< Browse > Home / Fotografi, General, Kontemplasi / Blog article: Menengok Sisa-Sisa Alam Loksado

| Mobile | RSS

Menengok Sisa-Sisa Alam Loksado

Kembali ke alam yang tak lagi alami. Itulah yang saya rasakan kemarin, ketika untuk sebuah urusan tiba-tiba terpikir berbelok ke hutan. Kalau Anda termasuk orang yang menyangka Kalimantan adalah hutan, percayalah itu sesungguhnya hanya cerita 20 tahun silam. Kalimantan hari ini adalah juga sebuah pulau dengan kota-kota dan peradaban yang bergerak maju; lengkap dengan tetek bengek persoalan metropolit yang tak kalah rumit.

Tetapi trip kemarin bukanlah waktu khusus untuk jalan-jalan ke gunung dengan sepotong hutan yang masih tersisa. Lepas sebuah urusan di kota Barabai, lebih kurang 160 kilometer dari Banjarmasin, saya bersama beberapa kawan memutuskan singgah ke Loksado, sebuah perkampungan Dayak di pinggiran kota Kandangan. Kalau Anda pernah ke Kalsel, pastilah pernah dengar Barabai (dengan kue apamnya yang khas), juga Kandangan (yang terkenal dengan dodol dan ketupat).

Dulu, mungkin 10 tahun yang lalu, ketika permukiman penduduk belum sepadat sekarang, Loksado konon adalah kawasan alam yang sangat menarik. Selain bukit-bukit batu yang sering jadi ajang panjat tebing, daerah ini juga punya sungai yang asyik untuk bamboo rafting. Di lembah-lembah perbukitan itu pula anak-anak muda kerap menghabiskan akhir pekan dengan camping.

Sekarang, jangan bayangkan sebuah keasrian alamiah bukit. Orang-orang Dayak di sana pun sudah berbiak dan menghasilkan kampung-kampung yang kemudian memanfaatkan lokasi wisata menjadi lahan ekonomi. Perkembangan yang setengah-setengah itu membuat Loksado tak cukup terurus untuk sebuah kawasan wisata, sekaligus juga tidak tuntas menjadi kampung.

Yeah, saya baru sekali ke kawasan ini. Promosi pemerintah setempat bahwa Loksado adalah wisata alam andalan, menurut saya cuma ngecap. Perjalanan pertama saya meninggalkan kesan yang kurang baik; kecuali sedikit pemandangan yang hijau di kiri-kanan dan kejauhan, tempat ini tidak begitu nyaman dikunjungi. Nyaris tak ada (lagi) yang bisa dinikmati.

Tentu bukan alam yang salah. Manusialah yang harus berkaca diri.

Tulis komentar 1274 views, 2 so far today |

Random Posts

Follow Discussion

Ada 10 komentar untuk “Menengok Sisa-Sisa Alam Loksado”

  1. Rusmin Nuryadin berkomentar:

    alam nusantara kita ini benar-benar sangat menakjubkan

  2. Abid berkomentar:

    Kalau hanya datang satu kali kunjungan, jangan cepat mengambil kesimpulan dan terlalu digeneralisir. Foto yang anda ambil berada di hilir bawah Loksado. Saya yakin anda belum pernah ke Kayuannya Malaris dimana pohon diameter diatas 1,5 meter belum pernah ditebang. Saya juga yakin anda belum pernah melihat tempat-tempat berkembang biaknya ratusan jenis anggrek secara alami di hutan-hutan Loksado. Anda pasti belum mengenal Angeh Janjang Dua, Puncak Baingul, Puncak Magaringsai, Batu Tabala. Pernahkah anda melihat ratusan jenis Paphiopedilum supardii tumbuh dan di tebing2 Katuan Haratai???

    Ayo datang lagi!!!!

  3. eno retro berkomentar:

    katanya di bukit2 itu banyak hantunya ya….]

  4. prima berkomentar:

    aq, pernah dengar misteri tentang loksado..

  5. Overclocker berkomentar:

    Saya sangat setuju dengan komentar saudara Abid.
    Saya mengenal dengan baik lokasi yang anda maksud dengan ke-2 foto di atas, dan kesimpulan saya sejalan dengan saudara Abid : anda belum sampai ke Loksado.
    Anda akan benar-benar mengenal Loksado kalau anda sudah pernah berjalan menyusuri hutan (bukan dengan mobil atau sepeda motor), melintasi sungai (berenang atau menggunakan rakit), dan tentu saja ketika keringat anda mengalir bukan tisue yang harus anda cari.
    Salam Kenal dan silahkan berkunjung ke http://web.loksado.com/album/ untuk galeri foto Loksado.

  6. riza berkomentar:

    bagi kamu2 baik pelajar,pengusaha atau apalah statusmu yang belum pernah keloksado,cepat2lah berpikir untuk kesana,kerena disanalah ketenangan berada,dengan didukung oleh nilai plus kekayaan alamnya yg luar biasa dan masyrakatnya yg msaih asri.mungkin disanalah kamu bisa mendapatkan apa yg kmu cari2 sekarang ini. takjub buat loksado.HSS

  7. Rafa berkomentar:

    Iya,saya setuju dg tulisan diatas, meskipun tidak sepenuhnya benar. Orang yg baru pernah sekali ke loksado akan mendapat kesan pertama yg kurang enak. Padahal kesan pertama adalah hal yg utama. Nggak usahlah kita ngomong nyusruk hutan kalo pada awal masuk kawasan loksado kita sdh mulai disajikan pemandangan yg tdk sesuai dg advertisement. Cuma segelintir orang yg mau masuk hutan. Masyarakat umum pengennya liat loksado sbg tempat utk bersantai dg pemandangan yg indah. Tapi nyatanya disuguhi dg fasilitas yg tdk terawat, kotor dan terkesan kapitalis (mengambil kesempatan dlm kesempitan); meskipun sebenarnya banyak dipengaruhi warga pendatang. Ini tanggung jawab pemprov KALSEL, pemda HSS, dan warga setempat apabila ingin mengembalikan kejayaan Loksado seperti dulu.

  8. mawardi berkomentar:

    bagi aku kota barabai adalah kota yang indah dan sangat penuh kesan .
    maklum orang barabai jua kawanai..
    terutama bagi sepasang muda mudi yang ingin berlibur  ke objek wisata.
    objek wisata adalah hal yang paling di syukuri yang ada di kota barabai.

  9. mawardi berkomentar:

    kalau menurut aku objek wisata loksado adalah patut di acungin jempol..
    karena tidak seperti keindahan alam lain nya di sana bagi aku  keindahan pemandangan alamnya segar di pandang mata. dan tentunya ga menyeramkan. karena terlihat jelas dari segi keadaan alamnya dari faktor lingkungan nya yang msh sejuk di pandang mata .dan tentunya dengan keadaan masyarakatnya yang ramah dan sopan dan selalu terbuka.
    aku bangga menjadi orang barabai ..alamat aku. jalan mualimin. desa kayu bawang .salam kenal persahabatan..
     

  10. mawardi berkomentar:

Tulis komentar

  • Kotak Pesan

    Nama:
    Web:
    Pesan:
    :) :( :D :p :(( :)) :x


    Kontak pribadi?
    Langsung ke: windede[at]windede[dot]com


Safa @ sen-ciSafa Afif NgebutSafa n AfifAfif n Safa di PIMJuve AlvaroAfif di malSafa CoolRafif BergayaCandleYang Tersisa