Salah satu tempat menarik yang saya kunjungi ketika di Malaysia adalah Genting Highland, pusat hiburan di puncak bukit Ulu Kali di sebelah utara Kuala Lumpur. Meski sekarang sebenarnya lebih populer sebagai tempat wisata keluarga, toh kalau bicara Genting Highland, orang pasti menghubungkannya dengan pusat judi kasino.

Sampai hari ini Genting Highland memang tetap jadi primadona para gambler. Pamornya tak kalah bila dibandingkan judi kasino di Macao. Dua tahun silam saya pernah juga berkunjung ke Macao. Bedanya dengan Genting hanya ini: di Macao, gedung-gedung tempat digelarnya kasino menyediakan juga “wisata berahi” dengan wanita-wanita panggilan yang mejeng di lorong-lorong menuju kawasan judi. Di Genting, setelah berkeliling ke seluruh penjuru tempat digelarnya kasino, tak tampak ada wanita penghibur.

Dari kota Kuala Lumpur perlu waktu 1 jam 15 menit jalan darat menuju Gothong Jaya, kawasan terdekat di kaki bukit Ulu Kali, melewati jalan lebar dan mulus yang berkelok-kelok membelah hutan tropis dan terus menanjak. Dari Gothong, naik ke puncak Genting Highland dengan cable car menempuh jarak 3,8 km. Kereta gantung itu konon merupakan yang terpanjang dan tercepat di Asia Tenggara.

Genting Highland dibangun oleh pengusaha keturunan Tionghoa bernama Lim Goh Tong. Sekarang, Lim yang sudah mendapat gelar kehormatan Tan Sri dari Kerajaan Malaysia masih hidup dan berumur 86 tahun. Sejak awal membangun Genting, Lim telah bertekad bahwa tempat itu bukan sekadar arena judi kasino, tetapi juga kota hiburan dan wisata keluarga.

Saya masuk ke arena judi Genting ketika suasanya sedang sangat ramai seperti pasar malam. Di pintu masuk, dua orang petugas berpakaian polisi Malaysia sempat menahan dan bertanya apakah saya orang Melayu. Setelah berkata bahwa saya dari Indonesia, si petugas hanya memeriksa paspor dan setelah itu mengizinkan masuk. Orang Melayu muslim yang merupakan penduduk asli Malaysia memang dilarang masuk ke arena judi kasino.

Ada syarat lain yang harus dipenuhi. Masuk ke arena judi harus memakai pakaian rapi dan berkerah. Tak boleh dengan kaos oblong. Ini masih lebih longgar karena dulunya malah wajib pakai batik atau jas. Bagi saya syarat-syarat ini relatif masih mudah, karena ketika di Macao, saya sempat harus menunjukkan isi dompet, untuk diketahui punya modal berapa untuk berjudi! Mungkin tampang saya yang tidak seperti gambler dikhawatirkan malah cari masalah hehehe…

Sedikitnya ada 6 tempat judi di Genting Highland, masing-masing diberi nama Circus, Show Boat, Hollywood, Monte Carlo, Keno Area dan Starworld. Di dinding-dinding terpampang larangan memotret. Padahal saya sangat ingin mengabadikan suasana perjudian yang dilegalkan ini. Mengeluarkan kamera dari saku adalah perbuatan bodoh. Tapi saya tak habis akal. Kebetulan handphone saya berkamera, maka sambil pura-pura menelepon, saya jeprat-jepret beberapa frame sembarangan. Hasilnya pasti tak maksimal, tapi cukuplah untuk sekadar menggambarkan di posting ini bagaimana suasana berjudi di Genting, yang langsung mengingatkan kita pada suasana judi di film-film Hongkong.

Banyak varian permainan judi yang bisa diikuti. Mulai judi dadu, judi kartu, bola-bola sampai judi bermesin dingdong. Syukurlah, selain tak pernah punya pengalaman berjudi, saya sendiri tak mengerti satu pun permainan di sana. Sehingga sedikit pun tak tergerak rasa untuk mencoba-coba. Melihat saja sudah cukup.

Kebanyakan pejudi yang bertarung di meja-meja judi adalah orang-orang berwajah Tionghoa yang rata-rata sudah berumur. Mereka bukan cuma penduduk Malaysia. Sebagian juga datang dari Singapura khusus untuk mengadu nasib. Sebagian lagi, tentu saja, datang dari Indonesia. Konon, tak sedikit cerita sukses gambler di Genting yang membuat pejudi lain tergiur. Ada seorang pejudi yang bahkan pernah dapat jack pot sampai 10 juta Ringgit Malaysia, tak kurang dari Rp25 miliar!

Begitulah, betapa pun judi adalah pekerjaan yang buruk, toh bagi Malaysia Genting Highland adalah sebuah cerita sukses. Pemilik sekaligus pendiri Genting, Lim Goh Tong malah dianggap sebagai pahlawan kemajuan negara kerajaan ini. Di tempat di mana judi merupakan barang legal, siapa pun dipersilakan berjudi sampai keadaan paling genting sekalipun.