Cetak Artikel Ini Cetak Artikel Ini


Setelah dua malam di Malaysia, saya akhirnya sampai di Singapura. Pagi-pagi sekali sudah ke KLIA untuk mengejar pesawat ke Johor Bahru pukul 07.50 pagi. Hari lumayan cerah, sampai ketika pesawat mendarat di Sinai Airport Johor Bahru. Dari kota ini naik bus menyeberang ke Singapura, melewati antrean imigrasi yang lumayan memakan waktu.

Bangun pagi-pagi membuat tubuh tidak fit. Ditambah lagi bus ke Singapura yang selalu singgah di setiap halte, begitu lama perjalanan sampai-sampai ketika tiba di Strand Hotel
di Bencoolen Street, saya langsung merebahkan badan tidur dua jam.

Bangun, tubuh lumayan segar. Tentu saja perut lapar. Karena yang paling aman adalah mencari fastfood, maka saya ngeluyur ke Plasa Singapura yang tak jauh dari hotel. Langsung masuk ke KFC dan memesan sepaket daging ayam beserta kentang goreng. Perut kenyang, pikiran nyaman. Saat hendak keluar KFC, sebuah SMS yang ditunggu-tunggu masuk. Dari Fortuna, seorang kawan bloger di Singapura yang sudah janjian bakal menjadi guide jalan-jalan.

Hari mulai gelap ketika kami memutuskan keluar plasa dan turun ke bawah tanah naik MRT. Tujuan pertama adalah kampung Bugis yang khas. Hanya tengok-tengok sebentar sebelum akhirnya berjalan kaki ke Arab Street. Di sini, kami singgah sebentar di sebuah kedai Arab yang khas dengan interior dan musik yang Timur Tengah banget. Saya minum Arabic Coffee yang super pahit.

Dari Arab Street, berjalan kaki lagi menuju stasiun MRT dengan tujuan Clark Quay, menikmati malam yang hangat dengan pemandangan gedung-gedung menjulang. Foto-foto sebentar sebelum berjalan kaki lagi menuju gedung Esplanade yang terkenal itu. Juga ke patung singa Marlion di seberangnya.

Kami dinner kawasan makan-makan di Esplanade. Saya memesan sepiring nasi goreng Thailand dan dua potong ikan yang rasanya asin-pedas dan saya sudah lupa apa nama ikan itu. Yang pasti, rasanya… hmmm… luar biasa lezatnya.

Ngobrol-ngobrol sebentar, kami lanjutkan keluyuran dengan naik bus ke Orchad Road. Ya… kata orang, belum ke Singapura kalo tidak singgah di Orchad Road. Seruas jalan padat yang di kiri-kanannya adalah pusat perbelanjaan. Masih sangat ramai meski waktu sudah menunjukkan pukul 22.30. Saya tentu tidak belanja apa-apa, karena memang tidak biasa shopping. Di Orchad Road kami cuma sempat hang out di sebuah kafe sambil menikmati kehidupan malam Singapura yang sibuk.

Dari Orchad Road, perjalanan dilanjutkan dengan naik MRT lagi ke Little India. Makan-makan lagi! Kali ini dengan suasana India yang sangat kental.

Hmm… saya tak bisa menuliskan banyak hal. Posting ini pun saya sempatkan tulis di lobi hotel sebelum check out. Siang ini tidak ada agenda yang istimewa, karena pukul 12.00 nanti saya sudah harus ke Changi International Airport untuk terbang ke Bangkok.

Segini dulu, sekadar berbagi cerita.



Random Posts


0 Responses to “Sedikit Cerita Semalam di Singapura”

  1. No Comments

Leave a Reply





Sedang Baca...

RSS JPNN News

  • Untitled
  • Korut Aktifkan Lagi Reaktor Nuklir Yongbyon
    PANMUNJOM - Pemimpin tertinggi Korea Utara, Kim Jong-il, memang masih sakit. Tapi, bukan berarti Korea Utara kehilangan nyali untuk menggertak. Kemarin, negeri komunis itu menyatakan bahwa mereka sedang melakukan persiapan untuk mengaktifkan kembali reaktor nuklir. Hal tersebut mereka lakukan ka ...
  • Beras Beracun, Menteri Mundur
    TOKYO - Tak seperti para pejabat di Indonesia yang kebanyakan punya stok topeng antimalu berlapis-lapis, pejabat di Negeri Sakura memilih mundur jika tersandung kasus. Seperti yang dilakukan Menteri Pertanian Seiichi Ota. Kemarin (19/9) dia hengkang dari pos jabatannya bersama sejumlah pejabat tingg ...

Galeri Foto

www.flickr.com
This is a Flickr badge showing photos in a set called Alam & Manusia. Make your own badge here.


Berbagi Video

PETA: File Revolusi 1945-1950




Buy Exercise Bikes at Argos Sports, Discounted prices free delivery