Hasrat Menjadi Terkenal

Mengapa sebagian dari kita memiliki hasrat yang kuat untuk menjadi terkenal? Sehingga untuk itu ditempuhlah bermacam-macam cara?Di tengah begitu ramainya entertainment, banyak anak muda kita bercita-cita menjadi artis. Yang tampak kasat mata, menjadi artis memang begitu menariknya; glamor, mewah, pusat perhatian, trend setter. Siapa yang tidak kepingin? Ini memang ladang cita-cita baru, yang menggeser umumnya cita-cita anak muda tahun 70 atau 80-an, yang biasanya berkhayal jadi dokter, polisi atau tentara.

Maka, jangan kaget kalau kita semakin sering mendengar remaja kita ketipu. Ditawari casting, ujung-ujungnya bohongan. Yang baru jadi berita adalah kasus PH Palsu di Kudus, Semarang. Bayangin… khayalan menjadi selebritis itu begitu menggebunya bahkan dari kota Kudus yang terbilang jauh dari pusat entertainment di Jakarta.

Banyak cita-cita dan harapan dalam hidup kita terinspirasi oleh kenyataan hidup orang lain. Ketika model iklan shampo tampil dengan rambut lembut terurai cantik, kita lantas membeli produknya untuk memiliki rambut yang sama. Saat bintang iklan pemutih diperlihatkan memiliki wajah seputih kapas, kita termimpi-mimpi untuk punya wajah serupa.

Tayangan-tayangan televisi kemudian menyuguhkan mimpi-mimpi baru anak muda kita. Aneka kontes popularitas jadi kiblat baru. Publik kemudian dipaksa mengenal Veri AFI, Delon Idol atau Siti KDI. Begitu dahsyat sihir televisi sampai akhirnya kita benar-benar mengenal mereka.

Jalan berliku ditempuh demi menjadi selebriti. Dari menyogok produser (dengan uang atau kesenangan, entahlah…) sampai ikhtiar di dukun-dukun. Orangtua yang berduit bisa membuat PH sendiri untuk mengorbitkan anaknya. Yang punya keberanian untuk tampil beda bisa lewat jalur infotainment; digosipin yang aneh-aneh, jadi berita setiap hari, populer deh…

Yang menyedihkan adalah orang awam kita, remaja-remaja yang merasa punya sedikit kemampuan menyanyi atau berakting, dianugerahi wajah cukup rupawan dan tubuh yang nggak malu-maluin. Semua mereka punya kecuali satu hal; jalan untuk jadi terkenal. Itulah kemudian yang bisa membawa mereka ke tangan para penipu. Hasrat tak tercapai, duit terbuang.

Salahkah bercita-cita menjadi terkenal? Sebenarnya tidak juga. Bahkan para penulis blog juga ingin blog-nya terkenal, bukan?

Win Dede

Win Dede a.k.a Erwin D. Nugroho. Anak kampung dari pelosok Kalimantan, bermukim dan beraktivitas di belantara Jakarta. Selain menulis dan memotret, jalan-jalan adalah kegemarannya yang lain.

Beri Tanggapan (atau pilih komentar via akun media sosial)

2 tanggapan untuk “Hasrat Menjadi Terkenal

  • 22 November 2007 pada 21:06
    Permalink

    gue kira jadi itu emang enak, dan ga bisa kita pungkiri sekarang udah banyak band-band local udah kayak kacang goreng,,,
    gue gak mau munafik, gue sendiri sekarang aja sedang sibuk- sibuknya dalam indieband kota palembang. siapa seeh yang ga mau dikenal semua orang , cewek – cewek cantik. hehehheh
    tapi harus sadar diri coy..
    oke..deh itu aja…terkenal mau.. mau …mau.
    satu hal lagi yang buat aku ingin terkenal ku ingin berarti buat dunia ini , kuingin melihatkan pada teman-temanku aku menjadi orang yang berhasil

  • 15 Januari 2008 pada 16:29
    Permalink

    jadi terkenal ???
    semua orang pasti pengen…
    termasuk gue !!

    ga ada mksud LEBIH tuk jadi terkenal..
    cuma pengen *semua* tau…
    bahwa gue bisa yang orang laen bisa 🙂

    cuma itu *__*

Komentar ditutup.

Loading Facebook Comments ...
Loading Disqus Comments ...

No Trackbacks.