“Blending Religion” ala Eden

Salam Eden,

Hai, aku tak tersembunyi lagi
Beginilah aku yang kini sudah beralamat
Salam New Age anak-anakku
Berilah kasih pada Ayahmu di sini
Ruh Kudus, the Holy Spirit berkaca-kaca haru menanti anak-anaknya menyapa
Hallo, sayangku, Aku menantimu!

Aku sedang mendamaikan dunia
Aku ingin menghentikan kekerasan agama
Maka kuajarkan Perenialisme

Bilakah dunia sejuk dan menggairahkan kembali
Dari kebenaran-kebenaran abadi yang berkata-kata
Seperti ituah perenialisme yang kusampaikan

Malaikat Jibril

Begitulah Lia Aminuddin, yang belakangan populer sebagai Lia Eden, menyampai salam pembuka di website-nya. Wanita kontroversial ini kembali jadi berita setelah Kerajaan Tuhan miliknya dikepung massa. Belakangan, Lia bersama pengikutnya harus dievakuasi. Sang Jibril pun digiring ke kantor polisi.

Eksplorasi terhadap eksistensi Tuhan memang tak pernah berhenti. Sejak bumi mengada dan manusia menjejak kaki, akal memang terus mencari. Sejarah kemudian mencatat begitu banyak peristiwa yang menoreh kisah-kisah tentang agama. Yang gaib berhenti gaib ketika hijab (dianggap) terbuka. Misteri tentang Tuhan dibongkar dengan teori dan kode-kode rahasia. Toh, pencarian tak kunjung selesai – mungkin hingga kelak terkubur bersama habisnya zaman dan peradaban.

Obsesi keber-Tuhan-an yang sedemikian dahsyat membuat tak sedikit manusia larut dalam candu pikirannya sendiri. Ketika seseorang mengaku sebagai Tuhan, atau titisan malaikat, atau juga mengklaim diri sebagai rasul, yang terjadi mungkin justru kemabukan alam pikiran. Betapa misteriusnya Tuhan sehingga akal manusia pun bisa goyah memikirkannya.

Tetapi Tuhan merawat kemisteriusan diri-Nya sehingga seolah sudah menjadi kodrati ketika kemisteriusan itu justru menciptakan kelucuan-kelucuan yang sulit masuk di akal sederhana sekalipun. Bagaimana mungkin sekumpulan orang bisa percaya bahwa ada Malaikat Jibril wujud dalam sesosok manusia.

Lia Eden memang unik. Betapapun ia dan ajarannya kontroversial, wanita asal Makassar ini seperti tengah melakonkan adegan satire yang seharusnya membuat para pemeluk agama introspeksi. Di tengah ketegangan perbedaan yang awet selama berabad-abad, Lia justru melakukan proses penggabungan agama. Ia menciptakan sebuah “perdamaian” dengan resep blending religion. Dalam salah satu bagian di halaman websitenya, Lia mengucap “fatwa”: “Salamilah saudara-saudaramu dengan sepenuh hatimu, datangilah mereka dan berdoalah kepada Tuhan yang Maha Esa bersama mereka.”

Pesan-pesan damai yang positif itu memang menarik. Tetapi Lia harus sadar bahwa ia hidup dalam sebuah realita di mana mengaku sebagai malaikat adalah gila. Apalagi klaim seperti itu kemudian dilanjutkan dengan prosesi pembentukan agama baru, penobatan sebagai “hakim Tuhan”, juga penciptaan ritual-ritual yang setengah dipaksakan. Pasti menjadi masalah karena di tengah ajakan agar semua pemeluk agama berdamai, Lia justru membuat agama baru yang bisa memicu rusaknya perdamaian.

Hebatnya, teologi ala Eden berhasil juga menjaring penganut. Kerajaan Tuhan miliknya tetap berpenghuni sampai akhirnya dibubarkan massa. Paling tidak, sejarah kembali mencatat bahwa misteri tentang Tuhan memang sesuatu yang tak pernah tuntas. Manusia terus mencari, bahkan dengan cara-cara yang dianggap gila.

Win Dede

Win Dede a.k.a Erwin D. Nugroho. Anak kampung dari pelosok Kalimantan, bermukim dan beraktivitas di belantara Jakarta. Selain menulis dan memotret, jalan-jalan adalah kegemarannya yang lain.

Beri Tanggapan (atau pilih komentar via akun media sosial)

11 tanggapan untuk ““Blending Religion” ala Eden

  • 19 Agustus 2007 pada 22:54
    Permalink

    TUHAN ITU CUMAN SATU DAN JIBRIL ITU ADALAH PENYAMPAI WAHYU KEPADA NABI BESAR MUHAMMAD S.A.W DAN TUHANNYA HANYA ALLAH

    Balas
  • 19 Agustus 2007 pada 23:03
    Permalink

    EDEN ITU AGAMA APA SIH MASA TUHAN NYA MANUSIA ELO BEGO APA TOLOL ?DAN GUE GAK TAKUT YG NAMA NYA ORANG KAFIR KAYAK LOE !ITU EDEN APA EDAN EH SETAN GUNDUL MAJU LOE SMUA GUE GAK TAKUT HANYA ALLAH YG KU TAKUTI& ALLAH SATU SATUNYA TUHAN .ALLAH TELAH MENYIAPKAN API YG PALING PANAS UNTUK ORANG NON MUSLIM/KAFIR

    Balas
  • 8 Oktober 2007 pada 08:19
    Permalink

    eh lia eden gila…
    sampai jumpa di neraka ye.. sama pengikut lo,ntar lo disana reunian deh sambil makan pizza hut ama minum coca cola dingin kan enak tuh disana pas banget sama hawa nye yang panas.

    Balas
  • 30 November 2007 pada 16:54
    Permalink

    eh …..lo klo mo bikin agama yang “idep” kenapa? kyanya orang seperti lo harus dan wajib masuk neraka yang ke 9 klo ada?…dasar orang gila fanatik agama.

    Balas
  • 16 Desember 2008 pada 16:21
    Permalink

    lia yang namanya Tuhan itu tidak butuh kamar mandi kok lo butuh WC hehe DI KAMAR MANDI ADA AYUNAN SEGALA LAGI XIXIX ….itu artinya lo itu manusia biasa BRO, DASAR ORANG GILA

    Balas
  • 17 Desember 2008 pada 10:58
    Permalink

    lia eden itu manusia kafir yg gak punya otak alias ideot sama ama pengikutya goblok tolol

    Balas
  • 20 Desember 2008 pada 17:41
    Permalink

    Lia,
    mo surga caranya bukan gitu kali, mana ada imam cewe, mo ngikutin megawati lo???mendingan bikin partai aja dech lebih banyak pengikutnya???apa jadi artis jadi peran apaaa gituh biar cepet terkenal

    Balas
  • 4 Januari 2009 pada 13:00
    Permalink

    biarlah… klo menurut mu agamanya sesat tak perlu kalian hiraukan,cukup takwa pada Yang kuasa saja… ke 2. setiap agama punya banyak sisi,janganlah mengganggap agama mu yg paling benar diantara agama-agama lain dan bersifat egois…
    intinya intropeksi diri aja bro bro yg di indo…

    Balas
  • 9 Januari 2009 pada 14:05
    Permalink

    e… lia eden gila sok-sok ngaku tuhan mikir dong ini tu bukan zaman jahilia zaman uda maju ngapa lo ngaku2 tuhan cari perhatian mungkin selama ini lo nggak pernak di perhatikan ya makanya caper

    Balas
  • 16 April 2009 pada 09:02
    Permalink

    kayaknya para komentator Lia Alimudin belum baca mengenai ajarannya secara seksama sehingga komentarnya justru tidak menggambarkan seorang islam yang baik. Coba baca dululah buku lia yang berjudul perkenankanlah aku manjalani takdir. Kalau para komentator yang saya hormati membaca mungkin baru bisa menilai bahwa LIA ALIMUDIN BUKANLAH ORANG GILA. sAYA JADI INGAT KETIKA NABI MUHAMMAD SAW WAKTU MEMPERKENALKAN WAHYU TUHAN  JUGA DIBILANG ORANG GILA. DAN TOLAONGLAH SAUDARAKU AGAR JANGAN MUDAH MENGKAFIRKAN ORANG, KARENA YANG BERHAK MENGKAFIRKAN ORANG HANYALAH ALLAH SWT. KALAU SAYA PERHATIKAN AJARAN LIA JUSTRU BANYAK MENGAJAK AGAR KITA MANUSIA HANYA MENYEMBAH KEPADA TUHAN YANG MAHA ESA SECARA MURNI.

    Balas
  • 21 Juni 2009 pada 17:34
    Permalink

    Saya mau tanya nih, saya punya kepercayaan sendiri yaitu Agama Kesatuan Republik Indonesia. Saya buat itu karena alasan saya ingin Indonesia punya sendiri agama dan budaya. Jadi, isi agama ini hanya menceritakan sejarah Adam dan Evewa sampai menceritakan Muncullah Indonesia. Agama saya ini tidak membawa-bawa Nabi-nabi dari Timur Tengah, tapi saya hanya menceritakan khusus ttg sejarah Indonesia dan agama-agama sebelumnya yang dibuat oleh nenek moyang Indonesia seperti Kejawen dan sebagainya. Cuma, saya masih mau laporan kepada pemerintah untuk mengesahkan agama ini khusus orang Indonesia. Agama ini tidak ajarkan yang tidak-tidak lho. Anda bisa datang atau hubungi saya lewat 081387886052 dan alamat saya Jl. Mekah No. 16/36, Bogor 16121, E-mail : rizalimandaengsannang@yahoo.com. Trm ksh.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading Facebook Comments ...
Loading Disqus Comments ...

No Trackbacks.