu sudut kota Bangkok. Kota ini surga bagi mereka yang suka dugem.

Sepulang dari trip ke Malaysia, Singapura dan Thailand dua pekan lalu, beberapa kawan yang berjumpa saya selalu bertanya soal Bangkok. Pertanyaannya pun sangat khas laki-laki; “sempat lihat live show yang buka-buka tutup botol itu nggak?”

Saya menggeleng, dan kawan yang bertanya langsung mencibir… “Yaaaa… ngapain ke Bangkok kalo nggak nonton itu!”

Ihwal live show gadis-gadis telanjang ini memang sering saya dengar sebelum ke Thailand. Beberapa kawan, sebagian pernah melihat sendiri, sebagian lagi juga cuma dengar cerita saja, wanti-wanti supaya tidak melewatkan atraksi yang bila di Indonesia pasti dilabeli 100% pornoaksi itu. Begitu dahsyatnya, konon, di live show itu sampai-sampai ada atraksi keterampilan vagina; dari buka tutup botol, menyedot minuman, sampai mengeluarkan silet dan jarum. Werrrrrr…. jangan dibayangin deh hehehe. Toh, sesampai di Bangkok, memang nyaris tak ada hasrat untuk menikmati hiburan ini.

Dalam perjalanan menuju Suan Lum Night Bazar untuk nongkrong, Enda sempat pula bercerita soal ini. Ya, cuma cerita, tidak menawarkan hehehe… Penawaran justru datang dari sopir taksi yang kami tumpangi. Dengan bahasa Inggris cadel yang agak sulit dicerna telinga, si sopir bersemangat sekali bikin promosi. Dari urusan pijat tradisional Thailand yang terkenal sampai lokasi suguhan tari telanjang.

You look one lady… you power… You look two lady… you power… power…” kata si sopir. Dia mengucapkan ini sambil jari telunjuknya diacung-acungkan ketika menyebut kata power. Begitu bersemangat dia cerita bahwa gadis-gadis Thai bisa bikin lelaki langsung “power” dalam seketika.

Orang Thailand tampaknya memang sangat bangga dengan potensi wisata berahi, dengan tawaran gadis-gadis setempat. Bahkan di First Hotel tempat saya menginap ada brosur-brosur tawaran thai massage yang diselipkan di lipatan bed cover. Dari lokasi, tarif, model-model layanan yang serba plus-plus, sampai galeri foto pemijatnya. Lengkap dengan kode-kode yang tinggal disebut untuk memilih salah satu, atau salah dua.

Sampai akhirnya saya meninggalkan Bangkok, tak satu pun dari tawaran itu yang berhasil menggoda hati untuk mencoba. Sisi positifnya tentu saja saya berhasil menahan syahwat (ceileee) hehehe. Sisi negatifnya, saya tak bisa bercerita lebih banyak kepada Anda kecuali sekadar soal power… power…

So, look lady now… and enjoy your power… power…

Win Dede

Win Dede a.k.a Erwin D. Nugroho. Anak kampung dari pelosok Kalimantan, bermukim dan beraktivitas di belantara Jakarta. Selain menulis dan memotret, jalan-jalan adalah kegemarannya yang lain.

Beri Tanggapan (atau pilih komentar via akun media sosial)

Loading Facebook Comments ...
Loading Disqus Comments ...

No Trackbacks.